Sebuah negeri yang berlimpah kekayaan, tetapi miskin keteladanan, demikian seorang guru membisikkan pesan kepada muridnya tentang Indonesia pada pertengahan 2009.
Mungkin di sini letak keadilan. Singapura hanya punya sebuah pulau kecil, tetapi karena hanya itu yang dimiliki, mereka merawat dengan cermat. Tidak saja alamnya dirawat baik, perilaku manusianya juga terawat baik.
Indonesia punya belasan ribu pulau, tidak ada satu pun yang tertata rapi sebagaimana Singapura. Jangan tanya manusianya. Mungkin itu sebabnya, tetua pada zaman dulu bertanya: kekayaan alam itu berkah atau musibah?
Merapikan kekuasaan
Dulu, hanya di Timur ada teori kepala naga. Bila kepala bergerak sedikit saja, badan dan ekor bergerak lebih keras lagi. Namun Amerika Serikat dengan George W Bush memberi bukti tambahan. Bagaimana kekacauan di kepala (pemimpin) tidak saja merusak badan dan ekor naga (tatanan dan rakyat), tetapi juga membuat banyak naga di tempat lain menderita. Ini menghadirkan urgensi, bagaimana manusia akan merenda kekuasaan pada masa depan? Sebagaimana diteladankan terang benderang oleh Barack Obama di AS, lebih rapi dan terkendali sedikit saja kepala naganya, maka badan, ekor, dan bahkan naga-naga lain ikut rapi dan terkendali.
Dengan demikian, pekerjaan rumah terbesar kemudian adalah dari mana kekuasaan itu berakar? Pemimpin-pemimpin agung (Muhammad Yunus, Nelson Mandela, Dalai Lama, dan Mahatma Gandhi) semua memiliki pohon kepemimpinan yang kokoh karena berakar kuat ke dalam. Mungkin itu sebabnya Thich Nhat Hanh dalam The Art of Power menulis “the true power comes from within.” Bangunan kekuasaan yang kuat sekaligus megah lebih mungkin terbangun bila berakar kuat ke dalam.
Sayang beberapa pemilu Indonesia mempertontonkan secara terang kalau kekuasaan hanya tertarik pada hal-hal luar: uang, kursi kekuasaan, pujian orang. Dalam bahasa seorang guru, manusia termiskin adalah mereka yang hanya memiliki uang dan dendam. Bila begini gambarnya, mudah dimaklumi di mana-mana kekuasaan hanya menghadirkan bau tidak sedap yang mengundang antipati.
Tidak sedikit jiwa-jiwa yang jernih dan bersih setelah masuk kekuasaan ikut tertular bau tidak sedap itu. Sekaligus membawa konsekuensi lain, ia yang setia pada kebersihan dan kejernihan hati kemudian lari menjauh dari kekuasaan.
Seorang sahabat benar ketika mengemukakan, bila semua yang bersih dan jernih menjauh dari kekuasaan, akankah kekuasaan dibiarkan selamanya menyebarkan kerusakan dan kebusukan? Sejarah menyimpan orang-orang bersih dan jernih yang mengubah dunia. Sebutlah George Washington, Winston Churchill, Mahatma Gandhi, Nelson Mandela, sampai HH Dalai Lama.
Semua memang orang-orang bersih, jernih yang turun merapikan ulang kekuasaan. Namun, jarang yang mencermati, para pemimpin ini lahir dengan “biaya” amat mahal. Nelson Mandela lebih dari seperempat abad tersiksa di penjara. Mahatma Gandhi sejak muda jadi pengacara sudah dipentungi hingga berdarah-darah. HH Dalai Lama kehilangan negeri yang ia cintai pada belasan tahun, lebih dari setengah abad mengungsi di negeri orang.
Pertanyaannya kemudian, punyakah kita pemimpin yang berani menyelamatkan negeri ini dengan ongkos besar berupa cacian, makian, injakan? Tahun pertama dicaci, tahun kedua dimaki, tahun ketiga diinjak pakai kaki, kemudian baru kebangkitan mungkin datang.
Tiga cahaya kekuasaan
Sengaja atau tidak, kita semua sedang melukis. Melalui ucapan, pikiran, dan perbuatan, kita sedang melukis masa depan. Benar pendapat yang mengatakan, para pendiri negeri ini ketika membuat rancang bangun Indonesia, kemudian menemukan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, tidak saja merenung ratusan tahun ke belakang, tetapi merenung ribuan tahun ke belakang.
Mohammad Yamin dan kawan-kawan jauh dari kemungkinan rabun tentang masa depan. Sebaliknya, itu menunjukkan tanda-tanda kemampuan membaca masa depan jauh melebihi zamannya. Bila kemudian generasi berikutnya terlihat kikuk dan ragu di depan perubahan, layak dipertanyakan, apakah kita lebih maju dari pendahulu?
Untuk merespon dari tuntutan inilah, kita memerlukan pemimpin dengan konstruksi batin yang kokoh berakar ke dalam. Itu sebabnya, dalam bab “The True Power”, Thich Nhat Hanh menulis lima sumber kekuasaan: faith, diligence, mainfulness, concentration, insight. Keyakinan, itu yang pertama dan utama. Maka, banyak yang meyakini, bila orang biasa rumusnya melihat baru kemudian yakin, pemimpin di jalan ini terbalik, “yakin kemudian melihat keyakinannya menjadi kenyataan.”
Keyakinan buta tanpa usaha, itu mimpi yang membohongi diri. Itu sebabnya keyakinan diikuti ketekunan. Seperti menetesi batu dengan air, sehari dua hari tidak akan menghasilkan apa-apa. Namun, bila batu yang sama terus ditetesi air, ia akan membuat batu berlubang. Ketekunan seperti inilah yang diperlukan pemimpin di depan birokrasi yang lamban serta korupsi yang demikan membumi.
Serupa dengan mengayuh perahu, keyakinan dan ketekunan mengayuh perahunya keras sekali. Namun, kesadaran dan konsentrasi (waspada dengan semua kemungkinan halangan, terus awas pada arah yang dituju) kemudian menjadi dirigen pembimbing. Ujung-ujungnya, ketika ketekunan usaha dibimbing, arah perjalanan yang tapat, ini yang menghasilkan kehidupan berbangsa yang terang (insight).
Selain pendekatan lima sumber kekuasaan itu, ada pula yang mengubah kekuasaan yang cenderung gelap dengan tiga cahaya. Ke atas (subyek persembahan atasan) memancarkan cahaya pelayanan, sujud, bakti (devotion). Ke samping dan ke bawah (sesama manusia dan penghuni semesta) memancarkan cahaya welas asih (compassion). Dan, untuk diri sendiri memancarkan ketekunan (diligent). Tatkala ketiga alam (atas, tengah, bawah) sudah bermandikan cahaya, semua kegelapan (keterbelakangan, kemiskinan, kebodohan, kebencian, kemarahan) secara alamiah akan menghilang.
Membicarakannya mudah tetapi begitu berhadapan dengan kenyataan jadi susah. Terutama pada zaman yang ditandai oleh banyak sekali keruntuhan. Maka ada yang menulis tentang spiritual down fall (keruntuhan spiritual); when shame is absent, the down fall is complete. Tatkala rasa malu menghilang, kejatuhan seseorang secara spiritual sudah sempurna.
Sekalipun menjadi bekal dalam memilih pemimpin, kalau kita memilih pemimpin yang tidak tahu malu, Indonesia sedang menyongsong zaman keruntuhan. Bila memilih pemimpin yang diterangi tiga cahaya kekuasaan tadi, Nusantara sedang menyiapkan datangnya zaman keagungan. [Gede Prama, Bekerja di Jakarta Tinggal di Bali Utara – Kompas, 23/5]
2009/05/28
2009/05/27
Mudahlah Terinspirasi
Karena kehidupan ini adalah kumpulan dari Formula Tuhan yang sempurna, maka tidak ada kejadian apapun keluar dari system yang sudah di set Oleh Tuhan. Makan kenyang, Haus obatnya minum. Jatuh ke bawah, besi lebih cepat jatuhnya dibanding kapas, Air mengalir, angin bertiup dan seluruh detail detail kehidupan.
