"Mulai dengan Bismillah, Luruskan Niat. Allah Maha Melihat!"


2013/08/22

Mengenal Pendiri IKEA, Ingvar Kamprad

Mungkin Anda akan berpikir bahwa orang yang telah melakukan revolusi desain interior, seorang pebisnis besar di dunia hidup dalam kenyamanan dan kemewahan yang tak terbayangkan.

Akan tetapi Ingvar Kamprad, pendiri IKEA tinggal di sebuah rumah yang sederhana, memakan bakso yang dijual oleh toko yang dimilikinya dan hanya bepergian dengan pesawat di kelas ekonomi, padahal Ia mampu untuk membeli sebuah pesawat pribadi tanpa mengurangi kekayaan yang dimilikinya.

Ingvar Kamprad lahir pada tanggl 30 Maret 1926 di sebuah peternakan milik keluarganya di desa Agunnaryd di Swedia.

Kemampuannya untuk dapat membeli sebuah barang dan menjualnya kembali dengan meraup keuntungan merupakan dasar yang dimilikinya sehingga Ia dapat berubah dari seorang pemuda biasa menjadi pebisnis yang sukses. Walaupun Ia merupakan seorang penderita disleksia tetapi penyakitnya tidak membuat Ia kehilangan hasrat dan semangatnya untuk sukses. Bisnis pertama yang dilakukannya adalah membeli korek api dalam jumlah besar di dekat Stockholm dan menjualnya dengan harga murah dan menjualnya kembali satu persatu dan tetap mendapatkan keuntungan. Ia pun melakukan investasi kembali dengan membeli korek dalam jumlah yang lebih besar. Kebiasaan yang dilakukannya pada saat waktu luang adalah menjajakan dagangannya dengan sepeda yang dimilikinya, selalu berusaha menambah barang-barang lain untuk dijual kembali, mulai dari ikan, dekorasi pohon natal, biji-bijian dan kemudian pulpen dan pensil.

Pada usia 17 tahun Ayahnya menganugerahinya hadiah untuk prestasinya di sekolah  dan dengan modal yang dimilikinya Ia mulai berinvestasi pada bisnis yang digelutinya dan melangkah lebih serius dengan menamakan usaha yang dijalankannya IKEA. IKEA sendiri merupakan singkatan dari nama, peternakan dan desa tempat Ia tumbuh. Ia sangat berharap orang akan mengingatnya sebagai Ingvar Kamprad of Elmtaryd, Agunnard.

Merasa sebagai seorang pebisnis yang ulung Ia pun memperluas usahanya dengan menjual jam, perhiasan, dan barang-barang lainnya. Pada saat Ia mulai kewalahan menghadapi permintaan konsumen Ia pun mendirikan jasa pengiriman barang dengan menyewa truk susu untuk mengantarkan barang dagangannya.

Source: Klik Disini.

No comments:

Post a Comment