2012/03/05
2012/03/02
Haura Faina*
Alhamdulillah, buah hati kedua
kami yang sudah 9 bulan ditunggu-tunggu akhirnya terlahir. Dengan proses
persalinan normal dan sedikit ditambah tindakan vacuum, suara tangisan lucu dan
menggemaskan itu ikut menyambut datangnya pagi di kota Bandung. Tepat pukul
05.10 WIB, hari Kamis tanggal 23 Februari, bayi perempuan kami ini terlahir.
Hawa dingin di kota Bandung saat itu jadi terasa hangat membahagiakan bagi kami
sekeluarga.
Proses perjuangan sang umi luar
biasa hebat. Dimulai dengan tanda-tanda persalinan akan segera tiba, si umi (sebutan untuk isteri saya)
merasakan tarikan hebat di bawah perut disertai dengan rasa panas di pinggang
belakang bagian bawah. Tanda-tanda ini memang lazim bagi ibu-ibu yang akan
melahirkan. Subhanallah. Mengikuti proses persalinan ini, membuat kita semakin hormat kepada ibu kita. luar biasa pengorbanan dan perjuangannya. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan curahan nikmat dan kasih sayang kepada ibu kita, baik yang masih ada maupun yang sudah mendahului kita menemu sang Khaliq. Demikian juga kepada bapak kita, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT dan dalam kebaikan selalu.
***
Rabu malam tanggal 22 Februari 2012, sekira pukul 19.00 si
umi diantar oleh teh Neng (kakak si umi, karena tempat tinggal kami memang ada di komplek dan blok yang sama)
ke bidan karena sudah mulai merasakan tanda-tanda persalinan. Untungnya tempat bidan ini dekat rumah di komplek tempat kami tinggal. Waktu itu saya
masih berada di sekitar kantor, baru saja mau pulang ke rumah. Ternyata di 'pemeriksaan
dalam' oleh bidan tersebut, sudah ‘pembukaan dua’ (istilah dalam penyebutan saat melahirkan, ditandai dengan pembukaan 1 sampai pembukaan 10/lengkap di mulut rahim). Tanpa menunggu waktu lagi, si umi dan
teh Neng segera menuju rumah sakit
bersalin ‘Harapan Keluarga’ yang disana memang ada dokter Ali Suratman, Sp.OG,
dokter langganan kami untuk konsultasi dan check-up selama masa kehamilan. Pada proses persalinan ini, saya dan isteri memang sudah sepakat untuk 'lahiran' di tempat dokter Ali yang berada di sekitar Pasir Luyu kota Bandung tersebut.
***
Alhamdulillahnya, sesaat sebelum
si umi berangkat menuju Harapan Keluarga, saya sudah berada di depan rumah kami, baru pulang ngantor.
Sebuah taxi blue-bird, yang waktu itu dibawa oleh driver bernama pak Untung
sudah siap mengantar si umi dan beberapa anggota keluarga ke RS bersalin yang
disebutkan tadi. Saya sebagai suami tentu saja ikut dengan ‘rombongan’ kecil
ini.
Setengah jam kemudian, kami tiba
di RS Harapan Keluarga. Teh Neng membantu saya mengurus hal-hal administratif,
sementara saya mendampingi si umi menuju kamar pemeriksaan. Tepat pukul 21.30,
sudah masuk pada tahap pembukaan 3-4. Hal ini bertahan sampai sejam kemudian.
Tahap pembukaan 7-8 terjadi pada
pukul 01.30 dini hari Kamis 23 Februari 2012. Kemudian sampai pada pembukaan
lengkap pukul 03.30, 2 jam kemudian. Namun karena posisi kepala janin kami
masih agak tinggi di atas rahim, maka si umi disuruh dulu ‘rebahan’ menyamping
sambil menunggu ‘mules’.
Kemudian, pada pukul 04.00 pagi
itu juga si umi diminta kembali melakukan proses ‘mengedan’nya. Namun karena
sudah begadang semalaman, dan energi sudah sangat terkuras, si umi tidak kuat
terus mengedan, sampai akhirnya dokter Ali meminta izin kepada saya untuk
melakukan tindakan bantuan, berupa proses vacuum. Dengan sedikit pemahaman
tentang segala kemungkinan dan resikonya saya mengizinkan, yan penting, si umi
dan bayi kami sehat dan selamat. Alhamdulillah puteri cantik kami akhirnya
terlahir dengan sehat dan selamat. Demikian juga si umi yang sehat dan baik
juga. Semoga selalu demikian. Amiin ya Allah.
---
Ya Allah ya Tuhan kami, mohon
beri kami kekuatan untuk bisa menjaga, merawat dan mendidik putera-puteri kami
agar bisa menjadi anak-anak yang soleh dan solehah, menjadi qurrata a’yun waj’alna
lil muttaqiina imama.. Amiin Ya Rab ‘alaamiin.
*puteri kami ini kami beri nama dengan nama 'Haura Faina', gabungan dua kata dari bahasa yang berbeda. Haura dari bahasa Arab berarti 'wanita berkulit putih bermata hitam', dan Faina berasal dari bahasa Celtic yang berarti 'yang selalu membawa kegembiraan'.
2012/02/21
Just Another Story of 'Silaturrahiim'
Sebelum saya memulai cerita ini, izinkan dulu saya
mengajukan pertanyaan berikut ini: Sudah berapa lama terakhir kalinya Anda melakukan
kontak (bisa menemui atau menelpon, sms, chat, dll) dengan sahabat-sahabat Anda?
Berapa lama? Semoga tidak seperti kisah kawan di bawah ini:
Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan seorang sahabat
lama. Tidak terlalu lama juga. Hanya sekira dua tahun lebih kami tidak saling
bertemu. Komunikasi lewat hp atau email pun sangat langka. Bukannya saya gak
mau, tapi kontak saya sering diabaikannya.
