Catatan FerSus - Belajar dari Pengalaman

2023/02/23

Perbedaan RACI dan DACI dalam "Project Management'

 

RACI dan DACI adalah dua jenis matriks yang digunakan dalam manajemen proyek untuk membantu mengklarifikasi peran dan tanggung jawab dalam suatu proyek. Meskipun keduanya memiliki fungsi yang sama, yaitu membagi peran dan tanggung jawab antara anggota tim proyek, namun ada perbedaan antara keduanya.

R-A-C-I

RACI adalah singkatan dari Responsible, Accountable, Consulted, dan Informed, yaitu suatu metode manajemen proyek yang digunakan untuk membantu mengklarifikasi peran dan tanggung jawab dalam suatu proyek. Matriks RACI memperlihatkan siapa yang bertanggung jawab, siapa yang terlibat, siapa yang diberitahukan, dan siapa yang harus dikonsultasikan dalam suatu tugas atau kegiatan dalam proyek.

Berikut penjelasan lebih detail dari masing-masing peran dalam RACI:



  1. Responsible (bertanggung jawab): Orang yang bertanggung jawab untuk melakukan pekerjaan tertentu atau tugas dalam proyek. Orang yang bertanggung jawab harus memastikan bahwa pekerjaan tersebut selesai dengan benar, tepat waktu, dan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

  2. Accountable (bertanggung jawab akhir): Orang yang bertanggung jawab atas keseluruhan hasil pekerjaan atau tugas dalam proyek. Orang yang bertanggung jawab akhir harus memastikan bahwa pekerjaan selesai sesuai dengan tujuan proyek dan memenuhi standar yang telah ditetapkan.

  3. Consulted (dikonsultasikan): Orang yang harus dimintai masukan atau saran sebelum keputusan dibuat atau pekerjaan dilakukan. Orang yang dikonsultasikan mungkin memiliki pengetahuan atau keahlian yang dibutuhkan untuk memastikan bahwa pekerjaan dilakukan dengan benar atau keputusan yang dibuat tepat.

  4. Informed (diberitahukan): Orang yang harus diberitahu tentang hasil pekerjaan atau tugas dalam proyek. Orang yang diberitahu mungkin perlu mengetahui status pekerjaan atau tugas tertentu untuk memastikan kelancaran proyek atau memberikan kontribusi.

  5. Dengan menggunakan matriks RACI, tim proyek dapat memperjelas peran dan tanggung jawab masing-masing anggota tim sehingga setiap orang dalam tim memahami tugasnya dan siapa yang bertanggung jawab atas setiap pekerjaan atau kegiatan dalam proyek. Hal ini membantu meminimalkan kesalahan, mengurangi kebingungan dan meningkatkan efisiensi tim secara keseluruhan.

    --- D-A-C-I

    DACI adalah singkatan dari Driver, Approver, Contributor, dan Informed, yaitu suatu metode manajemen proyek yang serupa dengan RACI tetapi dengan perbedaan pada peran Driver. Matriks DACI memperlihatkan siapa yang bertanggung jawab untuk mengemudikan tugas atau kegiatan, siapa yang memberikan persetujuan, siapa yang memberikan kontribusi, dan siapa yang harus diberitahu.

    Berikut adalah penjelasan lebih detail dari masing-masing peran dalam DACI:

    1. Driver (pengemudi): Orang yang memimpin tugas atau kegiatan dalam proyek dan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa tugas tersebut selesai sesuai dengan waktu dan spesifikasi yang telah ditentukan.

    2. Approver (pemberi persetujuan): Orang yang bertanggung jawab untuk menyetujui atau menolak hasil kerja dan memastikan bahwa tugas atau kegiatan sesuai dengan tujuan proyek.

    3. Contributor (kontributor): Orang yang memberikan kontribusi pada tugas atau kegiatan tertentu dalam proyek. Orang yang memberikan kontribusi mungkin memiliki pengetahuan atau keahlian khusus yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas atau kegiatan tersebut dengan baik.

    4. Informed (diberitahukan): Orang yang harus diberitahu tentang hasil kerja atau tugas dalam proyek. Orang yang diberitahu mungkin perlu mengetahui status pekerjaan atau tugas tertentu untuk memastikan kelancaran proyek atau memberikan kontribusi.

    Dengan menggunakan matriks DACI, tim proyek dapat memperjelas peran dan tanggung jawab masing-masing anggota tim dalam proyek, terutama dalam situasi yang melibatkan beberapa pihak atau organisasi. Metode ini membantu memastikan bahwa setiap orang dalam tim memahami peran dan tanggung jawabnya sehingga meminimalkan risiko kesalahan atau kebingungan yang dapat menghambat proyek.

    Dari penjelasan di atas dapat kita tarik simpulan sebagai berikut:

    Perbedaan utama antara RACI dan DACI adalah bahwa RACI lebih berfokus pada siapa yang bertanggung jawab atas pekerjaan atau tugas tertentu, sedangkan DACI lebih berfokus pada siapa yang harus memastikan bahwa tugas tertentu atau keputusan dibuat atau dilakukan. Selain itu, RACI lebih cocok untuk proyek dengan hierarki yang jelas, sedangkan DACI lebih cocok untuk proyek yang lebih kolaboratif dan tim yang terdistribusi.


2022/10/01

ZIMEM DEFTERI; BUKU PELUNASAN UTANG

Ada tradisi indah dari kekhalifahan Turki Utsmani dalam membantu orang-orang miskin. Tradisi yang ratusan tahun dipraktekkan ini bahkan masih dapat ditemukan dalam beberapa provinsi di Turki hingga hari ini. Namanya tradisi ‘buku hutang’, Zimem defteri. Biasa disebut juga sebagai tradisi buku penghapusan hutang.

