"Bermimpilah dalam hidup, Jangan hidup dalam mimpi!"


Thursday, May 28, 2009

Kekuasaan, Kebangkitan dan Keagungan

Sebuah negeri yang berlimpah kekayaan, tetapi miskin keteladanan, demikian seorang guru membisikkan pesan kepada muridnya tentang Indonesia pada pertengahan 2009.

Mungkin di sini letak keadilan. Singapura hanya punya sebuah pulau kecil, tetapi karena hanya itu yang dimiliki, mereka merawat dengan cermat. Tidak saja alamnya dirawat baik, perilaku manusianya juga terawat baik.

Indonesia punya belasan ribu pulau, tidak ada satu pun yang tertata rapi sebagaimana Singapura. Jangan tanya manusianya. Mungkin itu sebabnya, tetua pada zaman dulu bertanya: kekayaan alam itu berkah atau musibah?

Merapikan kekuasaan

Dulu, hanya di Timur ada teori kepala naga. Bila kepala bergerak sedikit saja, badan dan ekor bergerak lebih keras lagi. Namun Amerika Serikat dengan George W Bush memberi bukti tambahan. Bagaimana kekacauan di kepala (pemimpin) tidak saja merusak badan dan ekor naga (tatanan dan rakyat), tetapi juga membuat banyak naga di tempat lain menderita. Ini menghadirkan urgensi, bagaimana manusia akan merenda kekuasaan pada masa depan? Sebagaimana diteladankan terang benderang oleh Barack Obama di AS, lebih rapi dan terkendali sedikit saja kepala naganya, maka badan, ekor, dan bahkan naga-naga lain ikut rapi dan terkendali.

Dengan demikian, pekerjaan rumah terbesar kemudian adalah dari mana kekuasaan itu berakar? Pemimpin-pemimpin agung (Muhammad Yunus, Nelson Mandela, Dalai Lama, dan Mahatma Gandhi) semua memiliki pohon kepemimpinan yang kokoh karena berakar kuat ke dalam. Mungkin itu sebabnya Thich Nhat Hanh dalam The Art of Power menulis “the true power comes from within.” Bangunan kekuasaan yang kuat sekaligus megah lebih mungkin terbangun bila berakar kuat ke dalam.

Sayang beberapa pemilu Indonesia mempertontonkan secara terang kalau kekuasaan hanya tertarik pada hal-hal luar: uang, kursi kekuasaan, pujian orang. Dalam bahasa seorang guru, manusia termiskin adalah mereka yang hanya memiliki uang dan dendam. Bila begini gambarnya, mudah dimaklumi di mana-mana kekuasaan hanya menghadirkan bau tidak sedap yang mengundang antipati.

Tidak sedikit jiwa-jiwa yang jernih dan bersih setelah masuk kekuasaan ikut tertular bau tidak sedap itu. Sekaligus membawa konsekuensi lain, ia yang setia pada kebersihan dan kejernihan hati kemudian lari menjauh dari kekuasaan.

Seorang sahabat benar ketika mengemukakan, bila semua yang bersih dan jernih menjauh dari kekuasaan, akankah kekuasaan dibiarkan selamanya menyebarkan kerusakan dan kebusukan? Sejarah menyimpan orang-orang bersih dan jernih yang mengubah dunia. Sebutlah George Washington, Winston Churchill, Mahatma Gandhi, Nelson Mandela, sampai HH Dalai Lama.

Semua memang orang-orang bersih, jernih yang turun merapikan ulang kekuasaan. Namun, jarang yang mencermati, para pemimpin ini lahir dengan “biaya” amat mahal. Nelson Mandela lebih dari seperempat abad tersiksa di penjara. Mahatma Gandhi sejak muda jadi pengacara sudah dipentungi hingga berdarah-darah. HH Dalai Lama kehilangan negeri yang ia cintai pada belasan tahun, lebih dari setengah abad mengungsi di negeri orang.

