Catatan FerSus - Belajar dari Pengalaman

2012/02/09

Apa sih POLITIK itu?

Berikut ini adalah ungkapan yang cukup sarkastik. Terasa getir. Namun, inilah yang sering terlihat di banyak negara, khususnya negara-negara berkembang yang banyak dipimpin oleh pemerintahan yang lalim. Tulisan berikut  menuntut kedewasaan kita dalam memahaminya.
--


Seorang anak kecil bertanya pada ayahnya,"Ayah, dapatkah kau jelaskan apakah politik itu? Ayah  berkata,"Nak, aku akan menjelaskan seperti ini: Aku adalah pencari nafkah bagi keluarga, jadi sebutlah aku KAPITALISME.

Ibumu, dia adalah pengatur keuangan, sehingga kita sebut dia PEMERINTAH. Kami disini untuk memenuhi kebutuhanmu sehingga kau kita sebut RAKYAT. Bibi pembantu kita anggap sebagai BURUH. Sekarang adikmu yang masih bayi, kita sebut dia MASA DEPAN. Sekarang pikirkanlah hal ini dan  pertimbangkanlah apakah ini masuk akal bagimu.

Anak tersebut masuk ke kamarnya dan memikirkan apa yang baru saja dikatakan ayahnya. Tengah malam, dia mendengar adiknya menangis, lalu dia bangun dan memeriksanya, dan dia menemukan adiknya basah kuyup dan kotor, karena adiknya pipis dan buang air besar.

Anak itu lantas pergi ke kamar orang tuanya, dan melihat ibunya sedang tidur nyenyak serta mendengkur. Dia tak ingin membangunkan ibunya, karenanya ia pergi ke kamar pembantu. Pintunya terkunci, dan dia mengintip dari lubang kunci, dia melihat ayahnya sedang bercinta dengan si pembantu. Dia menyerah dan kembali ke kamarnya.

Pagi berikutnya, anak kecil itu berkata pada ayahnya, "Kurasa sekarang aku, mengerti apa itu politik",
Ayah menjawab, "Bagus, Nak, ceritakan padaku pendapatmu tentang politik.",

Si anak segera menjawab: "Ketika Kapitalisme sedang memanfaatkan Buruh, Pemerintah tidur, Rakyat hanya bisa menonton dan bingung, melihat Masa Depan berada dalam kesulitan besar.
---
'Disebarluaskan oleh milis-milis para aktivis' Saya sendiri sulit men-trace siapa penulis awalnya:)
*picture is powered by google

2012/02/08

Meningkatkan Produktivitas Kerja Anda


Salah satu faktor penentu utama kelangsungan hidup sebuah perusahaan adalah produktivitas kerja para karyawannya. Akhir-akhir ini ditengarai jika produktivitas kerja karyawan pada umumnya semakin hari semakin menurun, bukannya semakin meningkat. Alasannya macam-macam; jalanan yang semakin macet, sering pusing atau sakit perut, pelanggan semakin sulit dipuaskan dan lain sebagainya. Masalahnya, perusahaan tidak bisa hidup dengan alasan-alasan itu, melainkan dari produktivitas kerja karyawannya.



Sayangnya, banyak karyawan yang menganggap frase produktivitas itu sebagai jargon perusahaan untuk memeras keringat mereka. Padahal, produktif atau tidaknya seorang karyawan sangat menentukan layak tidaknya dia untuk terus diberi kesempatan kerja. Perusahaan bisa mencari karyawan lain yang mau bekerja secara produktif. Sedangkan orang yang biasa tidak produktif, pasti sulit mendapatkan pekerjaan baru yang langgeng. Oleh sebab itu saya mengajak Anda untuk terus menerus meningkatkan produktivitas kerja Anda di kantor. Sebagai modalnya, saya uraikan 5 tindakan berikut ini.



