Catatan FerSus - Belajar dari Pengalaman

2012/04/17

Delegating and Supervising: Five Steps


The ability to delegate is one of the key result areas of management. Fortunately, it is a skill that can be learned with practice. Delegation is an art as well as a science. Effective delegation requires time, thought, and careful consideration. It is something that you must learn to do if you want to leverage yourself to the maximum.

Step One
The first step in delegation is to become perfectly clear about the results that you desire from the job. The greater clarity you have with regard to the results expected, the easier it is for you to select the right person to do the job.

Step Two
The second step is to select a person based on his or her demonstrated ability or success at doing this job. Never delegate an important job to a person who has never done it before. If the successful completion of the task is important to the success of your business, it is essential that you delegate it to someone who you confidently believe can complete the task satisfactorily.

Step Three
Third, explain to the person exactly what you want done, the results that you expect, the time schedule that you require, and your preferred method of working. The reason that you are in a position to delegate a task is because you have probably already mastered this task. Taking the time to teach and explain the best way to do the task based on your experience is an excellent way to ensure that the task will be done as you wish and on schedule.

Step Four
Step four is to set up a schedule for reporting on progress. If it is an important task, set up a deadline for completion that is a day or a week before your actual deadline. Always build some slack into the system. Then, check on the progress of the task regularly, very much like a doctor would check on the condition of a critical care patient. Leave nothing to chance.

Step Five
Step five, inspect what you expect. Delegation is not abdication. Just because you have assigned a task to another person does not mean that you are no longer accountable. And the more important the task, the more important it is that you keep on top of it.

Action Exercise
What task can you effectively delegate to someone else? Which one of your employees can handle the task efficiently?

---
*By Brian Tracy

2012/04/04

Build a Personal Brand

20 things to consider about building a Personal Brand

You are a brand. You are in charge of your brand. There is no single path to success. And there is no right way to create the brand called You. Except this: Start today. Or else – Tom Peters

Managing your brand as an asset requires an ongoing commitment to ensure that every action and impression is consistent with the way you define your brand. It also requires a commitment to being visible and adding value to both your target audience and your network.
  1. Know where you are going in both life and career, work on your Vision and Goals that will set you a clear path and focus
  2. Identify and understand your strengths and how these can be used to your benefit in differentiating yourself in the job market and in your career.
  3. Seek the feedback and input of others, how is your brand perceived by others, is there consistency across all groups and where do you need to do more to raise your brand profile.
  4. Know your target audience from an industry standpoint but also from an individual – who do you need to talk to and influence and where are those people likely to gather.
  5. Understand who else and what else might be competing for the same job or promotion. Know what is similar about them and also identify why you are different, how you can positively stand out.
  6. Ensure that your resume includes a value statement and that in reading it becomes obvious what you are worth to an employer
  7. Develop a longer personal brand statement that can be used in various situations and opportunities – one for 15 seconds, one for 45 seconds and one that can be used in written communications and on profiles.
  8. Have a brand identity – project the right, consistent image both physically but also in terms of font, colour, business cards, thank you notes, voicemail messages etc.
  9. Understand how you can best communicate your message, what is relevant for your target audience but also how and what do you feel comfortable in delivering.
  10. Decide on the key content themes for all communication exercises; provide a strong and consistent message in a few avenues versus the scatter gun approach.
  11. Be clear about who you are, what you offer and why you are different – know what is on brand and off brand for you and concentrate on the on brand actions.
  12. Don’t get involved in actions that can dilute your brand, be consistent with your approach and message.
  13. Be sure to be in front of your audience constantly, it takes 7 touches or exposures to catch someone’s attention, be sure that continue to be front of mind for your target audience.
  14. Never miss an opportunity to connect your brand to the last experience. After a meeting send a thank you that is on brand, meet people in places that are on brand for you.
  15. Identify all of the possible things to include in your brand environment and make a plan to get them all on brand. Aligning your environment with your brand will make you more confident and more memorable.
  16. Continually nurture and develop your network, your professional contacts are an extension of your brand and may well be your greatest brand ambassadors – treat them that way.
  17. Your brand is never stagnant it is always evolving, be on top of its development and refinement – never miss an opportunity to be more on brand.
  18. Build your on line brand with passion. Look to place intelligent and valuable comments in on line forums, on blogs, at book reviews – each one becomes a new page on the web and raises your on line profile.
  19. Understand that building a brand is not just for now, its something that can be continuous for the rest of your life – it needs to be part of your daily routine, a little brand building every day will ensure a healthy brand.
  20. Review and measure your brand strength annually – conduct a brand audit and compare the state of your brand now to where it was 12 months ago.
Source: http://www.kellyservices.com.
Illustration is powered by google