Untuk itu kita disarankan untuk "membaca" kehidupan ini. Jadi sebagai trainer, maka wajib untuk menjadi mudah terinspirasi, karena ilmu kehidupan, ilmu manusia dan ilmu lainya itu bertebaran di muka bumi ini. Ketika kita mudah terinspirasi, maka akan mudah pula menemukan insight.
David A Sousa menjelaskan bagaimana otak kita belajar, sehingga ada sebuah kesimpulan bahwa hasil dari proses belajar adalah:
• Lecture (5%)
• Membaca (10%)
• Presentation with audiovisual (20)
• Demonstratuion (30%)
• Discustion Group (50)
• Practice by doing (75%)
• Teaching Other (90%)
Itulah angka angka yang dihasilkan. dari proses belajar. Termasuk di dalamnya akan menjadi acuan dari cara kita mengajar, cara kita men-design training. Namun demikian saya tetap akan berpesan kepada sahabat sukses: HATI HATI
Coba cermati pertanyaan saya berikut :
• Bagaimana supaya bisa mendapatkan hasil 100% ?
• Bagaimana supaya 200% ?
• Bagaimana supaya jauh lebih banyak? 100.000%?
Dengan methode diatas tentu Anda hanya maksimal 90% dari pelajaran yang anda sampaikan. Kemudian secara ekstrim, para audience tidak akan mendapatkan hasil lebih dari yang anda ajarkan. Wah ini bisa sangat berbahaya dan tidak efektif.
Seharusnya belajar bisa menghasilkan ratusan ribu persen atau bahkan tak terbatas. Apakah mungkin? Sangat mungkin! Terbukti kecerdasan dan ilmu seseorang bukan sum dari ilmu guru TK+Guru SD+Guru SMA+Dosen dan seterusnya. Namun ada proses penemuan, proses penggabungan, proses eliminasi dan proses lainya sehingga menjadi skill, knowlegde dan juga value dan belief dari seseorang.
Kalau begitu, ini menjadi sebuah pertanyaan bagi kita para trainer, bagaimana seharusnya mengajar dan men-deliver materi? Ada kegelisahan dalam diri saya, ketika membantu Asia Putri, anak saya belajar menyiapkan UASBN. Anak saya itu belajar konten. Saya masih bisa menerima, karena memang masih anak SD dan jenis ilmu yang dipelajari. Namun demikian seharusnya audience, peserta, murid haruslah diajari, bagaimana belajar.
Sahabat sukses, sudah saatnya kita mendorong audience/peserta training kita untuk mudah terinspirasi, sehingga mampu menemukan ilmu ilmu degan mudah. Audience kita harusnya diajari untuk mudah terinspirasi, sehingga mereka akan lebih mudah memformulasikan ilmu ilmu yang diserap. Ketika peserta training atau seminar kita ajak untuk mudah terinspirasi, maka hasilnya bisa luar biasa. Bisa 100% bahkan melebihi apa yang kita sampaikan. Mereka akan menggabungkan ilmunya dengan ilmu yang kita sampaikan. Mereka akan menemukan ide dan ilmu tambahan.
Jadikanlah audience anda mudah terinspirasi, bagaimana belajar dan bagaimana memformulasikan. Karena orang cerdas bukanlah orang orang yang banyak menghafal nama nama dan angka angka, namun orang cerdas adalah orang yang mudah terinspirasi, layaknya Newton dengan ilmu gravitasinya, yang terinspirasi atau terkuatkan teorinya dengan jatuhnya buah apel.
Salam Perubahan
Hari Subagya
www.bisnispartner.com
Untuk itu kita disarankan untuk "membaca" kehidupan ini. Jadi sebagai trainer, maka wajib untuk menjadi mudah terinspirasi, karena ilmu kehidupan, ilmu manusia dan ilmu lainya itu bertebaran di muka bumi ini. Ketika kita mudah terinspirasi, maka akan mudah pula menemukan insight.
David A Sousa menjelaskan bagaimana otak kita belajar, sehingga ada sebuah kesimpulan bahwa hasil dari proses belajar adalah:
• Lecture (5%)
• Membaca (10%)
• Presentation with audiovisual (20)
• Demonstratuion (30%)
• Discustion Group (50)
• Practice by doing (75%)
• Teaching Other (90%)
Itulah angka angka yang dihasilkan. dari proses belajar. Termasuk di dalamnya akan menjadi acuan dari cara kita mengajar, cara kita men-design training. Namun demikian saya tetap akan berpesan kepada sahabat sukses: HATI HATI
Coba cermati pertanyaan saya berikut :
• Bagaimana supaya bisa mendapatkan hasil 100% ?
• Bagaimana supaya 200% ?
• Bagaimana supaya jauh lebih banyak? 100.000%?
Dengan methode diatas tentu Anda hanya maksimal 90% dari pelajaran yang anda sampaikan. Kemudian secara ekstrim, para audience tidak akan mendapatkan hasil lebih dari yang anda ajarkan. Wah ini bisa sangat berbahaya dan tidak efektif.
Seharusnya belajar bisa menghasilkan ratusan ribu persen atau bahkan tak terbatas. Apakah mungkin? Sangat mungkin! Terbukti kecerdasan dan ilmu seseorang bukan sum dari ilmu guru TK+Guru SD+Guru SMA+Dosen dan seterusnya. Namun ada proses penemuan, proses penggabungan, proses eliminasi dan proses lainya sehingga menjadi skill, knowlegde dan juga value dan belief dari seseorang.
Kalau begitu, ini menjadi sebuah pertanyaan bagi kita para trainer, bagaimana seharusnya mengajar dan men-deliver materi? Ada kegelisahan dalam diri saya, ketika membantu Asia Putri, anak saya belajar menyiapkan UASBN. Anak saya itu belajar konten. Saya masih bisa menerima, karena memang masih anak SD dan jenis ilmu yang dipelajari. Namun demikian seharusnya audience, peserta, murid haruslah diajari, bagaimana belajar.
Sahabat sukses, sudah saatnya kita mendorong audience/peserta training kita untuk mudah terinspirasi, sehingga mampu menemukan ilmu ilmu degan mudah. Audience kita harusnya diajari untuk mudah terinspirasi, sehingga mereka akan lebih mudah memformulasikan ilmu ilmu yang diserap. Ketika peserta training atau seminar kita ajak untuk mudah terinspirasi, maka hasilnya bisa luar biasa. Bisa 100% bahkan melebihi apa yang kita sampaikan. Mereka akan menggabungkan ilmunya dengan ilmu yang kita sampaikan. Mereka akan menemukan ide dan ilmu tambahan.
Jadikanlah audience anda mudah terinspirasi, bagaimana belajar dan bagaimana memformulasikan. Karena orang cerdas bukanlah orang orang yang banyak menghafal nama nama dan angka angka, namun orang cerdas adalah orang yang mudah terinspirasi, layaknya Newton dengan ilmu gravitasinya, yang terinspirasi atau terkuatkan teorinya dengan jatuhnya buah apel.
Salam Perubahan
Hari Subagya
www.bisnispartner.com
2009/05/26
JANGAN TAKUT BERMIMPI
Hai orang-orang yang beriman bertakwallah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu lerjakan.
(Qs: 59:18)
Bermimpi… bermimpi… dan bermimpilah! ! Karena mimpilah yang akan membuat kita menjadi seorang yang besar, mimpilah yang membuat seorang yang pengecut berani melangkah dan mimpilah yang akan membuat semangat kita terbakar untuk menggapai cita-cita kita.
ada sebuah kisah inspirasi yang luar biasa:
Seorang anak laki-laki bernama Monty. Ayahnya adalah seorang pelatih kuda miskin yang kerjanya melatih kuda-kuda di tiap peternakan, pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, dari satu peternakan ke peternakan yang lain.
Kisah ini dimulai pada saat Monty menginjak masa SMU, dia mendapat tugas dari gurunya untuk membuat sebuah karangan mengenai apa yang dia inginkan. Akhirnya pada malam harinya dia berpikir dan mengerjakan karangan itu menjadi tujuh halaman karangan, yang menakjubkan untuk anak seusia Monty pada saat itu. Dia menulis ketujuh halaman karangan itu begitu terperinci mengenai peternakan kuda, karena sang ayah adalah seorang pelatih kuda sehingga membuat Monty sangat terobsesi sekali mempunyai impian berupa peternakan kuda seluas 200 hektar dan terdapat rumah seluas 4000 m2 di tengah-tengah peternakan kuda tersebut, semua trak lintasan kuda, arena bertanding, kandang kuda, serta rumahnya digambar dengan jelas dan dengan detail tanpa terlewatkan satu hal kecil pun..