1. Mengoptimalkan waktu selama jam kerja Anda. Silakan cermati bagaimana Anda memanfaatkan waktu selama jam kerja. Apakah Anda ‘beristirahat’ makan siang lebih lama dari seharusnya. Atau ‘ngopi’ sambil merumpi di kantin bersama teman-teman. Atau berlama-lama di halaman facebook dan situs-situs yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan. Jam kerja adalah waktu untuk bekerja. Maka tidak seharusnya Anda melakukan aktivitas yang tidak sejalan dengan pekerjaan selama jam kerja.



2. Memastikan efektivitas kerja Anda. Mengerjakan tugas-tugas secara efektif berarti melakukannya dengan zero defect, alias tanpa cacat. Di pabrik, produk cacat akan ditolak, dibuang, atau didaur ulang. Di kantor, pekerjaan cacat ditandai dengan banyaknya kesalahan sehingga harus diulang lagi, atau delay sehingga menghambat kinerja orang lain, atau ‘asal jadi’ sehingga tidak bisa digunakan untuk mendukung penyelesaian pekerjaan lainnya. Pastikan efektivitas kerja Anda tinggi sehingga Anda bisa menjadi bagian dari proses bisnis dengan produktivitas tinggi.



3. Mengoptimalkan ‘kapasitas terpasang’ pribadi Anda. Banyak pabrik yang memiliki kapasitas produksi tinggi tetapi secara aktual hanya menghasilkan produk dalam jumlah yang sangat sedikit. Begitu pula dengan manusia. Betapa besarnya kapasitas pribadi yang Anda miliki. Seandainya Anda terus menerus berusaha mengoptimalkan penggunaan ‘kapasitas terpasang’ dalam diri Anda itu, maka pastilah semakin hari produktivitas Anda semakin meningkat juga. Mengapa? Karena kapasitas diri Anda itu nyaris tidak ada batasnya.



4. Ingatlah bahwa kinerja Anda menentukan reputasi Anda. Anda pasti ingin mempunyai reputasi yang baik. Di kantor, ukuran reputasi itu dikaitkan dengan produktivitas kerja. Jika produktivitas kerja Anda tinggi, maka reputasi Anda baik. Tetapi, jika produktivitas Anda buruk, maka boleh jadi nama Anda tertera dalam daftar orang-orang yang tidak layak untuk terus dipekerjakan. Dengan mengingat hal ini, semoga Anda lebih terdorong untuk menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang memiliki reputasi baik, melalui kinerja produktif Anda.



5. Ingatlah bahwa pekerjaan Anda adalah amanah. Alasan terpenting Anda bekerja adalah karena perusahaan berkomitmen untuk menggaji Anda. Ketika Anda menerima uang itu, maka Anda berutang komitmen yang sama kepada perusahaan yang hanya bisa dibayar dengan produktivitas kerja Anda. Jangan meniru orang-orang yang hanya nebeng penghidupan dari kantornya karena setiap rupiah yang kita terima dari perjanjian kerja yang sudah kita sepakati adalah amanah yang harus kita lunasi. Jika di dunia Anda tidak bisa melunasi amanah itu, boleh jadi diakhirat Anda dipaksa untuk mengembalikannya. So, start now to fulfill your amanah.



Meningkatkan produktivitas bukanlah soal memberi lebih banyak kepada perusahaan, melainkan tentang mengaktualisasikan lebih banyak kemampuan tersembunyi yang sudah kita miliki sejak lahir. Ini soal pertanggungjawaban kepada diri sendiri, dan Dzat yang telah menciptakannya.



Mari Berbagi Semangat!

Dadang Kadarusman - 12 Mei 2011

Natural Intelligence Contemplator

2012/02/07

Oliver Twist by Charles Dickens


Bertepatan dengan tanggal hari ini, 7 Februari, 200 tahun yang lalu, salah seorang cerpenis, novelis, lebih tepatnya sastrawan Inggris yang cukup berpengaruh terlahir. Dia adalah Charles Dickens. Nama lengkapnya Charles John Huffam Dickens (lahir di Landport, Inggris, 7 Februari 1812 – meninggal di London, 9 Juni 1870 pada umur 58 tahun).  