Seperti apa ceritanya?
Toko dan warung penyedia bahan kebutuhan masyarakat yang terdapat di wilayah kekuasaan Turki Utsmani membolehkan pembelinya untuk berhutang. Tentu bagi mereka yang kurang mampu. Setiap hutang yang dibuat, dicatat dalam zimem. Semua tertulis rapi. Ada data siapa penghutang dan berapa jumlah hutangnya.
Pada waktu-waktu tertentu, terutama di bulan Ramadhan, para orang kaya yang soleh dan berjiwa sosial, termasuk kalangan istana, akan menyamar dengan menggunakan pakaian sederhana. Kemudian mereka akan masuk ke toko dan warung-warung untuk menanyakan zimem defteri. Mereka akan menghitung berapa banyak hutang orang miskin di warung/toko yang dikunjungi. Lalu orang-orang kaya ini akan melunasi hutang-hutang tersebut.
Dalam proses melunasi hutang yang tercatat di zimem defteri, orang-orang kaya ini tidak melihat siapa yang berhutang. Mereka lakukan secara acak saja. Berbuat baik diam-diam. Senyap dalam beribadah. Hanya mengharap ridho dan balasan dari Allah. Tak perlu gelar dermawan yang harus diceritakan ke orang-orang. Pun, bagi yang dibantu. Mereka tak pernah tahu siapa yang melunasi hutang mereka. Sehingga benar-benar tidak ada perasaan yang tidak enak. Yang melunasi dan dilunasi sama-sama tidak tahu sama lain. MasyaAllah.
Kisah ini mengingatkan kita bagaimana indahnya kepemimpinan kekhalifahan Islam di Turki. Bahkan cerita seperti ini tidak hanya tentang manusia saja. Bahkan serigala pun disana tidak dibiarkan kelaparan. Kenapa? Karena kalau serigala lapar, mereka akan turun gunung ke desa-desa dan menjadi ancaman serius bagi hewan ternak dan warga desa. Makanya khalifah memerintahkan untuk melakukan ‘sedekah daging untuk serigala’ yang dikirim ke gunung-gunung untuk jadi santapan rutin serigala. MasyaAllah.

Semoga kita dapat menarik hikmah dan pelajaran dari tradisi luar biasa di Turki Utsmani tersebut. InsyaAllah!

*Disarikan dari beberapa sumber

PENDIRI KOTA MANILA TERNYATA PERANTAU INDONESIA ASAL SUMATERA BARAT

JEJAK SEJARAH YANG TERLUPAKAN

Ternyata tidak banyak yang tahu jika tersebarnya agama Islam di Filipina dibawa oleh putera Indonesia asal Minangkabau, Raja Sulaeman Catatan sejarah menyebut sebelum kedatangan bangsa Spanyol, Filipina berada di bawah kekuasaan Raja Sulaeman dari Minangkabau yang merupakan pendiri Filipina.


Di sana, ia telah menyebarkan agama Islam hingga ke pelosok negeri. Seperti yang diungkapakan Mochtar Naim dalam disertasinya, 'Merantau: Pola Migrasi Suku Minangkabau' tahun 1974, Mochtar Naim menemukan jejak rantau orang Minangkabau di Filipina.
Dalam penelitiannya Mochtar Naim menyebutkan, pendiri Kota Manila adalah Raja Sulaeman dari Minangkabau. Sedangkan kerajaan Sulu di Selatan Filipina didirikan Raja Baginda, juga dari Minangkabau.
Sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya di masa lalu, figur Raja Sulaeman diabadikan menjadi sebuah patung yang terletak di Rizal Park, Manila.
---
Tulisan di bawah patungnya di Rajah Sulayman Park, Manila
RAJAH SULAYMAN
(Manila, d. 1571)
The brave Muslim ruler of the kingdom of Maynilad (Manila) who refused
the offer of “friendship” by the Spaniards which actually meant the loss
of the freedom of his people. He fought the Spaniard under Miguel Lopez de Legasi twice in 1570 and 1571, resulting in the burning of his kingdom.
on the second battle, the Battle of Bankusay on June 3, 1571.
Rajah Sulayman perished with 300 of his warriors.
Terjemahan:
RAJAH SULAYMAN
(Manila, m. 1571)
Penguasa Muslim pemberani dari kerajaan Maynilad (Manila) yang menolak tawaran "persahabatan" oleh orang-orang Spanyol yang sebenarnya berarti kehilangan kemerdekaan rakyatnya. Dia melawan penjajah Spanyol di bawah komando Miguel Lopez
de Legasi dua kali pada tahun 1570 dan 1571, yang mengakibatkan runtuhnya kerajaannya.
Pada pertempuran kedua, Pertempuran Bankusay pada 3 Juni 1571.
Rajah Sulaiman tewas bersama 300 prajuritnya.
---
Terkait keterangan foto patung ini dapat dilihat di sini: https://www.waymarking.com/.../WMAY5X_Rajah_Sulayman...

PEMUDA JUJUR MENIKAHI GADIS 'JELEK, BUTA, TULI, BISU DAN LUMPUH'(*)

Suatu pagi, Tsabit bin Nu'man berjalan di kota Kufah, tiba-tiba sebuah apel jatuh dari sebuah kebun. Tsabit mengambil dan memakan separuh. Seketika itu Tsabit sadar bahwa apel itu bukan miliknya. la pun langsung masuk kebun dan menceritakan apa yang telah terjadi kepada tukang kebun.