Akhirnya karangan itu pun dikumpul pada keesokan harinya. Dua hari kemudian semua karangan dikembalikan oleh sang guru kepada murid. Namun Monty melihat karangan tersebut dengan kecewa karena karangan tersebut mendapat nilai F serta terdapat tulisan oleh gurunya "Mohon Bertemu saya setelah kelas". Hanya Monty seorang yang mendapat nilai F pada saat itu,. Ketika bertemu dengan gurunya Monty langsung protes dengan nilai tersebut. Tapi malah sang gurunya yang balik menyalahkan Monty, gurunya berkata bahwa semua yang dibuat oleh Monty itu adalah impian yang tidak masuk akal, semuanya terlalu besar buat anak seukuran engkau, engkau hanyalah seorang anak dari pelatih kuda miskin, mana mungkin bisa mewujudkan semua,itu, sebsb hal tersebut memerlukan biaya yang sangat besar sekali, anda tidak punya latar belakang, bahkan engkau sekarang tidak menyiapkan sedikitpun untuk membangun ini ,mana mungkin ini semua bisa terjadi.
"Kamu saya berikan waktu untuk memperbaiki karangan ini, apabila kamu membuat sesuatu yang lebih masuk akal nilaimu akan saya ubah Monty" begitulah kata sang guru terhadap Monty, akhirnya Monty pulang dan berpkirir apakah dia harus merubah semua karangannya. Dia bertanya kepada sang ayah, Sang Ayah dengan bijak hanya berkata: "Monty, ini semua terserah kepadamu karena ini semua menyangkut masa depanmu, engkau sendirilah yang bisa menentukan hidupmu "
Satu minggu kemudian berlalu, akhirnya Monty mengumpulkan karangan tersebut tanpa merubah sedikit pun, Monty kecil hanya menulis: "Guru engkau boleh menyimpan nilai F tersebut, tapi aku akan tetap menyimpan impian ini"
Puluhan tahun telah berlalu sejak kejadian itu sekarang Monty besar
bercerita kepada grupnya, saya bercerita seperti ini kepada kalian karena guru saya tersebut duduk dilahan peternakan kuda saya seluas 200 hektar dan masuk kedalam rumah saya seluas 4000 m2. Saya masih menyimpan karangan dulu tersebut bahkan membingkainya dan tetap bertulisan huruf F untuk nilainya. Dua musim panas yang lalu bahkan guru yang memberi nilai F tersebut datang kepada Monty bersama 30 orang anak kecil lainnya untuk melihat peternakan kuda Monty.
Pada saat pulang sang guru berkata sesuatu kepada Monty: "Monty, sekarang saya bisa katakan kepada anda pada saat saya menjadi guru anda, saya telah menjadi orang yang mencuri impian banyak dari anak-anak seperti anda, tetapi anda sungguh luar biasa untuk terus mempertahankan impian tersebut"
Disekitar kita akan selalu ada orang-orang yang berpandangan negatif terhadap apa yang akan kita lakukan, mencemooh kita, bahkan bertepuk tangan dan menertawakan kegagalan yang terjadi pada diri kita.
Ketika kita telah memiliki impian yang jelas, maka mulai saat ini kejarlah terus apa yang telah menjadi cita-cita anda tersebut. Tutup telinga anda rapat-rapat dari masukan-masukan negatif yang hanya akan membuat semangat anda melemah, cukup dengarkan koreksi positif yang dilontarkan oleh orang-orang yang berada disekitar anda tersebut.
Yakinkanlah diri anda, bahwa tidak ada seorang pun yang bisa mengambil impian-impian yang telah anda bangun dan mencoba membelokkan jalan anda menuju impian tersebut, selain anda sendiri.
selamat berjuang!!!
diambil dari: milis
www.wujudkan-mimpi.blogspot. com
(Qs: 59:18)
Bermimpi… bermimpi… dan bermimpilah! ! Karena mimpilah yang akan membuat kita menjadi seorang yang besar, mimpilah yang membuat seorang yang pengecut berani melangkah dan mimpilah yang akan membuat semangat kita terbakar untuk menggapai cita-cita kita.
ada sebuah kisah inspirasi yang luar biasa:
Seorang anak laki-laki bernama Monty. Ayahnya adalah seorang pelatih kuda miskin yang kerjanya melatih kuda-kuda di tiap peternakan, pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, dari satu peternakan ke peternakan yang lain.
Kisah ini dimulai pada saat Monty menginjak masa SMU, dia mendapat tugas dari gurunya untuk membuat sebuah karangan mengenai apa yang dia inginkan. Akhirnya pada malam harinya dia berpikir dan mengerjakan karangan itu menjadi tujuh halaman karangan, yang menakjubkan untuk anak seusia Monty pada saat itu. Dia menulis ketujuh halaman karangan itu begitu terperinci mengenai peternakan kuda, karena sang ayah adalah seorang pelatih kuda sehingga membuat Monty sangat terobsesi sekali mempunyai impian berupa peternakan kuda seluas 200 hektar dan terdapat rumah seluas 4000 m2 di tengah-tengah peternakan kuda tersebut, semua trak lintasan kuda, arena bertanding, kandang kuda, serta rumahnya digambar dengan jelas dan dengan detail tanpa terlewatkan satu hal kecil pun..
Akhirnya karangan itu pun dikumpul pada keesokan harinya. Dua hari kemudian semua karangan dikembalikan oleh sang guru kepada murid. Namun Monty melihat karangan tersebut dengan kecewa karena karangan tersebut mendapat nilai F serta terdapat tulisan oleh gurunya "Mohon Bertemu saya setelah kelas". Hanya Monty seorang yang mendapat nilai F pada saat itu,. Ketika bertemu dengan gurunya Monty langsung protes dengan nilai tersebut. Tapi malah sang gurunya yang balik menyalahkan Monty, gurunya berkata bahwa semua yang dibuat oleh Monty itu adalah impian yang tidak masuk akal, semuanya terlalu besar buat anak seukuran engkau, engkau hanyalah seorang anak dari pelatih kuda miskin, mana mungkin bisa mewujudkan semua,itu, sebsb hal tersebut memerlukan biaya yang sangat besar sekali, anda tidak punya latar belakang, bahkan engkau sekarang tidak menyiapkan sedikitpun untuk membangun ini ,mana mungkin ini semua bisa terjadi.
"Kamu saya berikan waktu untuk memperbaiki karangan ini, apabila kamu membuat sesuatu yang lebih masuk akal nilaimu akan saya ubah Monty" begitulah kata sang guru terhadap Monty, akhirnya Monty pulang dan berpkirir apakah dia harus merubah semua karangannya. Dia bertanya kepada sang ayah, Sang Ayah dengan bijak hanya berkata: "Monty, ini semua terserah kepadamu karena ini semua menyangkut masa depanmu, engkau sendirilah yang bisa menentukan hidupmu "
Satu minggu kemudian berlalu, akhirnya Monty mengumpulkan karangan tersebut tanpa merubah sedikit pun, Monty kecil hanya menulis: "Guru engkau boleh menyimpan nilai F tersebut, tapi aku akan tetap menyimpan impian ini"
Puluhan tahun telah berlalu sejak kejadian itu sekarang Monty besar
bercerita kepada grupnya, saya bercerita seperti ini kepada kalian karena guru saya tersebut duduk dilahan peternakan kuda saya seluas 200 hektar dan masuk kedalam rumah saya seluas 4000 m2. Saya masih menyimpan karangan dulu tersebut bahkan membingkainya dan tetap bertulisan huruf F untuk nilainya. Dua musim panas yang lalu bahkan guru yang memberi nilai F tersebut datang kepada Monty bersama 30 orang anak kecil lainnya untuk melihat peternakan kuda Monty.