2012/03/21

Racun Diri

  1. Racun pertama : Menghindar
    Gejalanya : lari dari kenyataan, mengabaikan tanggung jawab, padahal dengan melarikan diri dari kenyataan kita hanya akan mendapatkan kebahagiaan semu yang berlangsung sesaat.
    Antibodinya : Realitas
    Cara : Berhentilah menipu diri. Jangan terlalu serius dalam menghadapi masalah karena rumah sakit jiwa sudah dipenuhi pasien yang selalu mengikuti kesedihannya dan merasa lingkungannya menjadi sumber frustasi. Jadi, selesaikan setiap masalah yang dihadapi secara tuntas dan yakinilah bahwa segala sesuatu yang terbaik selalu harus diupayakan dengan keras.

  1. Racun kedua : Ketakutan
    Gejalanya : tidak yakin diri, tegang, cemas yang antara lain bisa disebabkan kesulitan keuangan, kesulitan sosial, dll.
    Antibodinya : Keberanian
    Cara : Hindari menjadi sosok yang bergantung pada kecemasan. Ingatlah 99 persen hal yang kita cemaskan tidak pernah terjadi. Keberanian adalah pertahanan diri paling ampuh. Gunakan analisis intelektual dan carilah solusi masalah melalui sikap mental yang benar. Kebenarian merupakan proses reedukasi. Jadi, jangan segan mencari bantuan dari ahlinya,seperti psikiater atau psikolog.

  1. Racun ketiga : Egoistis
    Gejalanya: Nyiyir, materialistis, agresif, lebih suka meminta daripada memberi.
    Antibodinya : Bersikap sosial.
    Cara : Jangan mengeksploitasi teman. Kebahagiaan akan diperoleh apabila kita dapat menolong orang lain. Perlu diketahui orang yang tidak mengharapkan apapun dari orang lain adalah orang yang tidak pernah merasa dikecewakan.

  1. Racun keempat : Stagnasi
    Gejalanya : berhenti satu fase, membuat diri kita merasa jenuh, bosan, dan tidak bahagia.
    Antibodinya : Ambisi
    Cara : Teruslah bertumbuh, artinya kita terus berambisi di masa depan kita. Kita akan menemukan kebahagiaan dalam gairah saat meraih ambisi kita tersebut.

  1. Racun kelima : Rasa rendah diri
    Gejala : Kehilangan keyakinan diri dan kepercayaan diri serta merasa tidak memiliki kemampuan bersaing.
    Antibodinya : Keyakinan diri.
    Cara : Seseorang tidak akan menang bila sebelum berperang yakin dirinya akan kalah. Bila kita yakin akan kemampuan kita, sebenarnya kita sudah mendapatkan separuh dari target yang ingin kita raih. Jadi, sukses berawal pada saat kita yakin bahwa kita mampu mencapainya.

  1. Racun keenam : Narsistik
    Gejala : Kompleks superioritas, terlampau sombong, kebanggaan diri palsu.
    Antibodinya : Rendah hati.
    Cara : Orang yang sombong akan dengan mudah kehilangan teman, karena tanpa kehadiran teman, kita tidak akan bahagia. Hindari sikap sok tahu. Dengan rendah hati, kita akan dengan sendirinya mau mendengar orang lain sehingga peluang 50 persen sukses sudah kita raih.

  1. Racun ketujuh : Mengasihani diri
    Gejala : Kebiasaan menarik perhatian, suasana yang dominan, murung, menghunjam diri, merasa menjadi orang termalang di dunia.
    Antibodinya : Sublimasi
    Cara : Jangan membuat diri menjadi neurotik, terpaku pada diri sendiri. Lupakan masalah diri dan hindari untuk berperilaku sentimentil dan terobsesi terhadap ketergantungan kepada orang lain.

  1. Racun kedelapan : Sikap bermalas-malasan
    Gejala : Apatis, jenuh berlanjut, melamun, dan menghabiskan waktu dengan cara tidak produktif, merasa kesepian.
    Antibodinya : Kerja
    Cara : Buatlah diri kita untuk selalu mengikuti jadwal kerja yang sudah kita rencanakan sebelumnya dengan cara aktif bekerja. Hindari kecenderungan untuk membuat keberadaaan kita menjadi tidak berarti dan mengeluh tanpa henti.