Charles Dickens termasuk dalam sastrawan di masa pemerintahan ratu Victoria dari Britannia Raya. Tentu nama sastrawan yang satu ini tidak asing bagi para pelajar sastra, atau bagi mereka yang berminat dalam kesusasteraan Inggris.

Semasa hidupnya Dickens menelurkan tidak kurang dari belasan novel. Diantara novel karya Dickens yang sangat berpengaruh adalah:

Diantara novel karya Dickens tersebut, bagi saya sendiri yang sangat menarik dan monumental karena merupakan kritik social Dickens terhadap kondisi masyarakat saat itu adalah novel ‘Oliver Twist’. Novel ini pulalah yang mengantarkan saya menjadi seorang Sarjana Sastra (SS) di jenjang S1 beberapa tahun yang lalu. Ya, saya melakukan pengkajian terhadap novel tersebut.

Hal yang saya angkat adalah kepribadian atau aspek kejiwaan si tokoh utama dalam novel, yakni si bocah Oliver, dan tokoh pembantu, Nancy. Saya mengangkat tema penilitian tentang kajian psikologi sastra dengan judul skripsi seperti berikut ini, ‘Psychological Aspects of Oliver and Nancy in Charles Dickens’ Novel, Oliver Twist; A study of Literary Psychology’. Namun, tidak akan saya bahas tentang kajian psikologi sastra tersebut di sini. Tulisan ini hanya sekedar pengingat ulang tahun sang sastrawan.

Oliver Twist (1838) sendiri merupakan novel kedua karya Charles Dickens. Karya ini awalnya diterbitkan sebagai cerita seri oleh Bentley’s Miscallany setiap bulan mulai bulan Pebruari 1837 dan terus berlangsung sampai April 1838. Oliver Twist adalah novel berbahasa Inggris pertama yang menggunakan tokoh protagonist seorang anak. Sebagai contoh awal dari sebuah novel sosial, Oliver Twist menyedot perhatian publik dari segala lapisan, termasuk Aturan Bagi Kaum Miskin yang menyebutkan kaum miskin harus bekerja di pabrik sebagai buruh dan pengrekrutan anak-anak sebagai kriminal. 

Dickens mengecam kemunafikan yang berlangsung di zaman itu dengan bahasa sarkasme dan sindiran tajam. Karya ini kemungkinan diinspirasi oleh kisah Robert Blincoe, seorang yatim piatu yang menjalani masa-masa sulit hidupnya sebagai seorang buruh anak-anak di perusahaan garmen di era 1830-an. Oliver Twist telah menjadi insiprasi sejumlah film dan program televisi dengan mengadaptasi ceritanya dan menjadi sebab utama kesuksesan film musikal dengan judul Oliver. Salah satu film terbaru tentang Oliver Twist dirilis tahun 1997 yang lalu, disutradarai oleh Tony Bill.

Saya sendiri sempat beberara kali menontonnya, dan terasa tetap seru. Apakah Anda tertarik untuk menontonnya juga? Atau bahkan berminat untuk melahap novelnya? Sila dicari di toko-toko buku kesayangan Anda.. hehehe, jadi promosi ya:D



2012/02/02

Empat Dasar Kepemimpinan Efektif

Hari ini saya mencoba browsing di mesin pencari internet dan mencari artikel dengan kata kunci persis sama dengan judul artikel ini. Hasilnya saya temukan lebih dari sejuta delapan ratus ribu artikel terkait. Wow, luarbiasa bukan? Sudah begitu banyak ulasan tentangnya; Kepemimpinan Efektif. Para pembaca sekalian pun mungkin sudah sering menjumpai tulisan dengan judul yang sama. 

Lalu kenapa harus ditulis lagi jika sudah banyak? Alasannya sederhana saja; saya menggunakan pepatah orang Minang berikut sebagai alasannya; lanca kaji dek diulang; bisa karena terbiasa. Lagi pula, tidak semua artikel sama cara penyajiannya meskipun sama judulnya. Mudah-mudahan saja artikel singkat ini menambah lagi satu hal yang berbeda dan baru untuk wawasan kita semua. Semoga.