Pada saat pulang sang guru berkata sesuatu kepada Monty: "Monty, sekarang saya bisa katakan kepada anda pada saat saya menjadi guru anda, saya telah menjadi orang yang mencuri impian banyak dari anak-anak seperti anda, tetapi anda sungguh luar biasa untuk terus mempertahankan impian tersebut"
Disekitar kita akan selalu ada orang-orang yang berpandangan negatif terhadap apa yang akan kita lakukan, mencemooh kita, bahkan bertepuk tangan dan menertawakan kegagalan yang terjadi pada diri kita.
Ketika kita telah memiliki impian yang jelas, maka mulai saat ini kejarlah terus apa yang telah menjadi cita-cita anda tersebut. Tutup telinga anda rapat-rapat dari masukan-masukan negatif yang hanya akan membuat semangat anda melemah, cukup dengarkan koreksi positif yang dilontarkan oleh orang-orang yang berada disekitar anda tersebut.
Yakinkanlah diri anda, bahwa tidak ada seorang pun yang bisa mengambil impian-impian yang telah anda bangun dan mencoba membelokkan jalan anda menuju impian tersebut, selain anda sendiri.
selamat berjuang!!!
diambil dari: milis
www.wujudkan-mimpi.blogspot. com
2009/05/25
Lowongan Diplomat
Semoga bermanfaat,
Informasi ini saya dapatkan dari salah satu milis yang saya ikuti.
----- Pesan Diteruskan ----
Dari: AMAR NUGROHO:
Teman-teman yang baik,
Lembaga-lembaga internasional, via Deplu RI, membutuhkan banyak diplomat
muda Indonesia lulusan dari Eropa. Persyaratannya adalah: WNI, S-2 (DEA/MA)
dalam bidang apapun, berbahasa Indonesia, Inggris, dan salah satu bahasa
asing di Eropa dengan baik dan benar, berwawasan luas, mumpuni dalam
bidangnya, luwes dalam pergaulan internasional. Bagi yang tertarik dan ingin
bekerja di lembaga seperti FAO, WHO, UNICEF, UDHCR, dstnya, silahkan kirim
riwayat hidup (CV) lengkap dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar ke
Bapak Mohammad Koba, diplomat Indonesia yang saat ini ditugaskan di
Perwakilan Tetap Indonesia untuk PBB di Jenewa, Swiss. Silakan kirim lamaran ke
alamat surelnya: mkkoba@diplomats. com. Bagi yang punya jaringan, mohon dan
silahkan disebarkan pengumuman ini ke PPI se-Eropa.
Mohon maaf sebelumnya, saya harus menceritakan sejarah lowongan tersebut.
Lembaga-lembaga internasional itu kekurangan orang Indonesia yang bekerja di
dalamnya. Deplu RI sedang mencari sebanyak-banyaknya yang selanjutnya akan
disalurkan/ditempat kan di lembaga internasional tersebut. Pak Koba mendapat
tugas bin mandat untuk langsung mencari anak-anak muda Indonesia yang
berijazah S2 dari lulusan Eropa/Prancis, katanya "head hunting". Permintaan
ini sudah 2 bulan lalu, sewaktu saya diundang ke PTRI Swiss. Maaf baru
diumumkan sekarang. Semoga bermanfaat bagi semua khalayak.
Selamat mencoba.
Tabik,
AU
============ ========= ========
Tambahan dari Ahmad Syamil:
Informasi tentang Pak Mohammad Koba bisa didapat di
http://www.mission-indonesia.org/modules/article.php?articleid=3&lang=en
Mohammad K. Koba
First Secretary
mkkoba@deplu.go.id or mkkoba@diplomats.com
Basel Convention, CITES, POPs Convention, PIC, RAMSAR
Informasi ini saya dapatkan dari salah satu milis yang saya ikuti.
----- Pesan Diteruskan ----
Dari: AMAR NUGROHO:
Teman-teman yang baik,
Lembaga-lembaga internasional, via Deplu RI, membutuhkan banyak diplomat
muda Indonesia lulusan dari Eropa. Persyaratannya adalah: WNI, S-2 (DEA/MA)
dalam bidang apapun, berbahasa Indonesia, Inggris, dan salah satu bahasa
asing di Eropa dengan baik dan benar, berwawasan luas, mumpuni dalam
bidangnya, luwes dalam pergaulan internasional. Bagi yang tertarik dan ingin
bekerja di lembaga seperti FAO, WHO, UNICEF, UDHCR, dstnya, silahkan kirim
riwayat hidup (CV) lengkap dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar ke
Bapak Mohammad Koba, diplomat Indonesia yang saat ini ditugaskan di
Perwakilan Tetap Indonesia untuk PBB di Jenewa, Swiss. Silakan kirim lamaran ke
alamat surelnya: mkkoba@diplomats. com. Bagi yang punya jaringan, mohon dan
silahkan disebarkan pengumuman ini ke PPI se-Eropa.
Mohon maaf sebelumnya, saya harus menceritakan sejarah lowongan tersebut.
Lembaga-lembaga internasional itu kekurangan orang Indonesia yang bekerja di
dalamnya. Deplu RI sedang mencari sebanyak-banyaknya yang selanjutnya akan
disalurkan/ditempat kan di lembaga internasional tersebut. Pak Koba mendapat
tugas bin mandat untuk langsung mencari anak-anak muda Indonesia yang
berijazah S2 dari lulusan Eropa/Prancis, katanya "head hunting". Permintaan
ini sudah 2 bulan lalu, sewaktu saya diundang ke PTRI Swiss. Maaf baru
diumumkan sekarang. Semoga bermanfaat bagi semua khalayak.
Selamat mencoba.
Tabik,
AU
============ ========= ========
Tambahan dari Ahmad Syamil:
Informasi tentang Pak Mohammad Koba bisa didapat di
http://www.mission-indonesia.org/modules/article.php?articleid=3&lang=en
Mohammad K. Koba
First Secretary
mkkoba@deplu.go.id or mkkoba@diplomats.com
Basel Convention, CITES, POPs Convention, PIC, RAMSAR
Tersenyumlah...
Pembaca sekalian, sudah berapa kalikah anda senyum hari ini? Sekali, dua kali, tiga, empat... atau malah belum senyum? Bagi yg merasa belum senyum hari ini, ayo sekarang kita senyum... nah iya begitu, sedikit lagi, lebih lebar, nah kan kelihatan lebih cakep! Saya bisa pastikan bahwa pembaca sekalian tahu betapa pentingnya senyum itu. Makanya pada kesempatan kali ini saya tidak akan mengulasnya.
Percuma saja, karena pembaca sekalian sudah tahu rahasia senyum sebenarnya. Lalu untuk apa saya menulis tentang senyuman ini? Jawabannya sederhana saja, saya hanya ingin mengajak kita semua utk tersenyum. Setiap kali Anda punya masalah atau pun tidak punya masalah tersenyumlah. Karena senyuman itu indah, dan ALLAH SWT mencintai keindahan. Ya senyumlah kawan...
2009/05/08
15 Etika Berdebat ! (www.percikaniman.org)
Saat ini, kuantitas acara debat di media televisi semakin marak saja. Temanya pun semakin variatif : politik, ekonomi, sosial, budaya, agama, pendidikan, sampai penyikapan terhadap masalah luar negeri.. Bagi saya, dalam masalah informasi, merasa sangat terbantu dengan adanya acara-acara debat yang ditayangkan media televisi yang ada sekarang-baik lokal, nasional maupun internasional- karena mampu menambah sumber data sekaligus merangkum berbagai macam persepsi dalam menyikapi fakta dari para pembicara dalam debat-debat yang dilaksanakan. Namun bagaimana sebenarnya islam memendang debat ini? dan bagaimana etika debat dalam islam?
Debat (al-jadal/al-jidal) identik dengan dialog/ diskusi (at-tahawur). Allah swt berfirman :
Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Allah mendengar soal jawab antara kalian berdua.” (TQs. Al-Mujadalah : 1)
Dalam ayat ini Allah menyebut debat dengan istilah tahawur, artinya berdiskusi/berdialog. Debat pada dasarnya adalah menyampaikan hujah atau yang diduga sebagai hujah oleh dua pihak yang berbeda pendapat. Tujuannya adalah untuk membela pendapatnya atau mazhabnya, membatalkan hujah lawannya, serta mengalihkan pada pendapat yang tepat dan benar menurut pandangannya.