  1. Racun kesembilan : Sikap tidak toleran
    Gejala : Pikiran picik, kebencian rasial yang picik, angkuh, antagonisme terhadap agama tertentu, prasangka religius.
    Antibodinya : Kontrol diri
    Cara : Tenangkan emosi kita melalui seni mengontrol diri. Amati mereka secara intelektual. Tingkatkan kadar toleransi kita. Ingat bahwa dunia diciptakan dan tercipta dari keberagaman kultur dan agama.

  1. Racun kesepuluh : Kebencian
    Gejala : Keinginan balas dendam, kejam, bengis.
    Antibodinya : Cinta kasih
    Cara : Hilangkan rasa benci. Belajar memaafkan dan melupakan. Kebencian merupakan salah satu emosi negatif yang menjadi dasar dari rasa ketidakbahagiaan. Orang yang memiliki rasa benci biasanya juga membenci dirinya sendiri karena membenci orang lain. Satu-satunya yang dapat melenyapkan rasa benci adalah cinta. Cinta kasih merupakan kekuatan hakiki yang dapat dimiliki setiap orang.
*picture is powered by google

Pemandu INF-Award 2011 (Just for document)

@Amos Cozy Hotel, Maret 2011.
Day 1. From left: Me, Imam, Ari, and Andre. All are from Bandung.
Me between Hilmi and Dion. Day 2.
Finalists from Bandung at day 2.

Kenaikan Harga BBM: SBY Untung Rakyat Buntung

Saya Rieke Diah Pitaloka, sekedar mengingatkan 13 hari lagi adalah keputusan kenaikan harga BBM. Salah satu argumen SBY, kenaikan tersebut adalah untuk menyelamatkan APBN supaya tidak jebol.
Berikut saya sampaikan data yang tidak pernah SBY sampaikan kepada rakyat, hitungan yang sesungguhnya bahwa dengan tidak mengurangi subsidi dan tidak menaikan harga BBM sebetulnya APBN tidak jebol.
Berikut ini data yang saya kompilasi dari berbagai sumber, terutama dari para ekonom yang tidak bermahzab neolib!
  • Indonesia menghasilkan 930.000 Barel/hari, 1 Barel = 159 liter
  • Harga Minyak Mentah = 105 USD per Barel
  • Biaya Lifting + Refining + Transporting (LRT) 10 USD per Barel
    = (10/159) x Rp.9000 = Rp. 566 per Liter
  • Biaya LRT untuk 63 Milyar Liter
    = 63 Milyar x Rp.566,- = Rp. 35,658 trilyun
  • Lifting = 930.000 barel per hari,
    atau = 930.000 x 365 = 339,450 juta barel per tahun
  • Hak Indonesia adalah 70%, maka = 237,615 Juta Barel per tahun
  • Konsumsi BBM di Indonesia = 63 Milyar Liter per tahun,
    atau dibagi dengan 159 = 396,226 juta barel per tahun
  • Pertamina memperoleh dari Konsumen :
    = Rp 63 Milyar Liter x Rp.4500,-
    = Rp. 283,5 Trilyun
  • Pertamina membeli dari Pemerintah
    = 237,615 Juta barel @USD 105 x Rp. 9000,-
    = Rp. 224,546 Trilyun
  • Kekurangan yang harus di IMPOR
    = Konsumsi BBM di Indonesia – Pembelian Pertamina ke pemerintah = 158,611 Juta barel
    = 158,611 juta barel @USD 105 x Rp. 9000,-
    = Rp. 149,887 Trilyun
KESIMPULAN: ‎
  1. Pertamina memperoleh hasil penjualan BBM premium sebanyak 63 Milyar liter dengan harga Rp.4500,- yang hasilnya Rp. 283,5 Trilyun.
  2. Pertamina harus impor dari Pasar Internasional Rp. 149,887 Trilyun
  3. Pertamina membeli dari Pemerintah Rp. 224,546 Trilyun
  4. Pertamina mengeluarkan uang untuk LRT 63 Milyar Liter @Rp.566,-
    = Rp. 35,658 Trilyun
  5. Jumlah pengeluaran Pertamina Rp. 410,091 trilyun
  6. Pertamina kekurangan uang, maka Pemerintah yang membayar kekurangan ini yang di Indonesia pembayaran kekurangan ini di sebut “SUBSIDI”
  7. Kekurangan yang dibayar pemerintah (SUBSIDI) = Jumlah pengeluaran Pertamina dikurangi dengan hasil penjualan Pertamina BBM kebutuhan di Indonesia
    = Rp. 410,091 trilyun – Rp. 283,5 Trilyun
    = Rp. 126,591 trilyun
  8. Tapi ingat, Pemerintah juga memperoleh hasil penjualan juga kepada Pertamina (karena Pertamina juga membeli dari pemerintah) sebesar Rp. 224,546 trilyun. Catatan Penting: hal inilah yang tidak pernah disampaikan oleh Pemerintah kepada masyarakat.
  9. Maka kesimpulannya adalah pemerintah malah kelebihan uang, yaitu sebesar perolehan hasil penjualan ke pertamina – kekurangan yang dibayar Pemerintah (subsidi)
    = Rp. 224,546 Trilyun – Rp. 126,591 Trilyun
    = Rp. 97,955 Trilyun
Artinya, APBN tidak Jebol justru saya jadi bertanya: dimana sisa uang keuntungan SBY jual BBM Sebesar Rp. 97,955 trilyun, itu baru hitungan 1 tahun. Dimana uang rakyat yang merupakan keuntungan SBY jual BBM selama 7 tahun kekuasaannya?
JANGAN MAU DIBOHONGI LAGI, mohon bantu berikan penyadaran kepada rakyat, tolak kenaikan BBM, Tolak BLT sebab itu adalah akal muslihat agar subsidi dicabut akibatnya SBY UNTUNG RAKYAT BUNTUNG!


