"Mulai dengan Bismillah, Luruskan Niat. Allah Maha Melihat!"

2026/04/07

Masalah Oknum, atau Sistem?


Entah sudah berapa ratus kepala desa yang tersandung masalah.

Dan hampir selalu… benang merahnya sama: Dana Desa.

Pertanyaannya, masih relevankah kita menyederhanakan ini sebagai sekadar “oknum”?

Kalau hanya satu-dua kasus, mungkin iya.
Namun ketika jumlahnya ratusan, tersebar di berbagai daerah, dengan pola yang berulang…

Sulit untuk menutup mata bahwa ini bukan lagi semata persoalan individu.

Ini adalah indikasi adanya celah sistemik.

Sejak era pemerintahan Presiden Joko Widodo, Dana Desa digulirkan dengan visi besar: membangun Indonesia dari pinggiran. Sebuah langkah progresif yang patut diapresiasi.

Namun di saat yang sama, kita juga melakukan lompatan besar:
mengubah peran kepala desa; dari pemimpin komunitas menjadi pengelola anggaran publik dalam skala miliaran rupiah.

Melihat fenomena yang semakin memburuk ini, maka penting kita untuk mempertanyakan: 
apakah sistemnya ikut bertumbuh secepat ekspektasinya?

Di banyak tempat, realitasnya menunjukkan:

  • kapasitas pengelolaan keuangan belum merata

  • tekanan sosial dan politik lokal tidak sederhana

  • dan pengawasan belum sepenuhnya adaptif terhadap kompleksitas di lapangan

Di titik inilah risiko mulai menemukan ruangnya.

Karena penyimpangan bukan hanya soal niat.
Ia muncul ketika kesempatan terbuka, tekanan hadir, dan pembenaran terasa masuk akal.

Maka mungkin kita perlu melihat ini dengan lebih jernih:

Ini bukan semata tentang “oknum”.
Ini tentang:
➡️ sistem yang belum sepenuhnya siap
➡️ mekanisme kontrol yang belum cukup tajam
➡️ serta ekosistem yang masih memberi toleransi pada celah

Jika keranjangnya belum kokoh, maka jatuhnya “apel-apel” itu bukan lagi kejutan.

Pertanyaannya kini bergeser:
bukan lagi “siapa yang salah?”
melainkan bagaimana kita memperkuat sistem agar tidak memberi ruang bagi kesalahan yang sama untuk terus berulang.

Pada akhirnya, tata kelola yang baik tidak hanya mengandalkan integritas individu, tetapi juga desain sistem yang mampu menjaga bahkan ketika manusia di dalamnya tidak sempurna.

Terbuka untuk bertukar pandangan dengan rekan-rekan yang memiliki perhatian pada isu ini.

No comments:

Post a Comment