Debat adalah perkara yang diperintahkan syariat untuk menyatakan yang haq dan membatalkan yang batil. Dalilnya antara lain adalah firman Allah swt berikut :
“Serulah (manusia) pada jalan tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. (TQs. An-Nahl : 125)
Rasulullah saw juga sering mendebat kaum musyrik Makkah, Nasrani Najran, dan Yahudi Madinah. Pengemban da’wah akan senantiasa menyerukan Islam, dan memerangi pemikiran yang sesat. Karena debat telah ditentukan sebagai cara(‘uslub) untuk melakukan semua aktifitas tersebut maka debat menjadi suatu kewajiban, sesuai dengan kaidah :”Mala yatimul wajibu illa bihi fahuwa wajibun” ( Selama kewajiban tidak sempurna kecuali dengan suatu perkara maka perkara tersebut menjadi wajib).
Debat Yang Tercela
Namun, ada satu perdebatan yang dicela oleh syariat hingga bahkan dianggap sebagai bentuk kekufuran, seperti mendebat Allah dan ayat-ayat-Nya. Allah swt berfirman :
Mereka berdebat tentang Allah, sementara Dia-lah Tuhan Yang Maha Keras Siksanya. (Tqs. Ar-Ra’du : 1)
Tidak ada yang memperdebatkan ayat-ayat Allah kecuali orang-orang kafir (Tqs.Al-Ghafir : 44)
Berdebat tentang al-Qur’an untuk menetapkan bahwa al-Qur’an itu bukan mukjijat atau bukan berasal dari Allah juga merupakan suatu kekufuran. Rasulullah saw bersabda :
Berdebat tentang al-Qur’an adalah kekufuran ( Hr. Ahmad dari Abu Hurairah)
Debat yang diperintahkan syariat dapat dilakukan dengan didasarkan pada hujah (dalil) atau yang diduga sebagai dalial ( syubhah dalil). Diluar itu dinamakan syagab (Penyimpangan) atau takhlith (pencampuradukan yang hak dengan yang batil).
Ibnu aqil berkata,”Siapa saja yang suka menempuh metodologi ahli ilmu, maka ia hanya dibenarkan berbicara dengan hujah (dalil) atau syubhat dalil. Sedangkan syagab merupakan percampuran yang dilakukan oleh ahli debat.”
Dari paparan diatas, dapat ditarik kesimpulan, bahwa syagab adalah berdebat tanpa menggunakan dalil atau syubhat dalil.
15 Etika Debat
Dalam majalah al-Waie edisi 48 tahun IV, dibahas secara lugas etika dan aturan berdebat yang telah diwasiatkan oleh para ulama, saya ringkas dan pilih 15 point yang penting anda ketahui ketika berdebat yaitu :
1. Mengedepankan ketaqwaan kepada Allah.
2. Diniatkan untuk menyatakan yang haq dan membatalkan yang batil
3. tidak dimaksudkan untuk mencari kemegahan, kedudukan, meraih dukungan, berselisih, dan ingin dilihat.
4. Diniatkan untuk memberikan loyalitas kepada Allah dan pada agama-Nya serta nasihat kepada lawan debatnya.
5. Diawali dengan memuji Allah swt dan bersyukur kepada-Nya serta membaca shalawat kepada Nabi saw.
6. Memohon dengan sungguh-sungguh kepada Allah agar diberi taufik atas perkara yang diridlainya.
7. Menggunakan metode yang baik dengan pandangan dan kondisi yang baik.
8. Singkat dan padat dalam berbicara, yaitu berbicara sedikit tetapi sarat makna, serta tepat sesuai dengan sasaran.
9. Bersepakat dengan lawan debatnya atas sumber yang akan menjadi rujukan keduanya.
10. Tidak mengeraskan suara kecuali dengan kadar yang dibutuhkan untuk bisa didengar oleh orang yang ada disekitarnya, juga tidak boleh berteriak dihadapan lawan diskusi.
11. Tidak boleh meremehkan dan menghinakan keberadaan lawan debat.
12. Menjauhi tindakan bodoh (al-hiddah) dan berbuat sesuatu yang membosankan.
13. Berusaha memikirkan dan memahami perkara yang disampaikan oleh lawan debat agar bisa membantahnya dengan mudah. Tidak boleh cepat-cepat berbicara sebelum lawan selesai bicara.
14. Tidak boleh berdebat ditempat-tempat yang dikhawatirkan, atau mengandung resiko negatif.
15. Tidak boleh keras kepala dengan tidak menerima kebenaran ketika kebenaran itu tampak pada lawannya.
The last, Selamat berdebat ...sesuai syariat.
* * *
(Ibnu Khaldun Aljabari, 3 Maret 2009)
Author :
http://www.percikaniman.org
- Menuju Era Dakwah Tanpa Batas -
Debat (al-jadal/al-jidal) identik dengan dialog/ diskusi (at-tahawur). Allah swt berfirman :
Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Allah mendengar soal jawab antara kalian berdua.” (TQs. Al-Mujadalah : 1)
Dalam ayat ini Allah menyebut debat dengan istilah tahawur, artinya berdiskusi/berdialog. Debat pada dasarnya adalah menyampaikan hujah atau yang diduga sebagai hujah oleh dua pihak yang berbeda pendapat. Tujuannya adalah untuk membela pendapatnya atau mazhabnya, membatalkan hujah lawannya, serta mengalihkan pada pendapat yang tepat dan benar menurut pandangannya.
Debat adalah perkara yang diperintahkan syariat untuk menyatakan yang haq dan membatalkan yang batil. Dalilnya antara lain adalah firman Allah swt berikut :
“Serulah (manusia) pada jalan tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. (TQs. An-Nahl : 125)
Rasulullah saw juga sering mendebat kaum musyrik Makkah, Nasrani Najran, dan Yahudi Madinah. Pengemban da’wah akan senantiasa menyerukan Islam, dan memerangi pemikiran yang sesat. Karena debat telah ditentukan sebagai cara(‘uslub) untuk melakukan semua aktifitas tersebut maka debat menjadi suatu kewajiban, sesuai dengan kaidah :”Mala yatimul wajibu illa bihi fahuwa wajibun” ( Selama kewajiban tidak sempurna kecuali dengan suatu perkara maka perkara tersebut menjadi wajib).
Debat Yang Tercela
Namun, ada satu perdebatan yang dicela oleh syariat hingga bahkan dianggap sebagai bentuk kekufuran, seperti mendebat Allah dan ayat-ayat-Nya. Allah swt berfirman :
Mereka berdebat tentang Allah, sementara Dia-lah Tuhan Yang Maha Keras Siksanya. (Tqs. Ar-Ra’du : 1)
Tidak ada yang memperdebatkan ayat-ayat Allah kecuali orang-orang kafir (Tqs.Al-Ghafir : 44)
Berdebat tentang al-Qur’an untuk menetapkan bahwa al-Qur’an itu bukan mukjijat atau bukan berasal dari Allah juga merupakan suatu kekufuran. Rasulullah saw bersabda :
Berdebat tentang al-Qur’an adalah kekufuran ( Hr. Ahmad dari Abu Hurairah)
Debat yang diperintahkan syariat dapat dilakukan dengan didasarkan pada hujah (dalil) atau yang diduga sebagai dalial ( syubhah dalil). Diluar itu dinamakan syagab (Penyimpangan) atau takhlith (pencampuradukan yang hak dengan yang batil).
Ibnu aqil berkata,”Siapa saja yang suka menempuh metodologi ahli ilmu, maka ia hanya dibenarkan berbicara dengan hujah (dalil) atau syubhat dalil. Sedangkan syagab merupakan percampuran yang dilakukan oleh ahli debat.”
Dari paparan diatas, dapat ditarik kesimpulan, bahwa syagab adalah berdebat tanpa menggunakan dalil atau syubhat dalil.