"Maafkan aku dan ambillah sisanya!"
"Aku tak bisa memaafkanmu. Ini bukan kebunku, tapi kebun majikanku”
"Di mana rumah majikanmu? Aku akan memintanya memaafkanku." "Perjalanan sehari semalam dari sini."
"Aku akan tetap menemuinya sejauh apa pun rumahnya!" kata Tsabit dalam hati, "Aku tak boleh memakan sesuatu tanpa seizin pemiliknya. Sebab Nabi telah bersabda, 'Setiap tubuh yang tumbuh dari makanan yang haram akan dimasukkan neraka."(HR Baihaqi dalam Syu'ab al-Iman dan Abu Nu'aim dalam Al Hilyah dari Abu Bakar)
Tsabit lantas berjalan kaki hingga tiba di rumah si pemilik kebun.
"Tuan," ujar Tsabit usai mengucapkan salam, "Maafkan aku. Aku telah memakan apel Anda, dan ini sisanya!"
Pemilik kebun itu menatapnya penuh keheranan.
"Aku tidak akan memaafkanmu!" tukasnya, "Kecuali dengan satu syarat!"
"Apa itu?" Tanya Tsabit.
"Kamu menikahi putriku!"
"Inikah syaratnya?" Tanya Tsabit dalam hati, "Aku makan separuh buah apelnya dan agar dia memaafkanku, aku harus menikahi putrinya?"
Dan sebelum Tsabit sadar dari kebingungannya, si pemilik kebun menimpali.
"Sebelum kamu menikah dengannya, aku akan memberitahukan ciricirinya agar nanti kamu tak menuduhku telah menipumu. Anakku itu buta, bisu, tuli, dan lumpuh!"
Tsabit bin Nu'man semakin bingung. Bagaimana mungkin ia harus menikah dengan gadis yang buta, buta, bisu, tuli, dan lumpuh? Semua itu hanya supaya ia mau memaafkan karena separuh apelnya yang telah dimakannya? Bukankah masih banyak syarat-syarat lain yang lebih ringan? Ketika Tsabit dalam kondisi seperti itu, si pemilik kebun menegaskan. "Tanpa memenuhi syarat ini, aku tidak akan memaafkanmu!" "La haula wa Ia quwwata illa billah!" Gumam Tsabit.
Lagi-lagi si pemilik kebun mengatakan, "Aku tadi lupa memberitahumu bahwa putriku itu jelek! Aku harus mengatakan semua itu karena Rasulullah telah bersabda, "Orangyang menipu kami bukan termasuk golongan kami."
Tsabit menutupi wajahnya dengan kedua tangannya sambil menggumamkan ayat, "(Yaitu) mang-orang Yang apabila ditimpa mereka berkata 'Inna lillahi wa inna ilahi raji'un (sesungguhnya kami rnilik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali)" (Al-Baqarah: 156).
"Bagaimana?" Tanya pemilik kebun.
"La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah."
"Itu kalimat terbaik," kata pemilik kebun, "Tapi maksudku, apa jawabanmu untuk penawaranku ini?"
Tsabit bingung dan terkejut bukan karena harus menikahi gadis Yang jelek, buta, bisu, lagi lumpuh itu. Tapi ia heran karena memikirkan rahasia senyuman yang menyungging di bibir ayah gadis tersebut!
Akhirnya, Tsabit menerima tawaran tersebut. la berharap si pemilik kebun itu mau memaafkannya. la hanya mengharapkan pahala yang sempurna ketika mau menikahi gadis yang jelek, buta, bisu, tuli, dan lumpuh tersebut. Dan sebelum itu ia tak pernah membayangkan akan menjadi menantu pemilik kebun itu!
Tsabit bersiap-siap menemui istrinya. la tak memikirkan keburukannya sedikit pun. la masih bingung memikirkan arti senyuman ayahnya yang mengembang di bibirnya sesaat sebelum ia mau menerima menjadi menantunya. Apakah ia heran pada keluguannya yang telah berjalan kaki sehari semalam hanya untuk mendapatkan maaf gara-gara separuh buah apel yang telah dimakannya?
Tsabit masuk ke kamar pengantin. Tampaklah seorang gadis membelakanginya.
"Mengapa aku tidak mengucapkan salam terlebih dahulu?" tanyanya dalam hati, "Tapi, tapi ayahnya telah mengatakan bahwa ia tidak bisa mendengar? Lebih baik aku tetap mengucapkan salam saja. Kalau pun ia tak menjawabnya, aku akan tetap mendapatkan sepuluh kebaikan dan jawaban dari para malaikat."
"Assalamu 'alaikum!" ucap Tsabit.
"Wa 'alaikumussalam warahmatullah wa barakatuh"
Sebuah jawaban yang sangat lembut terdengar. Tsabit menoleh ke kanan-kiri. "Apakah para malaikat menjawab salamnya dengan suara yang bisa didengar?" tanyanya dalam hati, "atau, apakah ada dayang gadis ini yang datang?"
Tak ada siapa pun di situ. Yang ada cuma istrinya yang membelakanginya. "Mengapa aku tidak mengatakan sesuatu? Tapi, apa yang harus kukatakan? Salam lagi?”
Dan sebelum Tsabit sempat mengucapkan salam, terdengarlah şuara yang sangat merdu.
"Apakah kamu sudah shalat Isya'?"
Tsabit kembali menoleh ke kanan-kiri. Benar, ternyata istrinyalah yang berbicara. Tapi bukankah ayahnya telah menyebut bahwa ia tuli dan bisu. Istrinya menoleh ke arahnya. Tampaklah seraut wajah yang teramat cantik laksana bulan purnama.
"Ayahmu telah memberitahuku bahwa kamu
"Aku jelek, buta, bisu, tuli, dan lumpuh," timpalnya meneruskan katakata Tsabit.
Gadis itü berdiri! la tidak lumpuh. Kemudian ia mengulurkan tangannya kepada Tsabit! la juga tidak buta.
"Tapi mengapa ayahmu mengatakan kamu buta, bisu, dan lumpuh?"
"Ayahku telah berkata benar."
"Telah berkata benar?"
"Ya. Aku buta karena aku tak pernah melihat segala sesuatu yang diharamkan Allah. Aku bisu karena aku tak pernah menggunjing, mengadudomba, dan berkata duşta. Dan aku lumpuh lantaran kakiku hanya aku pakai untuk menaati Allah."
Tsabit menggeleng-gelengkan kepala dan tersenyum lebar karena telah mengetahui rahasia di balik senyum mertuanya.
---
Dari pernikahan tersebut, lahir seorang ulama shalih, mujadid yang sangat terkenal, yakni Nu’man bin Tsabit atau yang lebih dikenal dengan nama Al-Imam Abu Hanifah. Bersama istrinya yang shalihah, Tsabit mendidik putranya menjadi salah satu imam besar dari empat madzab.
Kisah pemuda yang bukan lain adalah ayah dari Imam Abu Hanifah tersebut terdapat dalam kitab terkenal Al-Aghani karya Abu Al-Faraj Al-Isbahani. Buku terkenal dalam kesusastraan Arab tersebut berisi tentang sajak lagu serta informasi biografi dari tokoh-tokoh Islam terdahulu, para tabi’in dan tabi’ut di masa Dinasti Umayyah dan Abbasiyyah.
Sebagaimana diketahui, Abu Hanifah merupakan ulama cerdas ahli fiqih dan ahli ra’yi, pelopor mazhab Hanafi. Beliau lahir di Kufah, ibu kota Dinasti Umayyah, pada 80 hijriah atau 699 masehi. Kitabnya yang terkenal, yakni Kitabul-Athar dan Fiqh al-Akbar, yang hingga kini menjadi rujukan hukum fikih bagi para pengikut madzhab Hanafi di seluruh dunia. Dalam mempelajari hadis, Abu Hanifah sempat bertemu dengan sahabat Rasulullah, Anas bin Malik, yang wafat tahun 93 hijriah. Di masa remajanya, Abu Hanifah menghabiskan waktu untuk mempelajari hadis Rasulullah.
Saat ini, mazhab Hanafi merupakan satu dari empat mazhab yang paling banyak dianut Muslim Sunni di dunia. Mazhab tersebut juga menjadi dasar kekhalifahan masa Dinasti Abbasiyyah dan Turki Usmani, serta dianut oleh Kekaisaran Mughal di India. Di era sekarang, mazhab Hanafi banyak digunakan Muslim di beberapa negara Timur Tengah dan Asia Selatan, seperti Turki, Afghanistan, India, Pakistan, Bangladesh, serta di Suriah, Lebanon, Turki, Iran, Irak, dan Palestina.
---
(*) Dikutip dari al Aimah Al arba'ah: Hayatuhum Mawaqifuhum Ara ahum. / Terjemahan: Biografi Empat Imam Madzhab, Abdul Aziz Asy-Syinawi