Terakhir bertemu dulu ketika dia meminta informasi lowongan
kerja kepada saya. Karena memang waktu dia sedang ‘unemployed’ alias sedang
tidak bekerja. Tidak punya usaha atau bisnis juga, sementara usianya sudah
terus menanjak naik, melewati angka 28 tahun. Tentu saja baginya kondisi (belum punya
penghasilan tetap) tersebut sangat tidak baik, lebih pula bagi seorang pemuda
yang mempunyai 2 adik perempuan yang harus diperjuangkannya kelak.
Flash-back sebentar ke masa dua tahun yang lalu.
Alhamdulillahnya pada waktu itu, sangat kebetulan ada
seorang kawan lain yang sedang mencari karyawan untuk perusahaan bosnya,
perusahaan penjualan otomotif ternama. Dan ia pun menginformasikan juga kepada
saya. Tentu saja, gayung bersambut. Lowongan ini tidak disia-siakan oleh kawan
yang sedang mencari pekerjaan tadi.
Saya minta dia segera menyiapkan berkas lamaran dan bisa
langsung menghadap HRD dari perusahaan yang sedang mencari karyawan tadi. Fortunately, dia lulus di tahap rekrutmen, kemudian
ikut training dan terus diterima sebagai tenaga baru di perusahaan tersebut,
meski dikontrak, tapi langsung kontrak 2 tahun sekaligus. Alhamdulillah.
Semenjak itu, saya hanya mendengar kabar tentangnya dari
kawan lain, atau sesekali saya lihat di laman facebook-nya. Praktis tidak ada
lagi kontak dengan saya. Saya hanya berfikir positif saja, mungkin karena
kesibukannya sehingga email saya juga dilewat begitu saja.
Kalau dilihat dari statusnya di facebook, terlihat dia betah
di perusahaan tersebut dan tampak lebih gemuk hanya setelah 3 bulan semenjak
bekerja. Sebagai teman tentu saja saya bersyukur melihat keadaannya yang tampak
lebih ‘makmur’ itu.
Kembali ke masa kini.
Beberapa hari yang lalu itu (setelah berselang dua tahun),
tahukah pembaca sekalian, berita apa yang dia bawa? Kenapa tiba-tiba setelah
tepat dua tahun baru sempat mampir ke rumah kami? Ternyata, ini terkait dengan
statusnya yang kembali menjadi ‘un-emplyed’, alias nganggur. Kontrak dua
tahunnya tidak diperpanjang. Entah karena performansi kerjanya tidak bagus,
atau ada alasan lain dari perusahaannya. Saya tidak tahu. Dan tidak ingin tahu
juga.
Dia membuka percapakannya,’Tolong aku fren, tolong dibantu rekomendasikan ke temanmu yang di HRD
kami itu’. ‘Wah wah ada apa ini’ Tanya
saya. Dia pun menceritakan tentang kontrak kerjanya yang tidak diperpanjang
itu.
‘Waduh, maaf banget sob,
bukannya saya gak mau bantu. Tapi tiap HRD itu pasti dah punya mekanisme
tentang diperpanjang atau tidaknya seorang karyawan. Dan itu baku. Tentu saja
pihak lain tak bisa mempengaruhi’ Jawab saya beralasan. ‘Kalau gak, minta tolong kasih relasi lain
la yang mungkin sedang butuh karyawan juga’ katanya memelas.
Sebenarnya saya sangat ingin membantu, sejauh yang saya
bisa. Tapi memang saat ini saya belum dapat info lagi tentang lowongan di
perusahaan-perusahaan yang kebetulan banyak staff HR-nya teman mengaji saya
waktu kuliah dulu.
‘Seandainya aja situ
menghubungi saya bulan kemarin, mungkin situ bisa ikut seleksi di tempat kerja kakak
saya sob’ kata saya. ‘Iya siy, tapi bulan
kemarin aku sangat yakin pasti bakalan diperpanjang.’ Katanya. ‘Nah itu lah perlunya kita menjaga
sillaturrahiim, sambut saya setengah menceramahi. Udah butuh baru maksain datang
silaturrahim. Waktu lagi enak terima gaji gede kemarin-kemarin, lupa ke saya’.
kata saya sambil bercanda agar dia tidak tersinggung.
Tapi memang benar, pembaca sekalian, bulan kemarin dibuka
lowongan untuk posisi pengawas di tempat kerja kakak saya, dan statusnya
setelah satu tahun kontrak bisa berpeluang jadi ‘permanent employee’. Test
masuknya pun tidak susah-susah amat. Saya
yakin dengan kualifikasi yang dimiliki kawan tadi, dia bisa lulus. Namun itu
lah, karena saya tidak tahu bahwa dia akan butuh maka info ‘penting’ ini saya
kasih tahu ke anak tetangga, dan sekarang dia lagi persiapan proses training di
situ.
---
Sementara, kawan yang sedang butuh kerja tadi, sekarang
adalah hari kedelapannya mulai hunting job-vacation lagi di kompas sabtu
minggu, karir.com, jobsdb.com dan situs lowongan kerja lainnya. Saya doakan
segera dapat yang terbaik, sob!
---
Cerita seperti ini bisa jadi sangat sederhana, dan banyak
pembaca sekalian yang pernah mendengar atau mungkin mengalaminya sendiri.