Pertanyaannya kemudian, punyakah kita pemimpin yang berani menyelamatkan negeri ini dengan ongkos besar berupa cacian, makian, injakan? Tahun pertama dicaci, tahun kedua dimaki, tahun ketiga diinjak pakai kaki, kemudian baru kebangkitan mungkin datang.

Tiga cahaya kekuasaan

Sengaja atau tidak, kita semua sedang melukis. Melalui ucapan, pikiran, dan perbuatan, kita sedang melukis masa depan. Benar pendapat yang mengatakan, para pendiri negeri ini ketika membuat rancang bangun Indonesia, kemudian menemukan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, tidak saja merenung ratusan tahun ke belakang, tetapi merenung ribuan tahun ke belakang.

Mohammad Yamin dan kawan-kawan jauh dari kemungkinan rabun tentang masa depan. Sebaliknya, itu menunjukkan tanda-tanda kemampuan membaca masa depan jauh melebihi zamannya. Bila kemudian generasi berikutnya terlihat kikuk dan ragu di depan perubahan, layak dipertanyakan, apakah kita lebih maju dari pendahulu?

Untuk merespon dari tuntutan inilah, kita memerlukan pemimpin dengan konstruksi batin yang kokoh berakar ke dalam. Itu sebabnya, dalam bab “The True Power”, Thich Nhat Hanh menulis lima sumber kekuasaan: faith, diligence, mainfulness, concentration, insight. Keyakinan, itu yang pertama dan utama. Maka, banyak yang meyakini, bila orang biasa rumusnya melihat baru kemudian yakin, pemimpin di jalan ini terbalik, “yakin kemudian melihat keyakinannya menjadi kenyataan.”

Keyakinan buta tanpa usaha, itu mimpi yang membohongi diri. Itu sebabnya keyakinan diikuti ketekunan. Seperti menetesi batu dengan air, sehari dua hari tidak akan menghasilkan apa-apa. Namun, bila batu yang sama terus ditetesi air, ia akan membuat batu berlubang. Ketekunan seperti inilah yang diperlukan pemimpin di depan birokrasi yang lamban serta korupsi yang demikan membumi.

Serupa dengan mengayuh perahu, keyakinan dan ketekunan mengayuh perahunya keras sekali. Namun, kesadaran dan konsentrasi (waspada dengan semua kemungkinan halangan, terus awas pada arah yang dituju) kemudian menjadi dirigen pembimbing. Ujung-ujungnya, ketika ketekunan usaha dibimbing, arah perjalanan yang tapat, ini yang menghasilkan kehidupan berbangsa yang terang (insight).

Selain pendekatan lima sumber kekuasaan itu, ada pula yang mengubah kekuasaan yang cenderung gelap dengan tiga cahaya. Ke atas (subyek persembahan atasan) memancarkan cahaya pelayanan, sujud, bakti (devotion). Ke samping dan ke bawah (sesama manusia dan penghuni semesta) memancarkan cahaya welas asih (compassion). Dan, untuk diri sendiri memancarkan ketekunan (diligent). Tatkala ketiga alam (atas, tengah, bawah) sudah bermandikan cahaya, semua kegelapan (keterbelakangan, kemiskinan, kebodohan, kebencian, kemarahan) secara alamiah akan menghilang.

Membicarakannya mudah tetapi begitu berhadapan dengan kenyataan jadi susah. Terutama pada zaman yang ditandai oleh banyak sekali keruntuhan. Maka ada yang menulis tentang spiritual down fall (keruntuhan spiritual); when shame is absent, the down fall is complete. Tatkala rasa malu menghilang, kejatuhan seseorang secara spiritual sudah sempurna.