2021/10/07

EFISIENSI BIAYA OPERASIONAL CS

Dalam Whatsapp group Indonesia Contact Center Association (ICCA), pak Andi Anugrah, selaku ICCA Chairman yang juga Admin di group melempar sebuah diskusi lewat tulisan regularnya setiap pagi yang diberi tajuk #celotehpagi. Judul tulisannya pagi ini adalah 'Berfikir Kritis'. Maksud dari judul tersebut tampaknya adalah terkait 'tantangannya' pada para CS Manager yang ikut berlomba di ajang tahunan yang dihelat oleh ICCA. Ajang itu adalah The Best Contact Center Indonesia 2021. 

Kembali pada tulisannya, pak Andi membuka tulisannya dengan pertanyaan berikut:

Salah satu pertanyaan yang kami ajukan pada saat lomba individual adalah mengenai efisiensi biaya operasional. Dalam pertanyaan moderator tersebut menyebutkan “Sebagai Manager Contact Center terbaik, Jika anda diminta melakukan efisiensi biaya operasional. Pilih tindakan yang akan anda lakukan, apakah Mengurangi jumlah Agent Atau Menyediakan Layanan Digital ? Jelaskan 3 alasan dari pilihan tersebut ?”

Jika anda dalam posisi tersebut, yang mana yang akan menjadi prioritas anda ? Apakah mengurangi jumlah agent atau menyediakan layanan digital ? Coba anda jelaskan tanpa menghubungkan keduanya atau coba anda jelaskan dengan menggunakan data-data yang mendukung.  Coba anda jelaskan dengan memperhatikan risiko dan proses pengembangan yang harus dilakukan.

---
Pada artikel singkat ini saya tidak sedang mencoba pertanyaan pak Andi. Ini hanya sekedar memberikan satu perspektif tentang apa yang ingin didiskusikan pada tulisan di atas.

Begini komentar saya dalam WAG tersebut:

Sungguh menarik pertanyaan moderatornya ya pak Andi. 😊

Terasa menantang terutama pada dua pilihan yang disediakan: (1) Mengurangi jumlah Agent Atau (2) Menyediakan Layanan Digital?

Terkait pilihan nomor 2, di era sekarang yg serba digital, kebutuhan akan digital touch point adalah sebuah keniscayaan, kalau tak disebut sebagai keharusan. Maka ia sesungguhnya tak hanya semata terkait pada efisiensi biaya operasional. Mau mahal pun, ketika dalam kancah kompetisi mengharuskan perusahaan memiliki layanan digital, mau gak mau harus dilakukan. Apalagi ketika layanan digital itu telah menjadi kebutuhan dasar atau hygiene factor dari customer need zaman now. Bisa jadi dengan disediakannya layanan digital yang komprehensif, perusahaan perlu menyediakan system/tool/platform digital yang cukup costly. Tapi di ujung, akan bisa diprediksi seperti apa cost per contact (CPC) atau dalam komparasi yang lebih luas lagi adalah cost per subsriber / cost per customer. Setelah customers teredukasi dengan layanan digital sangat mungkin kebutuhan mereka untuk menghubungi CS ~slowly but sure~ akan berkurang. Ini pertanda baik bagi efisiensi.

Adapun pada pilihan yang pertama, itu perlu dilakukan ketika perhitungannya menunjukkan bahwa memang terjadi overstaffing. Kelebihan orang. Kalau ternyata kondisi jumlah orangnya pas-pasan, atau mungkin cenderung kurang orang, maka tentu saja pengurangan jumlah karyawan bukanlah keputusan yang tepat. Alih-alih untuk efisiensi biaya operasional, dengan mengurangi jumlah agent nanti bisa menyebabkan factorof easiness to access-nya CS jadi NOL. Itu akan jadi bumerang dan bow waktu bagi perusahaan. Hanya menunggu waktu untuk melihat customers hengkang ke kompetitor.

Untuk tetap memenuhi keinginan top manajemen dalam hal efisiensi biaya operasional yang sangat penting dilakukan adalah 'mengurangi contact per subscribers'. Harus diupayakan bahwa customer tidak merasa perlu menghubungi CS karena mereka sudah teredukasi dengan baik dan jelas di laman FAQ, dan layanan self service yang tersedia. Untuk itu CS manager harus kolaborasi dengan beberapa stakeholders: 

(1) Dengan team produk; Pastikan di setiap titik dari Customer Journey adalah frictionless experience. Sehingga komplain berkurang. 

(2) Dengan team engineering; Resolve semua paint points yang ada dengan tindakan preventif untuk paint points serupa di masa y.a.d. Sehingga mass complaint dapat diantisipasi.

(3) Dengan team marketing/Content writing; Revamping FAQ. Buat laman FAQ yang benar-benar edukatif. Kalimat yang jelas dan mudah dimengerti. Akan lebih keren jika disertai dengan animasi 'how to'-nya. Sehingga pertanyaan umum yang berulang tidak perlu ditanya lagi oleh customers.

(4) Dengan team Helpdesk; Pastikan SOP eskalasi berjalan sesuai yang disepakati. Time to Resolve-nya harus terjaga. Dengan kejelasan SLA per tiket ini membuat pelanggan tidak menghubungi CS terus-terusan untuk cek progress komplainnya. Sehingga repeated tickets dapat dihilangkan.