Namun, bagi kita yang sedang belajar menjadi pribadi yang baik tentu bisa
menarik hikmah darinya. Bahwa silaturrahiim itu sangat perlu dilakukan, baik
dalam keadaan lapang atau pun sempit, sedang sibuk ataupun senggang. Terlebih dari
itu, salah satu rahasia dari silaturrahiim, yakni bisa memudahkan rezeki memang
terlihat dari cerita di atas. Seperti sabda Nabi Muhammad SAW: ‘Barangsiapa yang ingin
dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali
silaturahmi" (HR. Bukhari Muslim).
Semoga kita termasuk dalam kategori pribadi yang baik, mudah
terinspirasi dan rajin menjaga silaturrahiim. Amiin
Bandung, 21 Februari 2012
2012/02/15
Kehebatan Hikmah DNA
DNA adalah sumber segala sumber hayati sekaligus cetak biru seorang manusia.
Ada satu modal dasar terpenting yang dikaruniakan Allah swt kepada setiap manusia yaitu DNA (Deoxyribose Nucleic Acid) atau untaian asam nukleat. Siapapun orangnya , sejak zaman nabi Adam as hingga datangnya hari kiamat nanti, memiliki sesuatu didalam tubuhnya yang bernama DNA nukleat.
Andaikan tubuh manusia itu sebuah bangunan, perencanaan dan proyek lengkapnya hingga ke detail terhalus ada didalam DNA.
Semua tahapan perkembangan manusia dalam rahim ibu dan setelah
kelahiran berlangsung dalam kerangka program yang telah ditentukan
sebelumnya. Ialah "kode-kode rahasia" yang akan memprogram apa dan
bagaimana seorang manusia, termasuk tampilan fisiknya, mulai dari rambut
beserta warnanya, hidung beserta panjang pendeknya, kulit beserta
warnanya, sampai telapak kaki dengan ukurannya.
DNA
adalah sumber segala sumber hayati sekaligus cetak biru seorang
manusia. Pembentukan kecerdasan intelektual, motorik, dan emosi sangat
bergantung kepada kualitas DNA. Demikian kualitas kesehatan manusia
sangat bergantung pada kualitas DNA nya.
Sifat biologispun diturunkan atau diwariskan melalui DNA dan struktur gabungannya yang bernama kromosom. Dengan kata lain, bentuk informasi di dalam DNA akan mengendalikan ribuan operasi dan sistem yang berjalan didalam sel dan tubuh.
Pada
manusia, kerja DNA terbilang sangat unik. Apabila jalur kebahagiaan,
kedermawanan, syukur nikmat, dan jalur-jalur kebaikan lainnya menjadi
jalur yang sering kita pakai, jalur-jalur itupun akan menjadi kuat,
aktif dan terlatih.
Andaipun
kebahagiaan yang didapatnya kecil, dia bisa ditingkatkan
intensitasnya. Namun sebaliknya, apabila jalur ketakutan,
ketidakbahagiaan, keluh kesah, dan kufur nikmatnya yang mendominasi
dan senantiasa diaktifkan gen yang aktifpun adalah gen yang akan
diproduksinya hormon-hormon kecemasan, ketakutan, dan sifat agresif.
Oleh karena itu disini ada kesatuan, dimana pada orang-orang culas dan
gemar maksiat, gen yang aktifnya pun adalah gen culas dan gen maksiat
juga. Adapun pada otak ahli syukur dan ahli kebaikan, gen yang
aktifnya pun gen cinta dan rasa syukur.
Sekali lagi semua potensi luar biasa ini ada didalam DNA. Akan tetapi, pembawaan yang terlatih dan paling sering diapakailah yang akan aktif. Ketika sedikit saja sinyal diberikan, dia akan langsung diekspresikan. Adapun yang jarang dipakai, perlahan tapi pasti akan menjadi lemah, aus, rusak dan tidak aktif. Memang, gen-gen yang aus dan jarang diapakaipun bisa saja digunakan. Akan tetapi, dia memerlukan waktu yang lebih lama dan lebih keras untuk mengaktifkannya kembali.
Sekali lagi semua potensi luar biasa ini ada didalam DNA. Akan tetapi, pembawaan yang terlatih dan paling sering diapakailah yang akan aktif. Ketika sedikit saja sinyal diberikan, dia akan langsung diekspresikan. Adapun yang jarang dipakai, perlahan tapi pasti akan menjadi lemah, aus, rusak dan tidak aktif. Memang, gen-gen yang aus dan jarang diapakaipun bisa saja digunakan. Akan tetapi, dia memerlukan waktu yang lebih lama dan lebih keras untuk mengaktifkannya kembali.
Dengan
demikian, untuk membentuk akhlak yang mulia pembiasaan, penguatan,
ataupun interalisasi nilai-nilai kebaikan harus terus dilakukan sehingga
dari sebuah fikiran bisa menjadi sebuah kebiasaan dan tabiat.
Disinilah peranan lingkungan, khususnya orangtua dan guru menjadi
sangat penting, itulah sebabnya Rasulullah saw mengingatkan bahwa setiap
manusia terlahir dalam keadaan suci dan membawa beragam potensi yang
bisa diaktifkan, akan tetapi, lingkungan lah yang berpengaruh besar
dalam membentuk karakter dan kepribadian seseorang kelak dikemudian
hari, apakah menjadi beriman atau tidak, apakah berprestasi atau malah
prustasi.
Setidaknya ada enam hal positif yang bisa ditumbuhkan pada setiap individu manusia :
1. Membuka diri untuk menyerap wawasan yang luas.
2. Memiliki keinginan atau dreams yang bisa membangkitkan energi positif dalam diri.
3. Bergaul dengan lingkungan yang baik yang dapat menstimulus dan menghidupkan gen-gen positif yang ada dalam diri kita.
4. Menginspirasi momen yang dijumpai.
5. Berusahalah untuk senantiasa berpikit positif.
6. Selalu melakukan latihan terus menerus sehingga pengaktifan DNA akan bisa dimunculkan secara spontan berimplikasi positif bagi potensi diri.