Sekalipun menjadi bekal dalam memilih pemimpin, kalau kita memilih pemimpin yang tidak tahu malu, Indonesia sedang menyongsong zaman keruntuhan. Bila memilih pemimpin yang diterangi tiga cahaya kekuasaan tadi, Nusantara sedang menyiapkan datangnya zaman keagungan. [Gede Prama, Bekerja di Jakarta Tinggal di Bali Utara – Kompas, 23/5]

Wednesday, May 27, 2009

Mudahlah Terinspirasi

Karena kehidupan ini adalah kumpulan dari Formula Tuhan yang sempurna, maka tidak ada kejadian apapun keluar dari system yang sudah di set Oleh Tuhan. Makan kenyang, Haus obatnya minum. Jatuh ke bawah, besi lebih cepat jatuhnya dibanding kapas, Air mengalir, angin bertiup dan seluruh detail detail kehidupan.
Untuk itu kita disarankan untuk "membaca" kehidupan ini. Jadi sebagai trainer, maka wajib untuk menjadi mudah terinspirasi, karena ilmu kehidupan, ilmu manusia dan ilmu lainya itu bertebaran di muka bumi ini. Ketika kita mudah terinspirasi, maka akan mudah pula menemukan insight.
David A Sousa menjelaskan bagaimana otak kita belajar, sehingga ada sebuah kesimpulan bahwa hasil dari proses belajar adalah:
• Lecture (5%)
• Membaca (10%)
• Presentation with audiovisual (20)
• Demonstratuion (30%)
• Discustion Group (50)
• Practice by doing (75%)
• Teaching Other (90%)
Itulah angka angka yang dihasilkan. dari proses belajar. Termasuk di dalamnya akan menjadi acuan dari cara kita mengajar, cara kita men-design training. Namun demikian saya tetap akan berpesan kepada sahabat sukses: HATI HATI
Coba cermati pertanyaan saya berikut :
• Bagaimana supaya bisa mendapatkan hasil 100% ?
• Bagaimana supaya 200% ?
• Bagaimana supaya jauh lebih banyak? 100.000%?
Dengan methode diatas tentu Anda hanya maksimal 90% dari pelajaran yang anda sampaikan. Kemudian secara ekstrim, para audience tidak akan mendapatkan hasil lebih dari yang anda ajarkan. Wah ini bisa sangat berbahaya dan tidak efektif.
Seharusnya belajar bisa menghasilkan ratusan ribu persen atau bahkan tak terbatas. Apakah mungkin? Sangat mungkin! Terbukti kecerdasan dan ilmu seseorang bukan sum dari ilmu guru TK+Guru SD+Guru SMA+Dosen dan seterusnya. Namun ada proses penemuan, proses penggabungan, proses eliminasi dan proses lainya sehingga menjadi skill, knowlegde dan juga value dan belief dari seseorang.
Kalau begitu, ini menjadi sebuah pertanyaan bagi kita para trainer, bagaimana seharusnya mengajar dan men-deliver materi? Ada kegelisahan dalam diri saya, ketika membantu Asia Putri, anak saya belajar menyiapkan UASBN. Anak saya itu belajar konten. Saya masih bisa menerima, karena memang masih anak SD dan jenis ilmu yang dipelajari. Namun demikian seharusnya audience, peserta, murid haruslah diajari, bagaimana belajar.
Sahabat sukses, sudah saatnya kita mendorong audience/peserta training kita untuk mudah terinspirasi, sehingga mampu menemukan ilmu ilmu degan mudah. Audience kita harusnya diajari untuk mudah terinspirasi, sehingga mereka akan lebih mudah memformulasikan ilmu ilmu yang diserap. Ketika peserta training atau seminar kita ajak untuk mudah terinspirasi, maka hasilnya bisa luar biasa. Bisa 100% bahkan melebihi apa yang kita sampaikan. Mereka akan menggabungkan ilmunya dengan ilmu yang kita sampaikan. Mereka akan menemukan ide dan ilmu tambahan.
Jadikanlah audience anda mudah terinspirasi, bagaimana belajar dan bagaimana memformulasikan. Karena orang cerdas bukanlah orang orang yang banyak menghafal nama nama dan angka angka, namun orang cerdas adalah orang yang mudah terinspirasi, layaknya Newton dengan ilmu gravitasinya, yang terinspirasi atau terkuatkan teorinya dengan jatuhnya buah apel.