Ketika empat inisiatif di atas dilakukan dengan ketat, percayalah jumlah tiket/kontak akan berkurang signifikan. Dengan sendirinya nanti akan terjadi overstaffing, disanalah seorang CS Manager dapat melakukan pengurangan karyawan dengan alasan yang sangat reasonable. Dalam hal melakukan pengurangan karyawan, perlu dilakukan dengan standar dan ukuran yang tepat, sehingga yang tersisa adalah benar-benar karyawan berprofuktifitas tinggi saja, sebagai hasilnya akan didapatkan efisiensi biaya operasional yang mencengangkan! :)

Just my2cent:)

2021/03/01

2021/01/18

MENGGENGGAM MASALAH

MENGGENGGAM MASALAH

Di Afrika, ada sebuah teknik yg unik untuk berburu monyet di hutan-hutannya. Si pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup-hidup tanpa harus menggunakan senapan & obat bius.

Cara menangkapnya sederhana saja. Pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang & sempit. Toples itu diisi kacang yg telah diberi aroma untuk mengundang monyet-monyet dtg. Setelah diisi kacang, toples-toples itu ditanam dalam tanah dengan menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa tutup.

Para pemburu melakukannya di sore hari. Besoknya, mereka tinggal meringkus monyet-monyet yang tangannya terjebak di dalam botol tak bisa dikeluarkan. Kok, bisa?

Monyet-monyet itu tertarik pada aroma yg keluar dari setiap toples. Mereka mengamati lalu memasukkan tangan untuk mengambil kacang-kacang yg ada di dalam. Tapi karena menggenggam kacang, monyet-monyet itu tdk bisa menarik keluar tangannya. Selama mempertahankan kacang-kacang itu, selama itu pula mereka terjebak.

Toples itu terlalu berat untuk diangkat. Jadi, monyet-monye itu tidak akan dapat pergi kemana-mana!

Mungkin kita akan tertawa melihat tingkah bodoh monyet-monyet itu. Tapi, tanpa sadar sebenarnya banyak manusia melakukan hal yg sama spt monyet-monyet tersebut.

Mereka mengambil dan menggenggam dunia ini sebanyak-banyaknya, menyeret mereka dalam kerakusan dan ketamakan. Tak sadar bahwa ketamakannya itu telah menjebaknya dalam lubang permasalahan yang berat, tak sedikit yg terseret dalam penjara, bahkan banyak pula yg kehilangan nyawa saling berbunuh-bunuhan karena harta dunia, layaknya monyet menggenggam kacang.

Andai saja monyet itu mengambil sedikit-sedikit kacang itu dan memakannya tentulah dia selamat dan menikmati kacangnya, tapi ketamakannyalah yg membuat tangannya terjebak dalam lobang hingga bisa jadi dia mati menggenggam kacang. Dan tragisnya dia bahkan tidak sempat merasakan kacang itu..

Andai saja manusia itu tidak tamak, mengambil dunia hanya sekedarnya saja, secukup utk bekal keluarga dan untuk beribadah saja, tentu akan selamat. Tidak terjebak pada penyakit hubbud-dunya (cinta dunia yang berlebihan).

Banyak para salafus soleh dahulu memberi contoh untuk mengambil dunia itu hanya sekedar bisa menegakkan tulang punggungnya untuk berdiri beribadah dengannya. Meski demikian, jangan diartikan ini sebagai larangan menjadi aghniya. Di tangan orang soleh, kekayaan itu bisa menjadi berkah untuk diri, keluarga, lingkungan dan masyarakatnya.

Semoga Bermanfaat.

*sharing lama di fb, anonymous.

2021/01/17

Pembelaan Ulama Kepada Sayyid Quthb

Telah beredar video, potongan ceramah yang menikam kehormatan salah satu pejuang muslim, Syaikh Sayyid Quthb Rahimahullah, oleh seseorang. Dia menyebut Syaikh Sayyid Quthb adalah Gembong Terorisme zaman ini. Bukan hanya itu dia juga menuduh para pengagum Syaikh Sayyid Quthb orang yang bodoh tentang aqidah, dll.

Allah Ta’ala berfirman:

ۚكَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ ۚ إِنْ يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا

Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka. (QS. Al-Kahfi: 5)
---

1⃣ Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baaz Rahimahullah: “Kami harap Sayyid Quthb termasuk Syuhada yang mulia.”

Syaikh Abdul Aziz Bin Baaz Rahimahullah berkata dalam kitab Beliau Tuhfatul Ikhwan, tentang Al Ustadz Sayyid Quthb Rahimahullah:

سيد قطب رحمه الله :
نُفّذ في المذكور حكم الإعدام في يوم الاثنين 13/5/1386هـ فرحمة الله عليه وعلى سائر علماء المسلمين ونرجو أن يكون من الشهداء الأبرار .
وقد قُتل معه الشيخ عبدالفتاح إسماعيل ، والشيخ محمد إبراهيم هراس . غفر الله للجميع وكتب الشهادة لهم .
والمذكور له مؤلفات كثيرة مفيدة ، أشهرها وأهمها : تفسيره (( في ظلال القرآن ))

Sayyid Quthb Rahimahullah, dieksekusi dalam hukuman mati pada hari, Senin, 13-5-1386H.

Semoga Allah merahmatinya dan merahmati semua ulama kaum muslimin. Kami berharap semoga Sayyid Quthb termasuk dalam barisan para syuhada yang mulia.

Dan telah dibunuh pula bersamanya, Syaikh Abdul Fattah Ismail, Syaikh Muhammad Ibrahim Hiras, semoga Allah memgampuni mereka semua dan mencatatnya sebagai syuhada.

Disebutkan tentangnya, bahwa dia memiliki banyak karya yang bermanfaat, di antaranya yang terkenal dan penting adalah tafsir Fi Zhilalil Qur’an.

(Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baaz, Tuhfatul Ikhwan bitarajim Ba’dhil A’yaan, Hal. 39)

2⃣ Syaikh Manna’ Al Qaththan -Ketua Mahkamah Syariah Mekkah Al Mukarramah: “Tafsir Fi Zhilalil Quran Kitab Tafsir Yang Sempurna Bagi Kehidupan”

💢💢💢💢💢💢💢

Beliau berkata:

“Syaikh Sayyid Quthb telah menjumpai Rabbnya dalam keadaan Syahid demi membela aqidahnya dengan meninggalkan warisan pemikirannya. Dan , yang paling terdepan adalah kitab tafsirnya yang berjudul Fi Zhilalil Quran. Ini adalah kitab tafsir yang sempurna bagi kehidupan di bawah naungan Al Quran dan petunjuk Islam. Penulisnya hidup di bawah naungan Al Quran yang penuh hikmah, sebagaimana yang dipahami dari judulnya. Beliau menikmati keindahan Al Quran dan mengungkapkannya dengan segala perasaannya yang jujur sehingga sampai pada kesimpulan bahwa umat manusia dewasa ini sedang berada dalam kesengsaraan yang disebabkan berbagai paham dan aliran yang merusak dan pertarungan berdarah yang tiada hentinya ” …dst.