Satu hal lagi Sobat!..Jadi, badan kita ini memang akan menjadi saksi di akherat kelak (Lihat QS.Yasiin:65). Jika mulut mencoba mengingkari suatu tuduhan dalam pengadilan Allah nanti, maka yang akan membantah adalah tangan kita sendiri, dan kaki kita akan menjadi saksi. Ini adalah peringatan yang sangat kuat yang harus selalu kita renungkan.
Setidaknya ada enam hal positif yang bisa ditumbuhkan pada setiap individu manusia :
1. Membuka diri untuk menyerap wawasan yang luas.
2. Memiliki keinginan atau dreams yang bisa membangkitkan energi positif dalam diri.
3. Bergaul dengan lingkungan yang baik yang dapat menstimulus dan menghidupkan gen-gen positif yang ada dalam diri kita.
4. Menginspirasi momen yang dijumpai.
5. Berusahalah untuk senantiasa berpikit positif.
6. Selalu melakukan latihan terus menerus sehingga pengaktifan DNA akan bisa dimunculkan secara spontan berimplikasi positif bagi potensi diri.
Satu hal lagi Sobat!..Jadi, badan kita ini memang akan menjadi saksi di akherat kelak (Lihat QS.Yasiin:65). Jika mulut mencoba mengingkari suatu tuduhan dalam pengadilan Allah nanti, maka yang akan membantah adalah tangan kita sendiri, dan kaki kita akan menjadi saksi. Ini adalah peringatan yang sangat kuat yang harus selalu kita renungkan.
Secara ilmiah kita bisa mengatakan bahwa badan kita ini memang bisa
menjadi saksi dari seluruh perbuatan kita. Sebuah teori mengatakan bahwa
sebenarnya segala kejadian di alam raya ini tidak ada yang hilang
tanpa terekam.
Kejadian-kejadian
itu terekam di angkasa juga di dalam diri kita sendiri. Sebagai
contohnya dari proses perekaman ini adalah fungsi DNA dan gen. DNA dan
gen berfungsi sebagai perekam semua bentuk dan karakter/watak kita.
DNA terdapat di dalam gen, gen ada di dalam kromosom, dan kromosom
terdapat di dalam sel. Dan perlu kita tahu bahwa semua makhluk hidup
memiliki sel. Baik DNA, gen, kromosom, dan sel, semuanya adalah
benda-benda mikroskopis (yang hanya bisa dilihat dengan mikroskop).
Tetapi
justru di dalam DNA itulah terekam seluruh informasi mengenai diri
kita. Apakah rambut kita ikal atau lurus, hidung kita pesek atau
mancung, watak kita penggembira atau gampang sedih, watak kita supel
atau tertutup, semuanya ada di dalam benda-benda yang tak terlihat oleh
mata telanjang kita.
Oleh
karenanya, jika Al-Quran mengatakan bahwa badan kita menjadi perekam
dari seluruh perbuatan kita, adalah suatu hal yang benar adanya.
Karena di dalam tubuh kita ini terdapat milyaran DNA dan gen. Dan
semuanya itu kelak akan berbicara pada Allah SWT melalui tangan dan
kaki kita seperti dilukiskan di dalam surat Yasin ayat 65 tsb.
Maka
dari itu, semua ini harus menjadi peringatan bagi kita. Hidup di
dunia hanya satu kali. Setiap kejadian yang kita alami hanya terjadi
sekali. Bahkan setiap detik, menit, dan jam, tidak mungkin terulang
lagi. Maka hendaknya kita terus berupaya meningkatkan kulaitas hidup
kita secara SERIUS. Sebelum semuanya terlambat, yakni menyesal hebat
karena tidak bisa menggunakan apa yang di dunia dengan benar sesuai
tuntunan dan petunjuk Allah melalui Rasul-Nya.
Demikian semoga bermanfaat.
Referensi : Dr. Tauhid Nur Azhar
Sumber: Klik Disini
2012/02/13
Mencari Kesempurnaan
Suatu hari seorang pemuda bertanya pada gurunya. Pemuda: Guru, Bagaimana
caranya agar kita mendapatkan sesuatu yang paling sempurna dalam hidup?Guru: Berjalanlah lurus di taman bunga, lalu petiklah bunga yang paling indah menurutmu & jangan pernah kembali ke belakang.
Setelah berjalan dan sampai di ujung taman, Pemuda pun kembali dengan tangan hampa . . .
Lalu guru bertanya: Mengapa kamu tidak mendapatkan bunga satu-pun?
Pemuda: Sebenarnya tadi aku sudah menemukannya tapi aku tidak memetiknya karena aku pikir mungkin yang di depan pasti ada yang lebih indah, namun ketika aku sudah sampai di ujung, aku baru sadar bahwa yang aku lihat tadi adalah yang terindah, dan aku pun tak bisa kembali ke belakang lagi!
Dengan tersenyum guru berkata: "Ya, itulah hidup. Semakin kita mencari kesempurnaan, semakin pula kita tak akan pernah mendapatkannya, karena sejatinya kesempurnaan yang hakiki tidak pernah ada. Yang ada hanyalah keikhlasan hati kita untuk menerima kekurangan. Marilah kita sadari bahwa apa yang kita dapatkan hari ini adalah yang terbaik menurut Allah & jangan pernah ragu, karena kesadaran itu akan menjadikan kita nikmat menjalani hidup ini. dan kesempurnaan hanyalah milik Allah."
-
Picture is powered by google
2012/02/12
Say What to CLBK?