Sebagai informasi tambahan, artikel ini saya sarikan dari salah satu bab dari buku Andrei Gostik dengan judul: The Carrot Principle. Menurutnya berikut inilah hal-hal yang mendasari kepemimpinan yang efektf.
Mari kita mulai saja:

Pertama: Penentuan tujuan.

Seorang pemimpin harus memastikan dari awal bahwa semua anggota teamnya memahami maksud dan tujuan organisasi. Apa visi dan misi organisasi harus sudah terinternalisasi di diri masing-masing anggota. Inilah salah satu alasan kenapa banyak di dinding-dinding kantor perusahaan kita jumpai figura bertuliskan Visi, Misi, dan Kebijakan Mutu perusahaan tersebut. Karena top management menginginkan semua yang terlibat di organisasinya tahu arah dan tujuan organisasinya.

Team tidak akan kehilangan arah dalam memacu roda organisasi dengan adanya fase penentuan tujuan ini di awal. Inilah fase mendasar dalam organisasi, dan pemimpin efektif terbiasa melaksanakannya.

Kedua: Komunikasi.

Semua kebijakan, keputusan, informasi atau berita apapun yang dibuat oleh top management terkait kebaikan perusahaan harus dikomunikasikan dengan baik kepada semua anggota team. Banyak media yang bisa digunakan untuk menyampaikannya. Pemimpin biasa dalam mengomunikasikan sesuatu kepada teamnya tentu sudah terbiasa menggunakan media email, notes, memo dinas, chat-group, atau internal communication tools lainnya. 

Dan bagi pemimpin efektif, media-media itu saja tidak cukup. Ada banyak alasan dari pemimpin efektif, kenapa media itu saja tidak cukup. Salah satunya adalah, tidak semua karyawan dalam teamnya mau membaca. Membaca pun, belum tentu semua mendapat pemahaman yang sama. Karena itu pemimpin efektif akan membuat cara komunikasi yang lebih ‘intim’. Man-to-man communication. Dia akan temui langsung teamnya, dan memastikan setiap anggota teamnya memahami apa yang dikomunikasikannya tersebut.

Ketiga: Kepercayaan.

Komunikasi yang efektif didasari dengan adanya saling percaya antara pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi tersebut; dalam hal ini antara leader dengan bawahannya. Penentuan arah tujuan organisasi sudah dibuat, kemudian dikomunikasikan dan komunikasinya dibangun di atas kepercayaan. Bagaimana mungkin bawahan bisa menerima dan mengikuti instruksi atasan bila bawahannya tidak ‘percaya’ kepada leadernya. Prinsip ini sangat dipahami oleh pemimpin efektif.

Keempat: Akuntabilitas (Pertanggungjawaban)

Dasar keempat adalah pertanggungjawaban atau akuntabilitas. Banyak pemimpin yang akhirnya gagal menjalankan beberapa proyek karena melalaikan dasar ini. Hal ini tidak dimaksudkan untuk mencari siapa yang bersalah atas kegagalan organisasi, tapi ditujukan untuk menuntut pertanggungjawaban dari semua orang yang terlibat dalam organisasi tersebut. Prinsip ini memunculkan kaidah check-list; monitoring. 

Semua karyawan atau bawahan merasa diawasi sehingga setiap saat mereka terpacu untuk memberikan yang terbaik. Kalaupun suatu saat mereka ‘bisa saja’ merasa tidak diawasi, kinerjanya tetap bisa mengutamakan yang terbaik karena mereka juga akan mempertanggungjawabkan pekerjaannya tersebut kepada atasannya di akhir pekerjaan / proyek.

*Picture is powered by google

Simak juga artikel berikut:
Empat Dasar Kepemimpinan Efektif
Mengatasi Bawahan yang Sulit
Modal Dasar kepemimpinan
The Power of FERI

2012/01/18

Analisa SWOT (Part 2)


Tujuan Analisa SWOT
• Mengungkapkan keunggulan kompetitif; perorangan / organisasi atau perusahaan
• Menganalisis prospek Anda
terhadap penjualan, profitabilitas dan pengembangan produk
Menyiapkan perusahaan atau organisasi terhadap berbagai kemungkinan masalah
• Memungkinkan untuk pengembangan rencana kontin
gensi
 
Analisa SWOT adalah sebuah proses untuk mengidentifikasi poin-poin dibagian mana Anda kuat dan bagian mana Anda rentan – dibagian mana Anda harus membela dan kapan harus menyerang. Hasil dari proses ini adalah sebuah ‘perencanaan tindakan’, atau 'rencana tindakan’.