Jakarta 16 Maret 2012
Salam Juang



Rieke Diah Pitaloka
*foto by waspada.co.id

Batu Kecil

Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Ada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya. Pekerja itu berteriak-teriak, tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja.

Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada di bawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan temannya. Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang  kedua pun memperoleh hasil yang sama. 

Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu. Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dan karena merasa sakit, temannya menengadah ke atas? 

Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.

---

Tuhan terkadang menggunakan cobaan untuk membuat kita menengadah kepadaNya.
Seringkali kita dilimpahi dengan rahmat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepadaNya.

Karena itu, agar kita selalu mengingat  kepadaNya, Tuhan juga menjatuhkan "batu kecil"
kepada  kita.

Semoga kita selalu berada dalam kebaikan, penuh dengan syukur dan sabar. Aamiin.

*Retold from anonymous person

2012/03/15

Indahnya Mengimani al-Qur'an

Alhamdulillah, sore hari ini, tepatnya ba’da sholat Ashar berjamaah di Masjid Baiturrahman Gedung Infomedia Nusantara Bandung, diadakan majlis ilmu dengan tajuk ‘Tausyiah Ba’da Ashar’. Sebagai bagian dari program kerja dari Badan Da’wah Infomedia (BDI) Bandung, InsyaAllah majlis ilmu ini akan dilakukan secara rutin karena juga sebagai bagian syiar Islam dan media mempelajari ilmu-ilmu keislaman bagi karyawan-karyawati Infomedia Bandung.

Tampil sebagai penceramah pada sore kali ini adalah ustadz Abu Amr dari lembaga Tahsin al-Qur’an Bandung. Tema yang diusung adalah ‘mendekatkan diri pada al-Qur’an sebagai salah satu indikasi keimanan’. Berikut ini saya coba ringkaskan materi ceramah ustadz Abu Amr tadi, meski dengan cara penuturan yang mungkin sedikit berbeda.

Mengimani al-Qur’an hukumnya wajib. Kewajiban ini melekat bagi setiap orang yang mengaku beriman. Disampaikan oleh al-ustadz bahwa seorang muslim yang mengaku mengimani kitab Allah (al-Qur’an), maka terdapat lima konsekwensi yang harus dijalankan.

Mengimani al-Qur’an ternyata tidak hanya sekedar meyakini bahwa al-Qur’an itu adalah kitab suci dari Allah SWT yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW melalui perantaraan Malaikat Jibril saja. Tapi lebih dari itu, mengimani al-Qur’an sama dengan menerima lima konsekweksi berikut ini yang harus dimiliki pada setiap mu’min.