Salam Perubahan
Hari Subagya
www.bisnispartner.com

Tuesday, May 26, 2009

JANGAN TAKUT BERMIMPI

Hai orang-orang yang beriman bertakwallah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu lerjakan.
(Qs: 59:18)

Bermimpi… bermimpi… dan bermimpilah! ! Karena mimpilah yang akan membuat kita menjadi seorang yang besar, mimpilah yang membuat seorang yang pengecut berani melangkah dan mimpilah yang akan membuat semangat kita terbakar untuk menggapai cita-cita kita.

ada sebuah kisah inspirasi yang luar biasa:
Seorang anak laki-laki bernama Monty. Ayahnya adalah seorang pelatih kuda miskin yang kerjanya melatih kuda-kuda di tiap peternakan, pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, dari satu peternakan ke peternakan yang lain.

Kisah ini dimulai pada saat Monty menginjak masa SMU, dia mendapat tugas dari gurunya untuk membuat sebuah karangan mengenai apa yang dia inginkan. Akhirnya pada malam harinya dia berpikir dan mengerjakan karangan itu menjadi tujuh halaman karangan, yang menakjubkan untuk anak seusia Monty pada saat itu. Dia menulis ketujuh halaman karangan itu begitu terperinci mengenai peternakan kuda, karena sang ayah adalah seorang pelatih kuda sehingga membuat Monty sangat terobsesi sekali mempunyai impian berupa peternakan kuda seluas 200 hektar dan terdapat rumah seluas 4000 m2 di tengah-tengah peternakan kuda tersebut, semua trak lintasan kuda, arena bertanding, kandang kuda, serta rumahnya digambar dengan jelas dan dengan detail tanpa terlewatkan satu hal kecil pun..

Akhirnya karangan itu pun dikumpul pada keesokan harinya. Dua hari kemudian semua karangan dikembalikan oleh sang guru kepada murid. Namun Monty melihat karangan tersebut dengan kecewa karena karangan tersebut mendapat nilai F serta terdapat tulisan oleh gurunya "Mohon Bertemu saya setelah kelas". Hanya Monty seorang yang mendapat nilai F pada saat itu,. Ketika bertemu dengan gurunya Monty langsung protes dengan nilai tersebut. Tapi malah sang gurunya yang balik menyalahkan Monty, gurunya berkata bahwa semua yang dibuat oleh Monty itu adalah impian yang tidak masuk akal, semuanya terlalu besar buat anak seukuran engkau, engkau hanyalah seorang anak dari pelatih kuda miskin, mana mungkin bisa mewujudkan semua,itu, sebsb hal tersebut memerlukan biaya yang sangat besar sekali, anda tidak punya latar belakang, bahkan engkau sekarang tidak menyiapkan sedikitpun untuk membangun ini ,mana mungkin ini semua bisa terjadi.

"Kamu saya berikan waktu untuk memperbaiki karangan ini, apabila kamu membuat sesuatu yang lebih masuk akal nilaimu akan saya ubah Monty" begitulah kata sang guru terhadap Monty, akhirnya Monty pulang dan berpkirir apakah dia harus merubah semua karangannya. Dia bertanya kepada sang ayah, Sang Ayah dengan bijak hanya berkata: "Monty, ini semua terserah kepadamu karena ini semua menyangkut masa depanmu, engkau sendirilah yang bisa menentukan hidupmu "