Analisa ini dapat dilakukan pada produk, pada layanan, pada perusahaan atau bahkan pada individu.
Bila dilakukan dengan benar, maka SWOT dapat memberikan GAMBARAN BESAR dari FAKTOR YANG PALING PENTING yang mempengaruhi kelangsungan hidup dan KEMAKMURAN. 

Cara melakukan analisa SWOT
Terlepas dari apakah Anda atau tim Anda sedang merencanakan masa depan untuk produk tertentu, pekerjaan, pribadi atau daerah lain, proses analisis SWOT adalah sama.

• Langkah 1 - Pengumpulan Informasi.
Buatlah daftar semua kekuatan yang dimiliki sekarang. Kemudian pada gilirannya, buat juga daftar semua kelemahan yang dimiliki sekarang.
o Anda dapat melakukan wawancara
orang per orang. Atau melakukan brainstorming secara bersama. Namun, jika lebih banyak pesertanya tentu akan lebih baik hasil yang didapatkan.
o Anda pertama akan mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan perusahaan tertentu atau produk yang
Anda analisa. Anda akan menemukan beberapa pertanyaan dan masalah di bawah ini untuk membuat Anda melakukannya.
o Ketika
melakukan analisa SWOT – untuk memperoleh wawasan/penerangan dapat dilakukan melalui pertanyaan-pertanyaan dan cara-cara investigasi yang cerdas.

• Langkah 2 - Apa yang mungkin.
Buatlah daftar semua peluang yang ada di masa depan. Peluang adalah kekuatan potensial di masa depan. Kemudian pada gilirannya, buat juga daftar semua ancaman yang ada di masa depan. Ancaman adalah kelemahan potensial di masa depan.

• Langkah 3 - Rencana aksi ...
Review matriks SWOT Anda dengan tujuan untuk menciptakan sebuah rencana tindakan dalam menangani masing-masing dari empat area tersebut (Kekuatan, Kelemahan, Peluang, Ancaman).

Summary:
• Kekuatan perlu dipertahankan, dibangun
bahkan ditingkatkan.
• Kelemahan perlu diperbaiki, diubah atau dihentikan.
• Kesempatan perlu diprioritaskan, ditangkap, dibangun dan dioptimalkan.
• Ancaman perlu diatasi atau diminimalkan dan dikelola.

Sebuah analisa SWOT bisa jadi sangat subjektif, bahkan hanya untuk dua orang pun bisa juga terjadi perbedaan. Tidak jarang dua orang yang melakukan analisa SWOT dalam masalah yang sama, tidak bisa sampai pada hasil yang sama. Diakui atau tidak, analisa ini adalah alat yang sangat baik, terutama, dalam melihat faktor-faktor negatif kemudian berusaha mengambil langkah-langkah untuk mengubahnya menjadi faktor positif.

2012/01/06

Analisa SWOT (part 1)


Analisa ini sudah demikian terkenalnya, tidak hanya di kalangan manajemen tingkat atas, namun juga sudah dipahami dan banyak dipraktekkan oleh karyawan biasa untuk mendapatkan gambaran tentang dirinya. Mulai dari perusahaan dan organisasi tingkat dunia, hingga perusahaan-perusahaan lokal dengan jumlah karyawan yang sangat minimpun dapat menggunakan analisa ini dengan mudah. 

Sudah banyak buku dan artikel yang secara khusus melakukan pembahasan terhadapnya. Tulisan kali ini sangat bersifat umum, sederhana, dan tentu sudah terlalu biasa bagi para pembaca yang mengakrabi analisa ini sejak lama.