15 Etika Debat
Dalam majalah al-Waie edisi 48 tahun IV, dibahas secara lugas etika dan aturan berdebat yang telah diwasiatkan oleh para ulama, saya ringkas dan pilih 15 point yang penting anda ketahui ketika berdebat yaitu :
1. Mengedepankan ketaqwaan kepada Allah.
2. Diniatkan untuk menyatakan yang haq dan membatalkan yang batil
3. tidak dimaksudkan untuk mencari kemegahan, kedudukan, meraih dukungan, berselisih, dan ingin dilihat.
4. Diniatkan untuk memberikan loyalitas kepada Allah dan pada agama-Nya serta nasihat kepada lawan debatnya.
5. Diawali dengan memuji Allah swt dan bersyukur kepada-Nya serta membaca shalawat kepada Nabi saw.
6. Memohon dengan sungguh-sungguh kepada Allah agar diberi taufik atas perkara yang diridlainya.
7. Menggunakan metode yang baik dengan pandangan dan kondisi yang baik.
8. Singkat dan padat dalam berbicara, yaitu berbicara sedikit tetapi sarat makna, serta tepat sesuai dengan sasaran.
9. Bersepakat dengan lawan debatnya atas sumber yang akan menjadi rujukan keduanya.
10. Tidak mengeraskan suara kecuali dengan kadar yang dibutuhkan untuk bisa didengar oleh orang yang ada disekitarnya, juga tidak boleh berteriak dihadapan lawan diskusi.
11. Tidak boleh meremehkan dan menghinakan keberadaan lawan debat.
12. Menjauhi tindakan bodoh (al-hiddah) dan berbuat sesuatu yang membosankan.
13. Berusaha memikirkan dan memahami perkara yang disampaikan oleh lawan debat agar bisa membantahnya dengan mudah. Tidak boleh cepat-cepat berbicara sebelum lawan selesai bicara.
14. Tidak boleh berdebat ditempat-tempat yang dikhawatirkan, atau mengandung resiko negatif.
15. Tidak boleh keras kepala dengan tidak menerima kebenaran ketika kebenaran itu tampak pada lawannya.
The last, Selamat berdebat ...sesuai syariat.
* * *
(Ibnu Khaldun Aljabari, 3 Maret 2009)
Author :
http://www.percikaniman.org
- Menuju Era Dakwah Tanpa Batas -
2009/04/20
TDW University - Mengapa yang kaya Semakin Kaya
Kenapa orang kaya semakin kaya, kelas menengah bergumul terus,
dan yang miskin bablas miskin.
Kenapa orang kaya semakin kaya, karena begitu orang kaya penghasilannya
bertambah besar maka gaya hidupnya sementara tetap (menunda kesenangan).
Penghasilan yang lebih ini diinvestasikan kedalam asset (beli saham yang
menghasilkan deviden, rumah kost kost-an, ruko yang dikontrakkan, Mall yang
disewakan, sarang walet, usaha-usaha yang menghasilkan, dll). Sedemikian
sehingga penghasilan mereka bertambah besar. Dan ketika penghasilan mereka
bertambah besar lagi, mereka investasikan lagi ke dalam asset tersebut diatas,
sehingga semakin kaya dan semakin kaya lagi.
Kenapa orang menengah bergumul terus secara financial? Ketika orang
menengah penghasilannya bertambah besar maka dia mencicil rumah yang
lebih besar, mobil yang lebih besar, handphone yang lebih canggih,
komputer yang lebih modern, televisi yang lebih besar, audio yang
lebih canggih dan banyak sekali uang untuk kewajiban sehingga masuk
kedalam pengeluaran. Orang menengah ini bisa memiliki rumah yang besar,
mobil yang besar tapi tidak mempunyai uang yang bekerja untuk dia. Dan
seumur hidupnya menjadi budak uang karena membayar cicilan semakin besar seumur hidupnya.
Kenapa orang miskin bablas miskin ?
Orang miskin tidak perduli seberapa besar pun penghasilannya semua akan masuk ke pengeluaran.
Contoh :
Orang miskin begitu penghasilannya bertambah besar mereka beli TV yang besar,
beli jamnya yang mahal, beli hp yang lebih baru, beli baju mahal, makan di
restoran mewah, ikut keanggotaan fitness, ikut asuransi yang tidak perlu, dll.
Pertanyaannya :
Bila penghasilan Anda bertambah besar, Anda belikan apa? Hal-hal yang
menghasilkan uang lagi atau hal-hal yang menghabiskan uang. Silahkan dijawab,
Anda yang tahu termasuk golongan manakan Anda?
untuk melengkapi pembelajaran Anda silahkan Anda download eBook
24 Prinsip Miliarder yang Mencerahkan oleh Tung Desem Waringin senilai Rp. 250.000,-
dan seminar 3 hari Financial Revolution senilai Rp. 4.933.500,-
klik disini : http://www.tdwuniversity.com/launch/?id=22412
dan yang miskin bablas miskin.
Kenapa orang kaya semakin kaya, karena begitu orang kaya penghasilannya
bertambah besar maka gaya hidupnya sementara tetap (menunda kesenangan).
Penghasilan yang lebih ini diinvestasikan kedalam asset (beli saham yang
menghasilkan deviden, rumah kost kost-an, ruko yang dikontrakkan, Mall yang
disewakan, sarang walet, usaha-usaha yang menghasilkan, dll). Sedemikian
sehingga penghasilan mereka bertambah besar. Dan ketika penghasilan mereka
bertambah besar lagi, mereka investasikan lagi ke dalam asset tersebut diatas,
sehingga semakin kaya dan semakin kaya lagi.
Kenapa orang menengah bergumul terus secara financial? Ketika orang
menengah penghasilannya bertambah besar maka dia mencicil rumah yang
lebih besar, mobil yang lebih besar, handphone yang lebih canggih,
komputer yang lebih modern, televisi yang lebih besar, audio yang
lebih canggih dan banyak sekali uang untuk kewajiban sehingga masuk
kedalam pengeluaran. Orang menengah ini bisa memiliki rumah yang besar,
mobil yang besar tapi tidak mempunyai uang yang bekerja untuk dia. Dan
seumur hidupnya menjadi budak uang karena membayar cicilan semakin besar seumur hidupnya.
Kenapa orang miskin bablas miskin ?
Orang miskin tidak perduli seberapa besar pun penghasilannya semua akan masuk ke pengeluaran.
Contoh :
Orang miskin begitu penghasilannya bertambah besar mereka beli TV yang besar,
beli jamnya yang mahal, beli hp yang lebih baru, beli baju mahal, makan di
restoran mewah, ikut keanggotaan fitness, ikut asuransi yang tidak perlu, dll.
Pertanyaannya :
Bila penghasilan Anda bertambah besar, Anda belikan apa? Hal-hal yang
menghasilkan uang lagi atau hal-hal yang menghabiskan uang. Silahkan dijawab,
Anda yang tahu termasuk golongan manakan Anda?
untuk melengkapi pembelajaran Anda silahkan Anda download eBook
24 Prinsip Miliarder yang Mencerahkan oleh Tung Desem Waringin senilai Rp. 250.000,-
dan seminar 3 hari Financial Revolution senilai Rp. 4.933.500,-
klik disini : http://www.tdwuniversity.com/launch/?id=22412
Rahasia Sukses ala Tung Desem Waringin
Kekayaan adalah sama dengan kemampuan untuk terus bertahan hidup
dengan gaya hidup yang ada, tanpa harus bekerja.
Keterangan:
Penelitian yg dilakukan oleh Gallup International menunjukkan bahwa
rata-rata eksekutif ibukota & Asia kaya mampu bertahan 90 hari dengan
gaya hidup yang ada apabila besok dia berhenti kerja. Setelah itu mereka
harus mulai menjual asset atau berhutang.
Kaya adalah relatif. Sebagian orang merasa kaya ketika mempunyai uang
10 juta rupiah. Sebagian orang merasa tidak kaya walaupun sudah memiliki
uang 10 milyar. Menurut majalah Forbes kaya adalah orang yang mempunyai
penghasilan 1 juta US keatas setahunnya. Sedangkan menurut Robert T. Kiyosaki
yang mengutip dari gurunya Buckminster Fuller bahwa kaya adalah bukan berapa
besar active income anda melainkan kaya adalah apabila passive income lebih
besar dari biaya hidup. Yang dimaksud passive income disini adalah uang yang
masuk tanpa harus bekerja.