Sejak maraknya situs jejaring sosial seperti Facebook, Cinta Lama
Bersemi Kembali (CLBK) nampaknya ikut menjadi tren. Kalau yang melakoni
CLBK sama-sama masih lajang sih tidak ada masalah, tapi yang menjadi
masalah yang melakoni adalah mereka yang sudah menikah! Facebook
menggoyahkan dan mengahancurkan pernikahan sungguh bukan rumor, tapi
nyata, nyata, dan nyata.
Ada seorang istri yang meninggalkan suaminya, kemudian menikah lagi
dengan teman SD yang ditemuinya kembali lewat Facebook. Ada seorang
suami yang kerap kali mengirim pesan dan rayuan mesra kepada wanita lain
yang masih dicintainya, lagi-lagi lewat Facebook. Ada wanita, sudah
menikah, rajin sekali menulis di Wall Facebook seorang lelaki yang bukan suaminya untuk memberikan sejuta perhatiannya. Nauzubillahi minzaliik…
Diawali dengan perjumpaan kembali di Facebook, meninggalkan pesan di inbox, chatting,
reuni, terus berlanjut dan berlanjut. Di mata si laki-laki si dia
terlihat semakin cantik, menarik, semakin memesona. Di mata si perempuan
si dia terlihat sukses dalam karir, mapan, dan semakin dewasa. Cinta
lamapun bersemi kembali.
Saling menyapa mesra, memberikan perhatian istimewa, berbagi cerita,
curhat, bernostalgia. Apalagi jika perpisahan yang dulu terjadi bukan
karena hal yang sangat prinsip, misalnya hanya karena pisah atau pindah
sekolah. Ditambah lagi mereka menemukan banyak kekurangan pada pasangan
sekarang (baca: suami/istri). CLBK menjadi kian tak terelakkan. Hanya
si dia yang kini bertahta di pikiran kita.
Ketika cinta lama bersemi kembali maka semua terasa indah, hidup
menjadi lebih bergariah, ada sensasi yang luar biasa. Benar sekali,
karena setan menjadikan segalanya terasa indah buat mereka, ada khannas yang bersembunyi dan membisikkan ke dada mereka, dan khannas yang terus melancarkan tipu dayanya! Sehingga diterjangnya norma sosial, diterjangnya norma agama, semata-mata demi hawa nafsu.
Tak ada rasa takut lagi kepada Allah yang Maha Mengawasi setiap
perbuatan kita. Tak dipikirkannya lagi perasaan sang suami atau istri
yang bila tahu perbuatan mereka,akan terkoyak dan terluka hatinya.
Padahal saat asyik bersama si dia, mungkin sang suami sedang bekerja
keras, bekerjauntuk mewujudkan harapan dan impian istri tercintanya.
Atau istrinya sedang kelelahan mengurus anak-anaknya di rumah, menyuapi,
memandikan, menggendong anak-anak…
Sungguh, Allah membenci orang yang berbuat khianat. Allah Swt berfirman, ”Sesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang yang berkhianat.” (Q.S Al-Anfal [8]: 58)
Rasulullah Saw bersabda, “Orang yang paling di antara kalian adalah orang yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik perlakuannya terhadap keluargaku. Tiada yang memuliakan seorang istri, kecuali orang yang mulia. Dan, tiada seorang yang menghinakan seorang istri, kecuali orang yang hina.”
STOP, Berhenti, Jangan teruskan CLBK! Sebelum semua terlambat.
Pikirkan lagi dengan hati yang jernih. Cinta seperti itu tidak akan
berakhir bahagia, sebaliknya akan berakhir penyesalan dan duka. Buang jauh-jauh cinta lama kita. Jangan biarkan cinta lama bersemayam
di hati, jangan biarkan cinta itu bertunas, lalu tumbuh merekah!
Lihat di samping kita… Pasangan yang bertahun-tahun setia di samping
kita, tak pernah sedetikpun meninggalkan kita walau bagaimanapun
sulitnya hari-hari kita, dia yang berjuang bersama kita, dia yang telah
menerima segala kekurangan kita, diaibu dari anak-anak kita.
Tatap anak-anak kita…amanah Allah kepada kita. Hati mereka harus
dijaga dengan sekuat tenaga, jangan sampai terkoyak maupun terluka.
Tegakah kita meruntuhkan kebahagiaan mereka demi nafsu kita? Kebahagiaan
yang didapat bila ayah bunda lengkap ada bersama mereka. Sungguh, tak
akan ada yang melebihi kasih sayang ayah dan ibu kandung mereka , orang
tua terbaik untuk mereka. Ayah Bunda… Kebahagiaan anak-anak ada di
tangan kita.
Wallohu ‘alam bishshowaab. Bangkok, 25 Maret 2011.
Daftar Pustaka :
Nadia, Asma. Sakinah Bersamamu. Depok: AsmaNadia Publishing House. 2010
Diambil dari: http://intankurnia.wordpress.com
2012/02/09
Apa sih POLITIK itu?
Berikut ini adalah ungkapan yang cukup sarkastik. Terasa getir. Namun, inilah yang sering terlihat di banyak negara, khususnya negara-negara berkembang yang banyak dipimpin oleh pemerintahan yang lalim. Tulisan berikut menuntut kedewasaan kita dalam memahaminya.
--
Ibumu, dia adalah pengatur keuangan, sehingga kita sebut dia PEMERINTAH. Kami disini untuk memenuhi kebutuhanmu sehingga kau kita sebut RAKYAT. Bibi pembantu kita anggap sebagai BURUH. Sekarang adikmu yang masih bayi, kita sebut dia MASA DEPAN. Sekarang pikirkanlah hal ini dan pertimbangkanlah apakah ini masuk akal bagimu.