Saya akan membagi tulisan ini dalam 3 bagian di blog ini dengan judul: Analisa SWOT, Part 1 hingga part 3. Semoga bermanfaat.

Sejarah Singkat:
Asal-usulnya, teknik analisa SWOT ini pertama kali diperkenalkan oleh Albert Humphrey, akademisi yang memimpin proyek penelitian di Universitas Stanford pada tahun 1960-an dan 1970-an dengan menggunakan data dari banyak perusahaan terkemuka dunia.

Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi mengapa perencanaan perusahaan bisa gagal. Penelitian yang dihasilkan mengidentifikasi sejumlah area kunci dan alat yang digunakan untuk menjelajahi setiap area penting yang disebut analisa SOFT. Humphrey dan tim penelitian awal menggunakan kaidah berikut "Apa yang baik di masa sekarang ini disebut Satisfactory (memuaskan), yang baik di masa depan adalah Opportunity (peluang); buruk di masa sekarang adalah Fault (kesalahan) dan buruk di masa depan adalah Threat (ancaman)." Inilah yang dikenal dengan analisa SOFT (Satisfactory, Opportunity, Fault, Threat).

Kemudian, pada tahun 1964 Urick dan Orr pada sebuah konferensi mengubah huruf F ke W, sehingga menjadi analisa yang kita kenal sekarang: SWOT.

Definisi:

Analisa SWOT adalah alat perencanaan yang digunakan untuk memahami Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman yang terlibat dalam organisasi, proyek atau bisnis. Hal ini termasuk penentuan tujuan bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang dapat mendukung atau yang tidak menguntungkan bagi pencapaian tujuan tersebut. Analisa SWOT sering digunakan sebagai bagian dari proses perencanaan strategis. SWOT sendiri merupakan singkatan dari Strengths (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunity (Peluang), Threats (Ancaman).
Istilah "ANALISA SWOT" itu sendiri merupakan istilah yang menarik. Banyak yang percaya SWOT adalah bukan sebuah analisa, namun ringkasan dari serangkaian analisa sebelumnya.  Analisa atau lebih tepatnya interpreptasi muncul setelah ringkasan SWOT telah diproduksi.

Strengths (Kekuatan)

Atribut positif yang ada dalam internal organisasi.
Mereka berada dalam kendali organisasi.

Weakness (Kelemahan)

Faktor-faktor yang berada dalam kendali organisasi yang mengurangi kemampuannya untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Area-area yang memungkinkan diperbaiki oleh organisasi
Opportunities (Peluang)
  • Faktor eksternal yang menarik yang mewakili alasan bagi suatu organisasi untuk tetap eksis dan berkembang.
  • Kesempatan apa yang ada di lingkungan, yang akan mendorong organisasi?
  • Mengidentifikasi mereka dengan "frame waktu"

Threats (Ancaman)
  • Faktor eksternal, di luar kendali organisasi, yang dapat menempatkan misi organisasi atau operasi beresiko.
  • Organisasi dapat mengambil manfaat dengan memiliki rencana darurat untuk mengatasi nya jika ancaman-ancaman itu harus terjadi.
  • Klasifikasikan mereka dengan "keseriusan" dan "kemungkinan terjadinya".
Umumnya matriks dari analisa SWOT terlihat seperti table berikut:

POSITIVE/ HELPFUL
to achieving the goal
 
NEGATIVE/ HARMFUL
to achieving the goal

INTERNAL Origin
facts/ factors of the organization
 
Strengths
Things that are good now, maintain them, build on them and use as leverage
Weaknesses
Things that are bad now, remedy, change or stop them.