1.      Membaca al-Qur’an; tilawah.
2.      Mentarbiyah diri dengan Al Qur'an- Tadabbur (2:151)
3.      Menerima dan tunduk terhadap hukum Al Qur'an (33:36, 4:65, 5:44-50)
4.      Mengajak untuk Qur'ani- Berda’wah (16:125)
5.      Menegakkan Al Qur'an di bumi –Mengamalkan (42: 13)

Selain ada konsekwensi keimanan terhadap Al Qur'an,  juga seorang mukmin mempunyai kewajiban terhadap Al Qur'an. Kewajiban terhadap al Qur'an  adalah:

1.      Tilawatan (membaca)
2.      Ta'liiman (mempelajari)
3.      'Amal (mengamalkan)
4.      Hafiidzan (menghafal)

Mudah-mudahan kita semua diberi kekuatan oleh Allah untuk bisa menjalankan lima konsekwensi tersebut di atas. Amiin ya Rab ‘alamin.

Sebagai tambahan, berikut ini saya kutipkan do’a selesai membaca al-Qur’an:

Allahummar hamna bil Quran waj’alhu lana imaamau wa nuurau wa hudaw wa rahmah Allahumma dzakkirna minhu maa nasiina wa ’allimna minhumaa jahiilna warzuqna tilaawatahu aana al laili wa athrofannahar waj’alhu lana hujjatan Yaaa rabbal ‘alamiin


"Ya Allah kasih sayangilah daku dengan sebab Al-Qur'an ini. Dan jadikanlah Al-Qur'an ini sebagai pemimpin sebagai cahaya sebagai petunjuk dan sebagai rahmat bagiku. Ya Allah ingatkanlah daku apa-apa yang aku lupa dalam Al-Qur'an yang telah Kau jelaskan dan ajarilah apa-apa yang aku belum mengetahui. Dan kurniakanlah daku selalu sempat membaca Al-Qur'an pada malam dan siang hari. Dan jadikanlah Al-Qur'an ini sebagai hujjah bagiku."Amiin....

*picture is powered by google

2012/03/14

Team Leaders Go Lunch...

My Team. Makan siang bersama manager. 

Syefa ke Batahan...

31 Juli 2009
01 Agustus 2009. Syefa dan Umi di T3 Soetta
01 Agustus 2009. Syefa dan Abi di T3 Soetta. Riangnya nak:)
Agustus 2009. Bersama keluarga besar di Pantai Batahan.

Apapun Cangkirnya, Nikmati Kopinya

Dalam acara reuni, beberapa alumni menjumpai guru sekolah mereka dulu. Melihat para alumni tersebut ramai-ramai membicarakan kesuksesan mereka, guru tersebut segera ke dapur dan mengambil seteko kopi panas dan beberapa cangkir kopi yang berbeda-beda. Mulai yang terbuat dari kristal, kaca, melamin dan plastik.

Guru tersebut menyuruh para alumni untuk mengambil cangkir dan mengisinya dengan kopi. Setelah masing-masing alumni sudah mengisi cangkirnya dengan kopi, guru berkata, "Perhatikanlah bahwa kalian semua memilih cangkir yang bagus dan kini yang tersisa hanyalah cangkir yang murah dan tidak menarik. Memilih hal yang terbaik adalah wajar dan manusiawi. Namun persoalannya, ketika kalian tidak mendapatkan cangkir yang bagus perasaan kalian mulai terganggu. Kalian secara otomatis melihat cangkir yang dipegang orang lain dan mulai membandingkannya. Pikiran kalian terfokus pada cangkir, padahal yang kalian nikmati bukanlah cangkirnya melainkan kopinya."

Hidup kita seperti kopi dalam analogi di atas, sedangkan cangkirnya adalah pekerjaan, jabatan, dan harta benda yang kita miliki.

"Pesan moralnya, jangan pernah membiarkan cangkir mempengaruhi kopi yang kita nikmati. Cangkir bukanlah yang utama, kualitas kopi itulah yang terpenting. Jangan berpikir bahwa kekayaan yang melimpah, karier yang bagus dan pekerjaan yang mapan merupakan jaminan kebahagian. Itu konsep yang sangat keliru.

Kualitas hidup kita ditentukan oleh "Apa yang ada di dalam" bukan "Apa yang kelihatan dari luar". Apa gunanya kita memiliki segalanya, namun kita tidak pernah merasakan damai, sukacita, dan kebahagian di dalam kehidupan kita? Itu sangat menyedihkan, karena itu sama seperti kita menikmati kopi basi yang disajikan di sebuah cangkir kristal yang mewah dan mahal.Kunci menikmati kopi bukanlah seberapa bagus cangkirnya, tetapi seberapa bagus kualitas kopinya.

Selamat menikmati secangkir kopi kehidupan. :)
*Picture source: yettiye.wordpress.com