Anak itu lantas pergi ke kamar orang tuanya, dan melihat ibunya sedang tidur nyenyak serta mendengkur. Dia tak ingin membangunkan ibunya, karenanya ia pergi ke kamar pembantu. Pintunya terkunci, dan dia mengintip dari lubang kunci, dia melihat ayahnya sedang bercinta dengan si pembantu. Dia menyerah dan kembali ke kamarnya.
--
Seorang anak kecil bertanya pada ayahnya,"Ayah,
dapatkah kau jelaskan apakah politik itu? Ayah berkata,"Nak, aku akan menjelaskan
seperti ini: Aku adalah pencari nafkah bagi keluarga, jadi sebutlah aku
KAPITALISME.
Ibumu, dia adalah pengatur keuangan, sehingga kita sebut dia PEMERINTAH. Kami disini untuk memenuhi kebutuhanmu sehingga kau kita sebut RAKYAT. Bibi pembantu kita anggap sebagai BURUH. Sekarang adikmu yang masih bayi, kita sebut dia MASA DEPAN. Sekarang pikirkanlah hal ini dan pertimbangkanlah apakah ini masuk akal bagimu.
Anak tersebut masuk ke kamarnya dan memikirkan apa yang baru
saja dikatakan ayahnya. Tengah malam, dia mendengar adiknya menangis, lalu dia
bangun dan memeriksanya, dan dia menemukan adiknya basah kuyup dan kotor, karena
adiknya pipis dan buang air besar.
Anak itu lantas pergi ke kamar orang tuanya, dan melihat ibunya sedang tidur nyenyak serta mendengkur. Dia tak ingin membangunkan ibunya, karenanya ia pergi ke kamar pembantu. Pintunya terkunci, dan dia mengintip dari lubang kunci, dia melihat ayahnya sedang bercinta dengan si pembantu. Dia menyerah dan kembali ke kamarnya.
Pagi berikutnya, anak kecil itu berkata pada ayahnya,
"Kurasa sekarang aku, mengerti apa itu politik",
Ayah menjawab, "Bagus, Nak, ceritakan padaku pendapatmu tentang politik.",
Si anak segera menjawab: "Ketika Kapitalisme sedang memanfaatkan Buruh, Pemerintah tidur, Rakyat hanya bisa menonton dan bingung, melihat Masa Depan berada dalam kesulitan besar.
Ayah menjawab, "Bagus, Nak, ceritakan padaku pendapatmu tentang politik.",
Si anak segera menjawab: "Ketika Kapitalisme sedang memanfaatkan Buruh, Pemerintah tidur, Rakyat hanya bisa menonton dan bingung, melihat Masa Depan berada dalam kesulitan besar.
---
'Disebarluaskan oleh milis-milis para aktivis' Saya sendiri sulit men-trace siapa penulis awalnya:)
*picture is powered by google
2012/02/08
Meningkatkan Produktivitas Kerja Anda

Salah satu faktor penentu utama kelangsungan hidup sebuah perusahaan adalah produktivitas kerja para karyawannya. Akhir-akhir ini ditengarai jika produktivitas kerja karyawan pada umumnya semakin hari semakin menurun, bukannya semakin meningkat. Alasannya macam-macam; jalanan yang semakin macet, sering pusing atau sakit perut, pelanggan semakin sulit dipuaskan dan lain sebagainya. Masalahnya, perusahaan tidak bisa hidup dengan alasan-alasan itu, melainkan dari produktivitas kerja karyawannya.
Sayangnya, banyak karyawan yang menganggap frase produktivitas itu sebagai jargon perusahaan untuk memeras keringat mereka. Padahal, produktif atau tidaknya seorang karyawan sangat menentukan layak tidaknya dia untuk terus diberi kesempatan kerja. Perusahaan bisa mencari karyawan lain yang mau bekerja secara produktif. Sedangkan orang yang biasa tidak produktif, pasti sulit mendapatkan pekerjaan baru yang langgeng. Oleh sebab itu saya mengajak Anda untuk terus menerus meningkatkan produktivitas kerja Anda di kantor. Sebagai modalnya, saya uraikan 5 tindakan berikut ini.
1. Mengoptimalkan waktu selama jam kerja Anda. Silakan cermati bagaimana Anda memanfaatkan waktu selama jam kerja. Apakah Anda ‘beristirahat’ makan siang lebih lama dari seharusnya. Atau ‘ngopi’ sambil merumpi di kantin bersama teman-teman. Atau berlama-lama di halaman facebook dan situs-situs yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan. Jam kerja adalah waktu untuk bekerja. Maka tidak seharusnya Anda melakukan aktivitas yang tidak sejalan dengan pekerjaan selama jam kerja.
2. Memastikan efektivitas kerja Anda. Mengerjakan tugas-tugas secara efektif berarti melakukannya dengan zero defect, alias tanpa cacat. Di pabrik, produk cacat akan ditolak, dibuang, atau didaur ulang. Di kantor, pekerjaan cacat ditandai dengan banyaknya kesalahan sehingga harus diulang lagi, atau delay sehingga menghambat kinerja orang lain, atau ‘asal jadi’ sehingga tidak bisa digunakan untuk mendukung penyelesaian pekerjaan lainnya. Pastikan efektivitas kerja Anda tinggi sehingga Anda bisa menjadi bagian dari proses bisnis dengan produktivitas tinggi.
3. Mengoptimalkan ‘kapasitas terpasang’ pribadi Anda. Banyak pabrik yang memiliki kapasitas produksi tinggi tetapi secara aktual hanya menghasilkan produk dalam jumlah yang sangat sedikit. Begitu pula dengan manusia. Betapa besarnya kapasitas pribadi yang Anda miliki. Seandainya Anda terus menerus berusaha mengoptimalkan penggunaan ‘kapasitas terpasang’ dalam diri Anda itu, maka pastilah semakin hari produktivitas Anda semakin meningkat juga. Mengapa? Karena kapasitas diri Anda itu nyaris tidak ada batasnya.