Lalu Syaikh Manna’ juga berkata:

“Bertitik tolak dari pandangan inilah Sayyid Quthb menempuh metode tertentu bagi penulisan tafsirnya.

Pertama-tama dia datangkan satu naungan pada mukadimah setiap surat untuk mengkaitkan atau mempertemukan antara bagian-baiannya dan untuk menjelaskan tujuan serta maksudnya.

Setelah itu barulah dia menafsirkan ayat dengan mengetengahkan atsar-atsar shahih, lalu mengemukakan sebuah paragraf tentang kajian-kajian kebahsaan secara singkat.

Kemudian dia beralih ke masalah lain, yaitu membangkitkan kesadaran, membetulkan pemahaman, dan mengaitkan Islam dengan kehidupan.

Kitab ini terdiri dari 8 jilid besar dan telah mengalami cetak ulang beberapa kali dalam beberapa tahun saja, karena mendapat sambutan baik dari kalangan cendekiawan.”

📚 Syaikh Manna’ Khalil Qaththan, Mabahits fi ‘Ulumil Quran, Hal. 362-363. Maktabah Wahbah, Kairo

3⃣ Syaikh Dr. Abdullah Al Faqih Hafizhahullah: “Tidak benar Sayyid Quthb berfaham takfir.”

Beliau berkata:

وأما القول بأنه رمى المجتمعات الإسلامية شعوباً وحكاماً بالكفر فقول غير صحيح؛ بل رمى بالكفر من يستحقه إذا توفرت الشروط وانتفت الموانع، ونحن نعتقد أن سيد قطب ليس معصوماً بل هو بشر كغيره من الدعاة يؤخذ من قوله ويرد، فلا يجوز أن يغلو فيه أحد فيرفعه فوق منزلته، كما لا يجوز أن يهضمه آخر حقه ويسيء إليه بغير حق، فالعدل والإنصاف هو المطلوب من كل مسلم.

Adapun pendapat yang menyebut bahwa dia (Sayyid Quthb) menuduh masyarakat Islam, baik rakyat dan emerintahnya, telah kafir maka itu pendapat tidak benar.

Tetapi Beliau memvonis kafir kepada yang berhak menerimanya jika memang terpenuhi syarat-syaratnya dan tidak ada penghalangnya.

Kami meyakini bahwa Sayyid Quthb bukan seorang ma’shum (bebas dari salah) tapi dia adalah manusia seperti para da’i lainnya, pendapatnya bisa diambil dan bisa ditolak.

Maka tidak boleh seorang pun berlebihan meninggikannya di atas kedudukannya, sebagaimana yang lain tidak boleh pula menzalimi haknya dan berbuat buruk kepadanya tanpa hak. Maka bersikap adil dan bijak itulah yang dituntut pada tiap muslim.

📚 Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyah, 1/3185, Fatwa 09 Jumadi Tsaniyah 1428

4⃣ Syaikh Abdullah bin Hasan Al Qu’ud Rahimahullah tentang kitab Ma’alim fith Thariq: “Kitab yang telah dibayar mahal penulisnya dengan mati fisabilillah.”

Tentang kitab Syaikh Sayyid Quthb, Ma’alim fith Thariq (Petunjuk Jalan), berkatalah Syaikh Abdullah bin Hasan Al Qu’ud –anggota Hai’ah Kibaril Ulama kerajaan Saudi Arabia- dalam kitabnya, Majmu’ Ar Rasail wa Maqalat, beliau menasihati Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali yang berkali-kali mencela Syaikh Sayyid Quthb:

نقل لي غير واحد قولك في اجتماع أخيار نحسبهم كذلك قولك في كتاب: “معالم في الطريق”: هذا كتاب ملعون.
سبحان الله!! كتاب أخذ صاحبه ثمنه قتلاً نحسبه في سبيل الله بدافع من الروس الشيوعيين لجمال كما يعرف ذلك المعاصرون للقضية، وقامت بتوزيع هذا الكتاب جهات عديدة في المملكة، وخلال سنوات عديدة، وأهل هذه الجهات أهل علم ودعوة إلى الله، وكثير منهم مشايخ لمشايخك، وما سمعنا حوله منهم ما يستوجب ما قلت، لكنك – والله أعلم- لم تمعن النظر فيه قبل أن تغضب، وخاصة الموضوعات: جيل قرآني فريد، الجهاد، لا إله إلا الله منهج حياة، جنسية المسلم عقيدته، استعلاء الإيمان، هذا هو الطريق.. وغيرها مما تلتقي معانيه في الجملة مع ما تدين الله به، فكيف بك إذا وقفت بين يدي الله وحاجك هذا الشخص الذي وصفته الإذاعة السعودية خلال سنوات متوالية بشهيد الإسلام

“Telah berkata kepadaku lebih dari satu orang tentang ucapanmu dalam sebuah perkumpulan baik-baik – saya berharap memang demikian-, ucapanmu bahwa kitab Ma’alim fith Thariq adalah kitab terlaknat. Subhanallah! Kitab yang telah dibayar mahal oleh penulisnya dengan mati di jalan Allah karena menentang penguasa komunis Mesir Jamal Abdun Nashir, sebagaimana diketahui oleh orang-orang pada masa itu. Padahal buku tersebut telah disebarkan oleh banyak pihak dikerajaan Saudi sejak bertahun-tahun lamanya, dan mereka adalah para ahli ilmu dan para da’i ilallah, dan banyak di antara mereka adalah syaikh dari syaikh-syaikhmu sendiri. Dan tidak satu pun di antara mereka mengatakan seperti yang engkau katakan. Tetapi engkau ini – wallahu a’lam- tidak mau memahami lebih mendalam apa yang engkau bicarakan sebelum marah, khususnya pada tema-tema kitab itu seperti: Jil Qur’ani farid (Generasi Qurani Yang Istimewa), Al Jihad, Laa Ilaha Illallah Manhajul Hayah (Laa Ilaaha Illallah sebagai Konsep Hidup), Jinsiyyatul Muslim wa ‘Aqidatuhu (Identitas seorang Muslim dan Aqidahnya), Isti’la Al Iman (Ketinggian Iman), Hadza Huwa Thariq (Inilah Jalan Itu) … dan tema lain, dimana secara global adalah bermakna nilai keberagamaanmu kepada Allah. Bagaimana denganmu nanti jika di hadapan Allah, jika orang ini mendebatmu? Padahal orang ini telah bertahun-tahun lamanya oleh media massa Saudi sebagai syahidul Islam?”