Satu minggu kemudian berlalu, akhirnya Monty mengumpulkan karangan tersebut tanpa merubah sedikit pun, Monty kecil hanya menulis: "Guru engkau boleh menyimpan nilai F tersebut, tapi aku akan tetap menyimpan impian ini"
Puluhan tahun telah berlalu sejak kejadian itu sekarang Monty besar
bercerita kepada grupnya, saya bercerita seperti ini kepada kalian karena guru saya tersebut duduk dilahan peternakan kuda saya seluas 200 hektar dan masuk kedalam rumah saya seluas 4000 m2. Saya masih menyimpan karangan dulu tersebut bahkan membingkainya dan tetap bertulisan huruf F untuk nilainya. Dua musim panas yang lalu bahkan guru yang memberi nilai F tersebut datang kepada Monty bersama 30 orang anak kecil lainnya untuk melihat peternakan kuda Monty.

Pada saat pulang sang guru berkata sesuatu kepada Monty: "Monty, sekarang saya bisa katakan kepada anda pada saat saya menjadi guru anda, saya telah menjadi orang yang mencuri impian banyak dari anak-anak seperti anda, tetapi anda sungguh luar biasa untuk terus mempertahankan impian tersebut"

Disekitar kita akan selalu ada orang-orang yang berpandangan negatif terhadap apa yang akan kita lakukan, mencemooh kita, bahkan bertepuk tangan dan menertawakan kegagalan yang terjadi pada diri kita.

Ketika kita telah memiliki impian yang jelas, maka mulai saat ini kejarlah terus apa yang telah menjadi cita-cita anda tersebut. Tutup telinga anda rapat-rapat dari masukan-masukan negatif yang hanya akan membuat semangat anda melemah, cukup dengarkan koreksi positif yang dilontarkan oleh orang-orang yang berada disekitar anda tersebut.

Yakinkanlah diri anda, bahwa tidak ada seorang pun yang bisa mengambil impian-impian yang telah anda bangun dan mencoba membelokkan jalan anda menuju impian tersebut, selain anda sendiri.

selamat berjuang!!!

diambil dari: milis
www.wujudkan-mimpi.blogspot. com

Monday, May 25, 2009

Lowongan Diplomat

Semoga bermanfaat,
Informasi ini saya dapatkan dari salah satu milis yang saya ikuti.

----- Pesan Diteruskan ----

Dari: AMAR NUGROHO:

Teman-teman yang baik,

Lembaga-lembaga internasional, via Deplu RI, membutuhkan banyak diplomat
muda Indonesia lulusan dari Eropa. Persyaratannya adalah: WNI, S-2 (DEA/MA)
dalam bidang apapun, berbahasa Indonesia, Inggris, dan salah satu bahasa
asing di Eropa dengan baik dan benar, berwawasan luas, mumpuni dalam
bidangnya, luwes dalam pergaulan internasional. Bagi yang tertarik dan ingin
bekerja di lembaga seperti FAO, WHO, UNICEF, UDHCR, dstnya, silahkan kirim
riwayat hidup (CV) lengkap dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar ke
Bapak Mohammad Koba, diplomat Indonesia yang saat ini ditugaskan di
Perwakilan Tetap Indonesia untuk PBB di Jenewa, Swiss. Silakan kirim lamaran ke
alamat surelnya: mkkoba@diplomats. com. Bagi yang punya jaringan, mohon dan
silahkan disebarkan pengumuman ini ke PPI se-Eropa.

Mohon maaf sebelumnya, saya harus menceritakan sejarah lowongan tersebut.
Lembaga-lembaga internasional itu kekurangan orang Indonesia yang bekerja di
dalamnya. Deplu RI sedang mencari sebanyak-banyaknya yang selanjutnya akan
disalurkan/ditempat kan di lembaga internasional tersebut. Pak Koba mendapat
tugas bin mandat untuk langsung mencari anak-anak muda Indonesia yang
berijazah S2 dari lulusan Eropa/Prancis, katanya "head hunting". Permintaan
ini sudah 2 bulan lalu, sewaktu saya diundang ke PTRI Swiss. Maaf baru
diumumkan sekarang. Semoga bermanfaat bagi semua khalayak.