4. Ingatlah bahwa kinerja Anda menentukan reputasi Anda. Anda pasti ingin mempunyai reputasi yang baik. Di kantor, ukuran reputasi itu dikaitkan dengan produktivitas kerja. Jika produktivitas kerja Anda tinggi, maka reputasi Anda baik. Tetapi, jika produktivitas Anda buruk, maka boleh jadi nama Anda tertera dalam daftar orang-orang yang tidak layak untuk terus dipekerjakan. Dengan mengingat hal ini, semoga Anda lebih terdorong untuk menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang memiliki reputasi baik, melalui kinerja produktif Anda.
5. Ingatlah bahwa pekerjaan Anda adalah amanah. Alasan terpenting Anda bekerja adalah karena perusahaan berkomitmen untuk menggaji Anda. Ketika Anda menerima uang itu, maka Anda berutang komitmen yang sama kepada perusahaan yang hanya bisa dibayar dengan produktivitas kerja Anda. Jangan meniru orang-orang yang hanya nebeng penghidupan dari kantornya karena setiap rupiah yang kita terima dari perjanjian kerja yang sudah kita sepakati adalah amanah yang harus kita lunasi. Jika di dunia Anda tidak bisa melunasi amanah itu, boleh jadi diakhirat Anda dipaksa untuk mengembalikannya. So, start now to fulfill your amanah.
Meningkatkan produktivitas bukanlah soal memberi lebih banyak kepada perusahaan, melainkan tentang mengaktualisasikan lebih banyak kemampuan tersembunyi yang sudah kita miliki sejak lahir. Ini soal pertanggungjawaban kepada diri sendiri, dan Dzat yang telah menciptakannya.
Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman - 12 Mei 2011
Natural Intelligence Contemplator
2012/02/07
Oliver Twist by Charles Dickens
Bertepatan dengan tanggal hari ini, 7 Februari, 200 tahun yang
lalu, salah seorang cerpenis, novelis, lebih tepatnya sastrawan Inggris yang cukup berpengaruh terlahir. Dia
adalah Charles Dickens. Nama lengkapnya Charles John Huffam Dickens (lahir
di Landport, Inggris, 7 Februari
1812 – meninggal
di London, 9 Juni 1870 pada umur 58
tahun).
Charles
Dickens termasuk dalam sastrawan di masa pemerintahan ratu Victoria dari
Britannia Raya. Tentu nama sastrawan yang satu ini tidak asing bagi para
pelajar sastra, atau bagi mereka yang berminat dalam kesusasteraan Inggris.
Semasa hidupnya Dickens menelurkan tidak kurang dari belasan
novel. Diantara novel karya Dickens yang sangat berpengaruh adalah:
- The Pickwick Papers (1836)
- Oliver Twist (1837–1839)
- Nicholas Nickleby (1838–1839)
- The Old Curiosity Shop (1840–1841)
- Buku-buku tentang Natal:
- A Christmas Carol (1843)
- The Chimes (1844)
- The Cricket on the Hearth (1845)
- The Battle of Life (1846)
- Dombey and Son (1846–1848)
- David Copperfield (1849–1850)
- Bleak House (1852–1853)
- A Tale of Two Cities (11 Juli 1859)
- Great Expectations (1860–1861)
- The Mystery of Edwin Drood (belum selesai) (1870) (see: )
Diantara novel karya Dickens tersebut, bagi saya sendiri yang
sangat menarik dan monumental karena merupakan kritik social Dickens terhadap
kondisi masyarakat saat itu adalah novel ‘Oliver Twist’. Novel ini pulalah yang
mengantarkan saya menjadi seorang Sarjana Sastra (SS) di jenjang S1 beberapa
tahun yang lalu. Ya, saya melakukan pengkajian terhadap novel tersebut.
Hal yang saya angkat adalah kepribadian atau aspek kejiwaan si
tokoh utama dalam novel, yakni si bocah Oliver, dan tokoh pembantu, Nancy. Saya
mengangkat tema penilitian tentang kajian psikologi sastra dengan judul skripsi
seperti berikut ini, ‘Psychological Aspects of Oliver and Nancy in Charles
Dickens’ Novel, Oliver Twist; A study of Literary Psychology’. Namun, tidak
akan saya bahas tentang kajian psikologi sastra tersebut di sini. Tulisan ini
hanya sekedar pengingat ulang tahun sang sastrawan.
Oliver Twist
(1838) sendiri merupakan novel kedua karya Charles Dickens. Karya ini awalnya
diterbitkan sebagai cerita seri oleh Bentley’s Miscallany setiap bulan mulai
bulan Pebruari 1837 dan terus berlangsung sampai April 1838. Oliver Twist
adalah novel berbahasa Inggris pertama yang menggunakan tokoh protagonist
seorang anak. Sebagai contoh awal dari sebuah novel sosial, Oliver Twist
menyedot perhatian publik dari segala lapisan, termasuk Aturan Bagi Kaum Miskin
yang menyebutkan kaum miskin harus bekerja di pabrik sebagai buruh dan
pengrekrutan anak-anak sebagai kriminal.
Dickens mengecam kemunafikan yang
berlangsung di zaman itu dengan bahasa sarkasme dan sindiran tajam. Karya ini
kemungkinan diinspirasi oleh kisah Robert Blincoe, seorang yatim piatu yang
menjalani masa-masa sulit hidupnya sebagai seorang buruh anak-anak di
perusahaan garmen di era 1830-an. Oliver Twist telah menjadi insiprasi sejumlah
film dan program televisi dengan mengadaptasi ceritanya dan menjadi sebab utama
kesuksesan film musikal dengan judul Oliver. Salah satu film terbaru tentang
Oliver Twist dirilis tahun 1997 yang lalu, disutradarai oleh Tony Bill.