http://www.factway.net/vb/348099-post9.html

5⃣ Syaikh Umar Sulaiman al Asyqar. Seorang ulama Quwait, dosen Fakultas Syariah di Universitas Quwait

Dia berkata, “Sayyid Quthb -rahimahullah mendalami Islam secara orisinil sehingga beliau mencapai masalah secara mendasar seperti manhaj salaf, pemisahan total antara manhaj Al Qur’an dan filsafat, memurnikan sumber ajaran Islam dari lainnva. membatasi standar hukum hanya dengan Al Qur’an dan As Sunnah dan bukan pada pribadi atau tokoh tertentu. Sayyid Quthb menerapkan cara istimbath langsung dari nash seperti

yang dilakukan salaf. Akan tetapi, sayangnya beliau tidak memiliki kesempatan mempelajari manhaj Islam. Oleh karena itu, terkadang ada beberapa titik rancu dalam tulisannya meskipun beliau sudah berupaya mengkaji secara serius untuk berlepas dari kerancuan. Pastinya, Sayyid Quthb tidak melakukan hal tersebut karena hawa nafsunya.” (Jasim al Muhalhil, Ikhwanul Muslimin, Deskripsi, Jawaban, Tuduhan, dan Harapan, hal. 124)

6⃣ Syaikh Al Albani: “Sayyid Quthb Memperbaharui Da’wah Islam Bagi Para Pemuda.

العلامة الألباني : سيد قطب جدد دعوة الإسلام
في قلوب الشباب
سئل عن كتاب سيد قطب : ( جاهلية القرن العشرين ) فأنكر الشيخ أن يوصف القرن العشرين بالجاهلية ثم قال : ( ثم إن في كلام سيد قطب رحمه الله وفي بعض تصانيفه مما يشعر الباحث أنه كان قد أصابه شيء من التـحمس الزائد للإسلام في سبيل توضيـحه للناس ، ولعل عذره في ذلك أنه كان يكتب بلغة أدبية ، ففي بعض المسائل الفقهية كحديثه عن حق العمال في كتابه : ( العدالة الاجتماعية ) أخذ يكتب بالتوحيد وبعبارات قوية تـحيي في نفوس المؤمنين الثقة بدينهم وإيمانهم ، فهو من هذه الخلفية في الواقع قد جدد دعوة الإسلام في قلوب الشباب وإن كنا نلمس أحياناً أن له بعض الكلمات تدل على أنه لم يساعده وقته على أن يـحرر فكره من بعض المسائل التي كان يكتب حولها أو يتـحدث فيها ) ا.هـ
المرجع: كتاب (حياة الألباني وآثاره وثناء العلماء عليه) تصنيف محمد بن إبراهيم الشيباني ، الجزء الأول

Al ‘Allamah Al Albani: Sayyid Quthb Memperbarui Da’wah Islam dalam Dada Para Pemuda

Beliau ditanya tentang kitab Sayyid Quthb (Jahiliyah Abad 20), Syaikh menolak abad 20 disifati dengan jahiliyah, kemudian dia berkata:

“Kemudian, pada ucapan Sayyid Quthb Rahimahullah dan pada sebagian karyanya terkandung di dalamnya pembahasan yang begitu menyentuh, bahwasanya beliau dalam menjelaskan kepada manusia dibarengi semangat menggelora terhadap Islam, semoga itu adalah sebagai ‘uzur baginya, beliau menulis dengan bahasa sastra, lalu pada sebagian masalah fiqih seperti pembicaraannya tentang hak para pekerja dalam kitab Al ‘Adaalah Al Ijtima’iyah, dia menulis tentang tauhid dengan kata-kata yang begitu kuat yang menghidupkan jiwa orang-orang beriman yang percaya dengan agama dan keimanan mereka. Maka, itulah yang melatarbelakangi kenyataan bahwa dia telah memperbaharui dakwah Islam di dalam dada para pemuda. Sesungguhnya kami menemukan, kadang bahwa beliau memiliki sebagian perkataan yang menunjukkan waktu yang ada tidak membantunya membebaskan pemikirannya pada sebagian permasalahan yang dahulu pernah ditulisnya atau dibicarakannya.”

Referensi: Hayatu Al Albani wa Aatsaruhu wa Tsana’u Al ‘Ulama ‘Alaih, Juz. 1. disusun oleh Muhammad bin Ibrahim Asy Syaibani.

📚 Mudzakarah Al Watsaiq Al Jaliyyah, Hal. 49

‼‼‼‼‼

Siapa pun bisa berbuat salah, termasuk Syaikh Sayyid Quthb Rahimahullah dan tokoh lainnya, sebab yang ma’shum hanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Tapi, kesalahan itu tidak boleh membuat mulut kita tidak terkontrol, dengan menikam mereka dengan sebutan yang buruk dan sangat tidak pantas.

Wallahul Musta’an

🌸🍃🌻🌿🌺🌴🌾☘

✍ Farid Nu’man Hasan

Source: http://depok.tanyasyariah.com/syubhat-wa-rudud/pembelaan-ulama-kepada-sayyid-quthb.html

2020/12/29

BAIKKAH MAKAN PISANG SAAT PERUT KOSONG?

JANGAN MAKAN PISANG SAAT PERUT KOSONG

photo: https://www.indonesia.go.id/
Saya yakin semua kita disini suka makan pisang ya? Apapun jenisnya, buah yang ada disebut dalam al-Qur'an
["Dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya)." QS Al-Waqi'ah: 29] ini memang luar biasa khasiat dan manfaatnya. Pisang memiliki kandungan karbohidrat dan pottasium dengan jumlah yang terbilang banyak. Buah ini dapat memberi efek mengenyangkan, meredakan demam, bahkan melancarkan sistem pencernaan. Bukan saja karena manfaatnya tersebut, rasanya juga enak dan manis serta memiliki aroma yang lembut membuat penikmatnya tidak pernah bosan dengan buah ini.