Selamat mencoba.

Tabik,
AU
============ ========= ========

Tambahan dari Ahmad Syamil:

Informasi tentang Pak Mohammad Koba bisa didapat di

http://www.mission-indonesia.org/modules/article.php?articleid=3&lang=en

Mohammad K. Koba
First Secretary
mkkoba@deplu.go.id or mkkoba@diplomats.com

Basel Convention, CITES, POPs Convention, PIC, RAMSAR

Tersenyumlah...

Pembaca sekalian, sudah berapa kalikah anda senyum hari ini? Sekali, dua kali, tiga, empat... atau malah belum senyum? Bagi yg merasa belum senyum hari ini, ayo sekarang kita senyum... nah iya begitu, sedikit lagi, lebih lebar, nah kan kelihatan lebih cakep! Saya bisa pastikan bahwa pembaca sekalian tahu betapa pentingnya senyum itu. Makanya pada kesempatan kali ini saya tidak akan mengulasnya. 

Percuma saja, karena pembaca sekalian sudah tahu rahasia senyum sebenarnya. Lalu untuk apa saya menulis tentang senyuman ini? Jawabannya sederhana saja, saya hanya ingin mengajak kita semua utk tersenyum. Setiap kali Anda punya masalah atau pun tidak punya masalah tersenyumlah. Karena senyuman itu indah, dan ALLAH SWT mencintai keindahan. Ya senyumlah kawan...

Friday, May 8, 2009

15 Etika Berdebat ! (www.percikaniman.org)

Saat ini, kuantitas acara debat di media televisi semakin marak saja. Temanya pun semakin variatif : politik, ekonomi, sosial, budaya, agama, pendidikan, sampai penyikapan terhadap masalah luar negeri.. Bagi saya, dalam masalah informasi, merasa sangat terbantu dengan adanya acara-acara debat yang ditayangkan media televisi yang ada sekarang-baik lokal, nasional maupun internasional- karena mampu menambah sumber data sekaligus merangkum berbagai macam persepsi dalam menyikapi fakta dari para pembicara dalam debat-debat yang dilaksanakan. Namun bagaimana sebenarnya islam memendang debat ini? dan bagaimana etika debat dalam islam?

Debat (al-jadal/al-jidal) identik dengan dialog/ diskusi (at-tahawur). Allah swt berfirman :

Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Allah mendengar soal jawab antara kalian berdua.” (TQs. Al-Mujadalah : 1)

Dalam ayat ini Allah menyebut debat dengan istilah tahawur, artinya berdiskusi/berdialog. Debat pada dasarnya adalah menyampaikan hujah atau yang diduga sebagai hujah oleh dua pihak yang berbeda pendapat. Tujuannya adalah untuk membela pendapatnya atau mazhabnya, membatalkan hujah lawannya, serta mengalihkan pada pendapat yang tepat dan benar menurut pandangannya.

Debat adalah perkara yang diperintahkan syariat untuk menyatakan yang haq dan membatalkan yang batil. Dalilnya antara lain adalah firman Allah swt berikut :

“Serulah (manusia) pada jalan tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. (TQs. An-Nahl : 125)

Rasulullah saw juga sering mendebat kaum musyrik Makkah, Nasrani Najran, dan Yahudi Madinah. Pengemban da’wah akan senantiasa menyerukan Islam, dan memerangi pemikiran yang sesat. Karena debat telah ditentukan sebagai cara(‘uslub) untuk melakukan semua aktifitas tersebut maka debat menjadi suatu kewajiban, sesuai dengan kaidah :”Mala yatimul wajibu illa bihi fahuwa wajibun” ( Selama kewajiban tidak sempurna kecuali dengan suatu perkara maka perkara tersebut menjadi wajib).