Saya sendiri sempat beberara kali menontonnya, dan terasa
tetap seru. Apakah Anda tertarik untuk menontonnya juga? Atau bahkan berminat
untuk melahap novelnya? Sila dicari di toko-toko buku kesayangan Anda.. hehehe,
jadi promosi ya:D
2012/02/02
Empat Dasar Kepemimpinan Efektif
Hari ini saya mencoba browsing di
mesin pencari internet dan mencari artikel dengan kata kunci persis sama dengan
judul artikel ini. Hasilnya saya temukan lebih dari sejuta delapan ratus ribu
artikel terkait. Wow, luarbiasa bukan? Sudah begitu banyak ulasan tentangnya;
Kepemimpinan Efektif. Para pembaca sekalian pun mungkin sudah sering menjumpai
tulisan dengan judul yang sama.
Lalu kenapa harus ditulis lagi
jika sudah banyak? Alasannya sederhana saja; saya menggunakan pepatah orang
Minang berikut sebagai alasannya; lanca
kaji dek diulang; bisa karena terbiasa. Lagi pula, tidak semua artikel sama
cara penyajiannya meskipun sama judulnya. Mudah-mudahan saja artikel singkat
ini menambah lagi satu hal yang berbeda dan baru untuk wawasan kita semua.
Semoga.
Sebagai informasi tambahan,
artikel ini saya sarikan dari salah satu bab dari buku Andrei Gostik dengan
judul: The Carrot Principle. Menurutnya berikut inilah hal-hal yang mendasari
kepemimpinan yang efektf.
Mari kita mulai saja:
Pertama: Penentuan tujuan.
Seorang pemimpin harus memastikan
dari awal bahwa semua anggota teamnya memahami maksud dan tujuan organisasi.
Apa visi dan misi organisasi harus sudah terinternalisasi di diri masing-masing
anggota. Inilah salah satu alasan kenapa banyak di dinding-dinding kantor
perusahaan kita jumpai figura bertuliskan Visi, Misi, dan Kebijakan Mutu
perusahaan tersebut. Karena top management menginginkan semua yang terlibat di
organisasinya tahu arah dan tujuan organisasinya.
Team tidak akan kehilangan arah
dalam memacu roda organisasi dengan adanya fase penentuan tujuan ini di awal. Inilah
fase mendasar dalam organisasi, dan pemimpin efektif terbiasa melaksanakannya.
Kedua: Komunikasi.
Semua kebijakan, keputusan,
informasi atau berita apapun yang dibuat oleh top management terkait kebaikan
perusahaan harus dikomunikasikan dengan baik kepada semua anggota team. Banyak media
yang bisa digunakan untuk menyampaikannya. Pemimpin biasa dalam
mengomunikasikan sesuatu kepada teamnya tentu sudah terbiasa menggunakan media
email, notes, memo dinas, chat-group, atau internal communication tools
lainnya.
Dan bagi pemimpin efektif,
media-media itu saja tidak cukup. Ada banyak alasan dari pemimpin efektif,
kenapa media itu saja tidak cukup. Salah satunya adalah, tidak semua karyawan
dalam teamnya mau membaca. Membaca pun, belum tentu semua mendapat pemahaman
yang sama. Karena itu pemimpin efektif akan membuat cara komunikasi yang lebih ‘intim’.
Man-to-man communication. Dia akan temui langsung teamnya, dan memastikan
setiap anggota teamnya memahami apa yang dikomunikasikannya tersebut.
Ketiga: Kepercayaan.
Komunikasi yang efektif didasari
dengan adanya saling percaya antara pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi
tersebut; dalam hal ini antara leader dengan bawahannya. Penentuan arah tujuan
organisasi sudah dibuat, kemudian dikomunikasikan dan komunikasinya dibangun di
atas kepercayaan. Bagaimana mungkin bawahan bisa menerima dan mengikuti instruksi
atasan bila bawahannya tidak ‘percaya’ kepada leadernya. Prinsip ini sangat
dipahami oleh pemimpin efektif.
Keempat: Akuntabilitas (Pertanggungjawaban)
Dasar keempat adalah
pertanggungjawaban atau akuntabilitas. Banyak pemimpin yang akhirnya gagal
menjalankan beberapa proyek karena melalaikan dasar ini. Hal ini tidak
dimaksudkan untuk mencari siapa yang bersalah atas kegagalan organisasi, tapi
ditujukan untuk menuntut pertanggungjawaban dari semua orang yang terlibat
dalam organisasi tersebut. Prinsip ini memunculkan kaidah check-list;
monitoring.
Semua karyawan atau bawahan
merasa diawasi sehingga setiap saat mereka terpacu untuk memberikan yang
terbaik. Kalaupun suatu saat mereka ‘bisa saja’ merasa tidak diawasi,
kinerjanya tetap bisa mengutamakan yang terbaik karena mereka juga akan
mempertanggungjawabkan pekerjaannya tersebut kepada atasannya di akhir
pekerjaan / proyek.
*Picture is powered by google
Simak juga artikel berikut:
Empat Dasar Kepemimpinan Efektif
Mengatasi Bawahan yang Sulit
Modal Dasar kepemimpinan
The Power of FERI
*Picture is powered by google
Simak juga artikel berikut:
Empat Dasar Kepemimpinan Efektif
Mengatasi Bawahan yang Sulit
Modal Dasar kepemimpinan
The Power of FERI
Subscribe to:
Posts (Atom)