Sebagai perbandingan Mike Tyson, dia menghasilkan 300 juta USD sewaktu bertinju,
tapi hari ini bangkrut dan masih berhutang 35 juta USD. Maka sebetulnya Mike Tyson
bukan termasuk kaya, termasuk pula di dalam kategori orang yang bukan kaya
adalah orang-orang yang punya penghasilan 1 Juta USD/tahun namun pengeluarannya
1,2 juta USD/tahun.
Pertanyaan penting kali ini adalah:
1.) Bila besok anda berhenti kerja, berapa lama anda dapat bertahan hidup dengan
gaya hidup anda sekarang tanpa harus menjual asset-asset anda?
2.) Lalu bagaimana kita bisa kaya menurut versi Robert T. Kiyosaki dimana passive
income lebih besar dari biaya hidup?
Jadi sebetulnya menurut Robert T. Kiyosaki, kaya adalah bagaimana menciptakan
passive income lebih besar dari biaya hidup.
Cara membuat passive income:
- Royalti dari hak cipta
- Rumah yang disewakan/ dikostkan
- Saham-saham yang menghasilkan deviden
- Reksadana
- Usaha-usaha yang menghasilkan
Buatlah rangkaian rencana sumber pasif income anda. Sesuatu yang anda sukai dan dapat anda
kerjakan sementara anda mengerjakan apa yang anda kerjakan sekarang.
Dan untuk mendapatkan materi tambahan eBook "24 Prinsip Miliarder yang Mencerahkan"
senilai Rp. 250.000,- dan seminar 3 Hari Financial Revolution senilai Rp. 4.933.500,-
oleh Tung Desem Waringin bisa Anda dapatkan di :
http://www.tdwuniversity.com/launch/?id=22412
Jadi sebetulnya menurut Robert T. Kiyosaki, kaya adalah bagaimana menciptakan
passive income lebih besar dari biaya hidup.
Cara membuat passive income:
- Royalti dari hak cipta
- Rumah yang disewakan/ dikostkan
- Saham-saham yang menghasilkan deviden
- Reksadana
- Usaha-usaha yang menghasilkan
Buatlah rangkaian rencana sumber pasif income anda. Sesuatu yang anda sukai dan dapat anda
kerjakan sementara anda mengerjakan apa yang anda kerjakan sekarang.
Dan untuk mendapatkan materi tambahan eBook "24 Prinsip Miliarder yang Mencerahkan"
senilai Rp. 250.000,- oleh Tung Desem Waringin bisa Anda dapatkan di :
http://www.tdwuniversity.com/launch/?id=22412
dengan gaya hidup yang ada, tanpa harus bekerja.
Keterangan:
Penelitian yg dilakukan oleh Gallup International menunjukkan bahwa
rata-rata eksekutif ibukota & Asia kaya mampu bertahan 90 hari dengan
gaya hidup yang ada apabila besok dia berhenti kerja. Setelah itu mereka
harus mulai menjual asset atau berhutang.
Kaya adalah relatif. Sebagian orang merasa kaya ketika mempunyai uang
10 juta rupiah. Sebagian orang merasa tidak kaya walaupun sudah memiliki
uang 10 milyar. Menurut majalah Forbes kaya adalah orang yang mempunyai
penghasilan 1 juta US keatas setahunnya. Sedangkan menurut Robert T. Kiyosaki
yang mengutip dari gurunya Buckminster Fuller bahwa kaya adalah bukan berapa
besar active income anda melainkan kaya adalah apabila passive income lebih
besar dari biaya hidup. Yang dimaksud passive income disini adalah uang yang
masuk tanpa harus bekerja.
Sebagai perbandingan Mike Tyson, dia menghasilkan 300 juta USD sewaktu bertinju,
tapi hari ini bangkrut dan masih berhutang 35 juta USD. Maka sebetulnya Mike Tyson
bukan termasuk kaya, termasuk pula di dalam kategori orang yang bukan kaya
adalah orang-orang yang punya penghasilan 1 Juta USD/tahun namun pengeluarannya
1,2 juta USD/tahun.
Pertanyaan penting kali ini adalah:
1.) Bila besok anda berhenti kerja, berapa lama anda dapat bertahan hidup dengan
gaya hidup anda sekarang tanpa harus menjual asset-asset anda?
2.) Lalu bagaimana kita bisa kaya menurut versi Robert T. Kiyosaki dimana passive
income lebih besar dari biaya hidup?
Jadi sebetulnya menurut Robert T. Kiyosaki, kaya adalah bagaimana menciptakan
passive income lebih besar dari biaya hidup.
Cara membuat passive income:
- Royalti dari hak cipta
- Rumah yang disewakan/ dikostkan
- Saham-saham yang menghasilkan deviden
- Reksadana
- Usaha-usaha yang menghasilkan
Buatlah rangkaian rencana sumber pasif income anda. Sesuatu yang anda sukai dan dapat anda
kerjakan sementara anda mengerjakan apa yang anda kerjakan sekarang.
Dan untuk mendapatkan materi tambahan eBook "24 Prinsip Miliarder yang Mencerahkan"
senilai Rp. 250.000,- dan seminar 3 Hari Financial Revolution senilai Rp. 4.933.500,-
oleh Tung Desem Waringin bisa Anda dapatkan di :
http://www.tdwuniversity.com/launch/?id=22412
Jadi sebetulnya menurut Robert T. Kiyosaki, kaya adalah bagaimana menciptakan
passive income lebih besar dari biaya hidup.
Cara membuat passive income:
- Royalti dari hak cipta
- Rumah yang disewakan/ dikostkan
- Saham-saham yang menghasilkan deviden
- Reksadana
- Usaha-usaha yang menghasilkan
Buatlah rangkaian rencana sumber pasif income anda. Sesuatu yang anda sukai dan dapat anda
kerjakan sementara anda mengerjakan apa yang anda kerjakan sekarang.
Dan untuk mendapatkan materi tambahan eBook "24 Prinsip Miliarder yang Mencerahkan"
senilai Rp. 250.000,- oleh Tung Desem Waringin bisa Anda dapatkan di :
http://www.tdwuniversity.com/launch/?id=22412
2009/04/11
Dibalik keberhasilan Partai Demokrat

Hasil PEMILU versi quick count dari beberapa lembaga survey sudah dipublikasikan melalui media nasional. Hanya beberapa jam dari waktu pemilihan, lembaga-lembaga survey telah mulai menerima data dari para agentnya yang tersebar acak tersebut, dan semua lembaga tersebut telah mendudukkan partai Demokrat pada posisi pemuncak. Jika hasil quick count ini selaras dengan hasil perhitungan akhir yang resmi dari Komisi Pemilihan Umum, maka sudah dapat dipastikan partai Demokrat lah yang paling unggul dalam PEMILU calon anggota legislatif tahun 2009 ini.
Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari fenomena partai Demokrat ini. Untuk menjelaskan fenomena tersebut bisa didekati dari beberapa faktor sosial. Pertama adalah faktor kepemimpinan (Leadership). Meskipun Demokrat adalah sebuah partai, yang notabene didalamnya ada jutaan kader dan ribuan pemimpin dalam semua levelnya, namun masyarakat masih tidak bisa melepaskan pandangannya bahwa partai Demokrat adalah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan SBY adalah partai Demokrat. Hubungannya tidak dapat dipisahkan.
Dari dimensi kepemimpinan ini, kita bisa menyebutkan bahwa bangsa Indonesia, setidaknya para partisan partai Demokrat, masih menyimpan romantisme kepemimpinan masa lalu yang umumnya lebih bisa terwakili oleh penampakan kepribadian pemimpin tersebut. Maksud saya adalah masyarakat lebih mendahulukan dasar kepemilihannya pada performa luar (phisically), ketimbang gagasan-gagasan yang dibawa oleh sang tokoh. Pandangan ini sejalan dengan hasil survey beberapa lembaga mengenai tingkat popularitas tokoh-tokoh nasional. Dari hasil survey itu, disukai atau tidak oleh para tokoh yang dijadikan objek survey, menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia masih lebih mempercayai bangsa ini akan terus dipimpin oleh SBY daripada tokoh-tokoh lainnya. Meskipun dalam pandangan beberapa pengamat menyatakan bahwa beberapa tokoh calon presiden alternatif memiliki beberapa gagasan yang kebih segar. Sebut saja diantara tokoh-tokoh ini ada politisi muda dari Golkar Yudhi Krisnandi, intelektual dan mantan menteri Rizal Ramli, dan lain-lain.