Debat Yang Tercela

Namun, ada satu perdebatan yang dicela oleh syariat hingga bahkan dianggap sebagai bentuk kekufuran, seperti mendebat Allah dan ayat-ayat-Nya. Allah swt berfirman :

Mereka berdebat tentang Allah, sementara Dia-lah Tuhan Yang Maha Keras Siksanya. (Tqs. Ar-Ra’du : 1)

Tidak ada yang memperdebatkan ayat-ayat Allah kecuali orang-orang kafir (Tqs.Al-Ghafir : 44)

Berdebat tentang al-Qur’an untuk menetapkan bahwa al-Qur’an itu bukan mukjijat atau bukan berasal dari Allah juga merupakan suatu kekufuran. Rasulullah saw bersabda :

Berdebat tentang al-Qur’an adalah kekufuran ( Hr. Ahmad dari Abu Hurairah)

Debat yang diperintahkan syariat dapat dilakukan dengan didasarkan pada hujah (dalil) atau yang diduga sebagai dalial ( syubhah dalil). Diluar itu dinamakan syagab (Penyimpangan) atau takhlith (pencampuradukan yang hak dengan yang batil).

Ibnu aqil berkata,”Siapa saja yang suka menempuh metodologi ahli ilmu, maka ia hanya dibenarkan berbicara dengan hujah (dalil) atau syubhat dalil. Sedangkan syagab merupakan percampuran yang dilakukan oleh ahli debat.”

Dari paparan diatas, dapat ditarik kesimpulan, bahwa syagab adalah berdebat tanpa menggunakan dalil atau syubhat dalil.

15 Etika Debat

Dalam majalah al-Waie edisi 48 tahun IV, dibahas secara lugas etika dan aturan berdebat yang telah diwasiatkan oleh para ulama, saya ringkas dan pilih 15 point yang penting anda ketahui ketika berdebat yaitu :
1. Mengedepankan ketaqwaan kepada Allah.
2. Diniatkan untuk menyatakan yang haq dan membatalkan yang batil
3. tidak dimaksudkan untuk mencari kemegahan, kedudukan, meraih dukungan, berselisih, dan ingin dilihat.
4. Diniatkan untuk memberikan loyalitas kepada Allah dan pada agama-Nya serta nasihat kepada lawan debatnya.
5. Diawali dengan memuji Allah swt dan bersyukur kepada-Nya serta membaca shalawat kepada Nabi saw.
6. Memohon dengan sungguh-sungguh kepada Allah agar diberi taufik atas perkara yang diridlainya.
7. Menggunakan metode yang baik dengan pandangan dan kondisi yang baik.
8. Singkat dan padat dalam berbicara, yaitu berbicara sedikit tetapi sarat makna, serta tepat sesuai dengan sasaran.
9. Bersepakat dengan lawan debatnya atas sumber yang akan menjadi rujukan keduanya.
10. Tidak mengeraskan suara kecuali dengan kadar yang dibutuhkan untuk bisa didengar oleh orang yang ada disekitarnya, juga tidak boleh berteriak dihadapan lawan diskusi.
11. Tidak boleh meremehkan dan menghinakan keberadaan lawan debat.
12. Menjauhi tindakan bodoh (al-hiddah) dan berbuat sesuatu yang membosankan.
13. Berusaha memikirkan dan memahami perkara yang disampaikan oleh lawan debat agar bisa membantahnya dengan mudah. Tidak boleh cepat-cepat berbicara sebelum lawan selesai bicara.
14. Tidak boleh berdebat ditempat-tempat yang dikhawatirkan, atau mengandung resiko negatif.
15. Tidak boleh keras kepala dengan tidak menerima kebenaran ketika kebenaran itu tampak pada lawannya.




The last, Selamat berdebat ...sesuai syariat.

* * *




(Ibnu Khaldun Aljabari, 3 Maret 2009)

Author :
http://www.percikaniman.org
- Menuju Era Dakwah Tanpa Batas -