Namun, dibalik banyak manfaat pisang tersebut, ada satu hal yang perlu diperhatikan yakni waktu yang tidak tepat untuk mengonsumsinya.

Ternyata, sangat-sangat tidak baik untuk mengonsumsi pisang di saat perut kosong. Memakan pisang dalam keadaan perut kosong bisa mengganggu organ hati karena tingginya jumlah gula alami dalam pisang. Juga Anda akan merasa merasa lemas, mengantuk dan lelah. Pisang bersifat asam yang bisa menyebabkan masalah usus jika dikonsumsi pada saat perut kosong.

Untuk menetralkan asamnya bisa juga makan dengan buah yang ada sifat basanya atau alkali. Di antara buah-buahan yang bersifat alkali ini adalah alpukat, pepaya, semangka, lemon, anggur, kiwi dan kelapa muda.

2020/01/23

Tenang, Allah is the BEST Planner for You!

Cerita 1:
Dulu saya hampir saja masuk SMU Plus Muthohhari pimpinan Jalaluddin Rahmat. Ingin sekali bersekolah disana. Waktu itu nama kang Jalal masih harum sebagai salah seorang cendekiawan muslim di tanah air. Niat banget sekolah di Muthohhari, saya survey lokasi ke sana, tepatnya di Jl. Kampus Kiaracondong kota Bandung. Lulusan SMU ini waktu itu mudah sekali mendapatkan beasiswa S1 ke Jerman dan beberapa negara Eropa lainnya. Lingkungan sekolahnya juga kondusif untuk belajar. Tenang. Tapi, takdir bicara lain, ada sedikit masalah dengan 'keuangan', gak jadi masuk deh. Kecewa!
Bertahun-tahun kemudian, baru terbuka kedoknya kang Jalal, ternyata ybs penganut syi'ah. Lucky me, gak jadi masuk kesana! Kalau saja masuk dulu kesana bisa jadi skrg saya ikut kaum penghalal nikah mut'ah pula. Jadi kelompok pecinta Ali ra tapi pembenci dan memusuhi khulafaurrasyidin yang lain. Na'udzubillah!

Cerita 2:
Pernah ada seorang anggota dewan yang mengajak saya jadi 'staf ahlinya'. Saya sampaikan waktu itu bahwa saya belum punya ijazah S2, jadi gak lolos syarat dong!
'Gak apa-apa katanya'. Itu bisa diatur. 'Yang penting mau dulu. Nanti bisa kita daftarkan ke salah satu kampus, yang penting udah tercatat jadi mahasiswa S2, syaratnya dah ok', begitu kata 'bapak' ini menguatkan. Saya tergiur. Meski saya harus jujur untuk katakan bahwa gaji resminya lebih kecil dari yang saya dapat dari kantor tempat bekerja waktu itu. Tapi katanya akan ada banyak masukan lain dari proyek-proyek 'kecil'. Halal lah, katanya. Wow, saya jadi yakin. Halal kok. Tapi rupanya almarhum papa, punya firasat lain. Saya memang tidak dilarang, tapi maksudnya terlihat kurang setuju kalau saya ikut di staf ahli bapak tadi. Padahal saya berharap almarhum endorse pilihan itu, nyatanya tidak. Kecewa!
Beberapa bulan kemudian, si anggota dewan ini 'kena' garap, oleh aparat penegak hukum. You know lah what I mean!  Skrg ybs masih 'mondok' di LP Sukamiskin. Meski orangnya saya paham beliau ini orang baik, tapi sistem yang ada membuatnya terseret-seret. Lucky me, alhamdulillah saya gak jadi ikut bersamanya. Kalau jadi waktu itu mungkin dah bolak-balik ke persidangan pula.
Astaghfirullah.

Cerita 3:
Awal 2018, sebuah perusahaan ecommerce ternama di Thailand wanted to hire me as their regional head di salah satu departemennya. Berkantor di Bangkok. Kudu tinggalin keluarga deh di Bekasi or titipin ke Bandung. hehe. Kalau dibawa ke Bangkok gimana? Saya ngeri life style disana. Tidak kondusif buat anak-anak. Saya tinggal tandantangan NDA dan lanjut employment agreement aja, berangkat ke Bangkok deh.
Saya konsultasi dengan keluarga. Telpon orang tua. Minta doa restu. Entah kenapa, mereka berdua tidak nyaman bila saya hidup di Bangkok. Tidak melarang, seperti biasa, tapi sama sekali tak ada dukungan! Wah, kalo dah urusan sama ortu saya konservatif banget deh. Nurut aja. Nyatanya benar, setelah sholat istikhoroh dan doa, jawabannya saya harus batalkan. Tentu dengan professional manner, saya sampaikan my decision to the recruiter. Apology! Meski memberikan pilihan sendiri begitu, saya sedikit kecewa juga, apalagi dah ngebet betul, biar si anak kampung ini bisa dapat 'regional/global exposure' di kawasan ASEAN.

Cerita tak sampai disitu. Hanya beberapa hari saja setelah itu proses interview saya yang lain 'DEAL'. Engaged dengan sebuah perusahaan new disruptive Telco di Singapore. Term n Conditionnya lebih mengasyikkan, saya diperbolehkan bolak-balik per dua minggu atau sesuai kebutuhan Indo-SG. Jadi deh! Ortu setuju kalo di SG. hahai alhamdulillah 'ala kulli hal. Anak isteri juga mendukung. Tahun pertama banyak bolak-balik kesana. Masuk tahun kedua sudah stay terus di ID, insyaAllah segera launching disini.

So my friends, jangan pernah sesali jalan hidup. Sabar dan ikhlaskan saja, apapun itu. Semua sudah ada qodo dan qadarnya. Senantiasa pula terus memperbaiki diri. Tingkatkan kualitas diri. Perbanyak relasi. Sambungkan terus silaturrahmi. Perkuat jejaring. Oh ya, secara khusus untuk adik-adik angkatan, perdalam terus kemampuan bahasa asingnya ya! English is a must. InsyaAllah akan ada cahaya terang di ujung sana!
MasyaAllah. Tabarakallahu!
---
*Afwan tak bermaksud menggurui apalagi sok-sok'an. hehe. Tujuan tulisan ini hanya untuk mengafirmasi rasa syukur kami pribadi, syukur-syukur bisa menginspirasi.

Salam!