Faktor berikutnya adalah faktor komunikasi politik (Political Communication). Beberapa jam setelah masa pemilihan calon legislatif 9 April 2009, Stasiun TVOne mendatangkan beberapa pengamat dan pakar komunikasi politik seperti Yudhi Latif, Aria Bima dan Effendi Gazali. Dari hasil pengamatan saya, mereka bertiga ini setuju kalau dikatakan bahwa komunikasi politik partai Demokrat dengan icon-nya SBY lah yang paling berhasil (dalam konteks pemasaran). Meskipun ada beberapa partai pendatang baru yang berhasil masuk dalam 10 besar partai politik di Indonesia (menurut perhitungan sementara). Faktor komunikasi politik yang menguntungkan bagi partai Demokrat ini sesungguhnya bukan semata-mata hasil kerja keras partai Demokrat sendiri. Tapi ada juga akibat dari blunder politik yang dilakukan oleh partai pesaingnya, yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Sebagaimana diketahui di akhir-akhir masa kampanye PDI-P mengeluarkan iklan TV versi pemantauan pembagian BLT langsung oleh kader PDI-P. Ternyata iklan ini diyakini telah ikut membuat pamor partai Demokrat (baca: kebijakan SBY) menjadi semakin populer. Tidak hanya dianggap populer, namun juga PDI-P melalui iklannya itu telah meyakinkan masyarakat kecil bahwa program BLT yang merupakan salah satu program pro-rakyatnya SBY itu memang perlu dilakukan pemerintah. Disadarai atau tidak, PDI-P telah mendukung program BLT itu. Padahal dalam kesempatan-kesempatan sebelumnya PDI-P dengan lantang sering mengatakan bahwa BLT tidak akan banyak membantu masyarakat kecil, namun justru hanya membuat rakyat miskin menjadi tidak produktif.
Faktor berikutnya adalah pendekatan yang berbeda (different approach). SBY selama 5 tahun masa kepemimpinannya telah melakukan pendekatan-pendekatan berbeda dari pemerintahan sebelumnya. Pendekatan ini terlihat dari beberapa program pro-rakyat versi SBY. Diantara program itu adalah KUR (kredit usaha rakyat), UMKM, PNPM Mandiri (Program Nasional Pengembangan Masyarakat Mandiri), dan yang paling fenomenal adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT). Dikatakan fenomenal karena program ini menyentuh masyarakat dalam skala yang sangat luas dan banyak diliput oleh media. Terlepas dari pro kontra yang ada mengenai program-program pemerintahan SBY, buktinya telah dapat dilihat dari hasil pemilu 9 April kemarin.
Faktor yang keempat adalah faktor waktu (timing). Tampaknya tahun 2009 ini, waktu lebih berpihak pada SBY dengan partai Demokrat-nya. Dari kacamata persaingan, SBY tidak memiliki pesaing alternatif yang benar-benar baru dan beda. Masyarakat melihat tokok-tokoh lain masih memiliki hubungan yang sangat kental dengan perpolitikan masa lalu, misalnya Wiranto, Sutiyoso, Prabowo Subianto dan Sri Sultan Hamengkubuwono. Sementara calon-calon alternatif seperti Yudhi Krisnandi dan Rizal Ramli, yang menurut klaimnya akan mengusung tema perubahan tidak memiliki dukungan partai politik besar yang memadai.
Dan, akhirnya sebagai bangsa yang berkeyakinan pada kekuasaan Tuhan yang Mahakuasa, Allah SWT, kita tidak bisa melepaskan diri dari faktor campur tangan-Nya....
Demikian ulasan singkat mengenai fenomena keberhasilan partai Demokrat pada PEMILU legislatif 2009. Ini semata-mata pandangan pribadi dan tidak bermaksud menggiring pada pembaca pada satu tokoh. Akhirnya, semua pilihan kita serahkan kepada bangsa Indonesia untuk menentukannya sendiri dalam Pemilihan Presiden beberapa bulan ke depan. Wallahu a'lam
2009/04/09
5 Menit untuk 5 Tahun
Bismillahirrahmanirrahiim. Sungguh pas ungkapan diatas yang dinyanyikan oleh kelompok band Coklat, untuk mewakili apa yang bangsa Indonesia gelar hari ini, 9 April 2009. Pemilihan calon anggota legislatif yang serentak dilakukan di seluruh pelosok Indonesia, bahkan juga yang sedang berada di luar negeri. Ya, hanya lebih kurang 5 menit saja kita sebagai WNI yang sudah memiliki hak pilih dan dinyatakan secara sah berhak, yang ditandai terdaftarnya kita di DPT, melakukan pen-contrengan logo partai atau nomor urut calon legislatif, ataupun kedua-duanya. 5 menit yang sangat menentukan, karena hasil pilihan kita hari ini, akan berimplikasi pada produk perundangan yang akan diterapkan dalam 5 tahun kedepan. Dan pastinya kita sebagai warga negara Indonesia akan terpengaruh langsung dari produk legislasi yang dibuat itu. Sehingga, terlepas dari sikap politik dari saudara-saudara kita yang memilih tidak memberikan suaranya alias golput, pemilu legislatif ini sangat terlalu naif jika tidak disikapi secara serius.
Kenapa harus serius? Bagaimana pun, era demokratisasi semakin hari semakin tampak membaik di negeri ini- setidaknya dalam pendangan pribadi saya. Meskipun satu dua masalah masih muncul. Namun secara keseluruhan sistem-sistem demokrasi sudah mulai tampak dipancangkan oleh berbagai pihak terkait. Misalnya saja keputusan Mahkamah Konstitusi mengenai suara terbanyak dari caleg yang terpilih, dan bukan berdasarkan nomor urut calon seperti yang telah berlangsung selama puluhan tahun dalam proses pemilu di Indonesia.
Kontan saja, seluruh calon yang tadinya sudah mendapatkan nomor urut jauh -sering disebut sebagai nomor sepatu saking jauhnya- menjadi lebih bergairah lagi dalam proses kampanyenya. Mereka yang bernomor urut jauh ini menjadi lebih merasa yakin akan tingginya tingkat elektibilitas mereka. Di sisi lain, ini tentu saja menjadi sedikit masalah bagi para petinggi partai yang umunya sudah mengantongi nomor urut kecil. Jika pada pemilu-pemilu sebelumnya kesempatan terbuka lebar pada calon-calon nomor urut kecil untuk melangkah ke gedung wakil rakyat, maka tahun ini hak keterpilihan setiap calon menjadi SAMA, tidak peduli dedengkot partai ataupun anggota baru. Inilah kenapa pemilu kali ini perlu disikapi lebih serius dari pemilu-pemilu sebelumnya, karena secara instrumennya pun sudah terlihat lebih serius.
Kembali ke topik tulisan ini; 5 menit untuk 5 tahun. Kita harapkan pilihan yang merupakan amanat yang telah diberikan ini bisa dipegang dan diperlakukan sebaik-baiknya oleh para wakil rakyat yang terhormat itu. Bagi kita sebagai pemilih, untuk meminimalkan tingkat penyelewangan amanat oleh wakli rakyat nanti, tentu perlu sangat hati-hati dalam menentukan pilihan saat ini. Janganlah kita terus tertipu oleh rayuan gombal para politisi busuk. Sudah cukup sampai saat ini mereka membohongi dan membodohi rakyat.
Hari ini lah, bersama-sama kita mengakhiri sepakterjang wakil rakyat yang tidak berpihak pada rakyat. Dan sekaligus juga, hari ini secara bersama-sama pula kita memulai era baru demokrasi dengan memberikan suara hanya untuk calon yang kita anggap bersih- insyaAllah. Mari kita lakukan pentas 5 menit yang penting ini sebagai bentuk kecintaan kita kepada negeri ini, dan terutama lagi bentuk kecintaan kita pada kebaikan dan kemaslahatan umat. Amin
Subscribe to:
Posts (Atom)
