"Mulai dengan Bismillah, Luruskan Niat. Allah Maha Melihat!"

2026/02/06

Sutan Takdir Alisjahbana



Negeri ini pernah punya pejuang seperti ini.

Ia berjuang bukan dengan senjata,
tapi dengan pikiran.
Namanya Sutan Takdir Alisyahbana (STA).
Putera Natal, kota pelabuhan kecil di Pantai Barat Sumatera.
Di saat banyak orang mengangkat senjata,
STA memilih medan lain yang tak kalah penting:
perang gagasan.
Baginya, kemerdekaan tidak cukup dengan mengusir penjajah.
Bangsa ini harus merdeka cara berpikirnya.
Ia adalah penggerak Pujangga Baru.
Mendorong sastra Indonesia keluar dari romantisme lama,
menuju kesadaran modern:
rasional, terbuka, dan berani maju.
Lewat karya-karyanya seperti:
Layar Terkembang,
Tak Putus Dirundung Malang,
Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia,
dan berbagai esai kebudayaan,
STA membangunkan satu kesadaran penting:
👉 Bangsa besar dibangun oleh manusia yang berilmu.
Ia seorang pendidik.
Pemikir kebudayaan.
Arsitek intelektual Indonesia modern.
Gagasannya sering ditentang.
Tidak selalu populer.
Tapi ia teguh pada prinsip:
Lebih baik berpikir benar
daripada sekadar diterima.
Dari kota kecil bernama Natal,
lahir pikiran besar yang melampaui zaman.
Karena kemerdekaan sejati
bukan hanya soal bendera,
tapi tentang akal yang berani bertanya
dan jiwa yang mau maju.

No comments:

Post a Comment