"Mulai dengan Bismillah, Luruskan Niat. Allah Maha Melihat!"


2012/06/10

Modal Dasar Kepemimpinan


Dalam diskursus tentang kepemimpinan, begitu banyak aspek yang bisa didalami. Mulai dari defenisi kepemimpinan, modal dasar kepemimpinan, tipe kepemimpinan, hingga teori syarat kepemimpinan. Dan dari semua hal tersebut di atas sudah demikian banyak ahli, pakar ataupun peneliti tentang kepemimpinan yang sudah  membukukannya, menuliskan di artikel, jurnal dan menyampaikannya di forum-forum ilmiah atau dalam kesempatan-kesempatan lainnya.

Berbekal sedikit pengetahuan tentang syarat minimal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, maka di sini saya ikut ‘menggarami laut’ wacana kepemimpinan tersebut. Tulisan ini saya olah dari berbagai sumber, termasuk enrichment dari pengalaman sendiri.

Bahasan kali ini dikhususkan pada modal dasar yang wajib dimiliki oleh seorang pemimpin (terutama di organisasi modern). Apa saja modal tersebut? Bagi Anda yang merupakan pemimpin di lingkungan (tempat kerjanya) masing-masing bisa sambil melakukan check-list apakah sudah memiliki atau belum. Atau bagi yang sudah punya, apakah sudah dimanfaatkan untuk perbaikan organisasi/ perusahaan atau belum? Tapi tentu saja saya yakin, Anda semua yang sempat membaca tulisan sederhana ini adalah pemimpin-pemimpin hebat yang sudah memiliki dan menjalankan modal dasar ini dengan efektif.

So, bagi Anda yang merupakan pemimpin di kategori yang baru saja  saya sebutkan tadi, anggap saja tulisan ini sebagai pengingat sajaJ

Modal dasar yang wajib dimiliki seorang pemimpin adalah meliputi dua hal: Personal Characteristics dan Managerial Skills. Ini masih merupakan modal dasar, artinya banyak modal lain yang perlu dimiliki juga agar kepemimpinan bisa lebih efektif serta lebih berdaya dan memberdayakan.

Personal characteristics menyangkut hal-hal berikut ini:
11.       Self Confidence
22.       Initiative
33.       Energy
44.       Creativity
55.       Maturity

Managerial Skills meliputi hal-hal berikut ini:
11.       Problem Solving Skills
22.       Interpersonal Skills
33.       Communication Skills
44.       Persuasive Skills
55.       Managerial Behaviors

---

2012/06/05

Jadwal Euro 2012 dan ScoringBoard Otomatis

Jangan dulu ngaku penggila bola kalo belum punya jadwal lengkap Euro 2012. Nah biar syah jadi penggila bola makanya buruan dapetin jadwalnya, lengkap dengan papan score otomatis. Tinggal mengisi manual angka hasil pertandingan di babak penyisihan, maka kesananya akan bekerja otomatis. tis. tis. :D

Ukuran file-nya kecil kurang dari 70kb. Dibuat di formula Excel oleh seorang rekan milis kami di XL-Mania. Saya sudah dapat izin untuk share ke sesama penyuka si kulit bundar...


Bagi yang penasaran seperti apa tampilannya sila diunduh dimari

Tuduhan Intoleransi Agama di Indonesia?

KH. Hasyim Muzadi, Presiden WCRP (World Conference on Religions for Peace) & Sekjen ICIS (International Conference for Islamic Scholars) & Mantan Ketum PBNU ttg tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia oleh Sidang PBB di Geneva:

"Selaku Presiden WCRP dan Sekjen ICIS, saya sangat menyayangkan tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia . Pembahasan di forum dunia itu, pasti krn laporan dr dlm negeri Indonesia. Selama berkeliling dunia, saya blm menemukan negara muslim mana pun yg setoleran Indonesia.
Kalau yg dipakai ukuran adl masalah AHMADIYAH, memang krn Ahmadiyah menyimpang dr pokok ajaran Islam, namun selalu menggunakan stempel Islam dan berorientasi Politik Barat. Seandainya Ahmadiyah merupakan agama tersendiri, pasti tdk dipersoalkan oleh umat Islam.

Kalau yg jadi ukuran adl GKI YASMIN Bogor, saya berkali-kali kesana, namun tampaknya mereka tdk ingin selesai. Mereka lebih senang Yasmin menjadi masalah nasional dan dunia utk kepentingan lain drpd masalahnya selesai. Kalau ukurannya PENDIRIAN GEREJA, faktornya adl lingkungan.

Di Jawa pendirian gereja sulit, tp di Kupang (Batuplat) pendirian masjid juga sangat sulit. Belum lg pendirian masjid di Papua. ICIS selalu melakukan mediasi.

Kalau ukurannya LADY GA GA dan IRSHAD MANJI, bangsa mana yg ingin tata nilainya dirusak, kecuali mereka yg ingin menjual bangsanya sendiri utk kebanggaan Intelektualisme Kosong?
Kalau ukurannya HAM, lalu di Papua knp TNI / Polri / Imam Masjid berguguran tdk ada yg bicara HAM ?
Indonesia lebih baik toleransinya dr Swiss yg sampai sekarang tdk memperbolehkan Menara Masjid, lebih baik dr Perancis yg masih mempersoalkan Jilbab, lebih baik dr Denmark, Swedia dan Norwegia, yg tak menghormati agama, krn disana ada UU Perkawinan Sejenis. Agama mana yg memperkenankan perkawinan sejenis?! 
Akhirnya kembali kpd bangsa Indonesia, kaum muslimin sendiri yg harus sadar dan tegas, membedakan mana HAM yg benar (humanisme) dan mana yg sekedar Westernisme ..."
___
from: milist anggotaicmi@yahoogroups.com