EXTERNAL Origin
facts/ factors of the environment in which the organization operates
 
Opportunities
Things that are good for the future, prioritize them, capture them, build on them and optimize
Threats
Things that are bad for the future, put in plans to manage them or counter them



    2012/01/04

    From Bandung to Tidung Island (part 3)

    Lesehan time...Beginilah suasana makan malam yang hanya diterangi oleh beberapa lampu di pinggir lapangan. Harus hati-hati, bisa-bisa kena tulang / duri ikan... hehehe
    Berpose tidak jauh dari Jembatan Cinta, indah dibawah temarang kembang api yang sudah disiapkan oleh PemKab kep. Seribu.. Detik-detik pergantian tahun. Happy new year 2012.
    Malam yang gemerlap di pulau yang kecil. Entah berapa ton kembang api yang dibakar di langit Tidung malam itu?
    Bersiap kembali ke pelabuhan Pandita, jam 11.00 siang berangkat menuju Muara Angke
    Alhamdulillah, kembali merapat ke daratan:) Baru turun di dermaga Muara Angke
    Bus telah menunggu di terminal M. Angke. Perjalanan pulang ke Bandung dimulai.
    Sebelum sampai ke Bandung, istirahat dulu di Rest Area 57 Tol Cipularang.
    ...Selesai...
    See you on the next vacation :D

    2012/01/02

    From Bandung to Tidung Island (part 2)

    Inilah 'Jembatan Cinta' penghubung pulau Tidung Besar dan Tidung kecil. Panjangnya sekira 800 meter dan telah menjadi ikon wisata pulau ini.
    Karena telah menjadi ikon, maka tak lengkap rasanya bila tidak berfoto ria di atas 'Jembatan Cinta'.
    Dari atas jembatan juga bisa digunakan untuk lokasi loncat indah. Khusus bagi yang bernyali ya.. hehehe
    Laut yang tenang dan bersih di bibir pantai Tidung besar.
    Jembatan cinta di malam hari, indah dan terang dengan aneka lampu.
    Bagi rombongan yang dipandu oleh event organizer, akan mengikuti acara barbeque di lapangan dengan menu hidangan laut khas Tidung....... To be continued to From Bandung to Tidung Island (part 3)

    From Bandung to Tidung Island (part 1)


    Tanggal 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2012 kemarin yang juga bertepatan dengan momen pergantian tahun masehi, kami keluarga besar dari Malabar 37, lokasi alamat kantor kami (Contact Center Telkomsel Bandung, PT. Indomedia Nusantara), mengadakan perjalanan wisata ke pulau Tidung di kepulauan Seribu. Ada banyak hal yang kami alami di sepanjang perjalanan dari Bandung menuju lokasi yang bisa menjadi cerita menarik untuk dituliskan. Namun, karena belum sempat menuliskan artikelnya terkait tempat wisata yang baru dibuka 3 tahun tersebut, berikut ini saya bagikan dulu beberapa foto dari sana.

    Enjoy it guys…
    Salam eksplor Indonesia!
    Jam 6 pagi kapal segera berangkat dari pelabuhan Muara Angke. Kami diantar dengan senyuman pelangi di atas TPI Muara Angke.. Subhanallah Indahnya..
    Berdesakan dan berebut masuk ke kapal motor karena hanya ada dua kali perjalanan seharinya. Yaitu pukul 6 pagi dan 12 siang.
    Kapal yang kami tumpangi (KM Bisma 2) terpaksa merapat terlebih dahulu di balik sebuah pulau untuk menghindari terjangan ombak yang besar. Tampak beberapa kapal lain juga melakukan hal yang sama. Setelah 1 jam 'berlindung' perjalanan dilanjutkan kembali.
    Inilah gerbang alias pintu masuk ke pulau Tidung via dermaga Radja Pandita. Gerbang bertuliskan 'Tidung, keep it clean'
    Dari Muara Angke 'diantar' oleh pelangi, di Tidung 'disambut' oleh pelangi lagi. Subhanallah indah sekali...
    Berpose dulu di depan homestay sebelum acara 'snorkling' di dekat pulau Tidung kecil
    Berjalan dari homestay menuju pelabuhan kapal-kapal tradisional menyusuri jalan-jalan kecil di antara rumah penduduk.
    Pose lagi, sesaat sebelum naik kapal tradisional menuju lokasi snorkling (Saya paling kanan, jongkok, in black glasess :))
    Dengan mengikuti standar keselamatan, anak kecil juga diizinkan ke lokasi snorkling
    Mulai turun untuk snorkling... To be continued to 'From Bandung to Tidung Island (part 2)'