"Mulai dengan Bismillah, Luruskan Niat. Allah Maha Melihat!"

Showing posts sorted by relevance for query label:Motivation OR label:Inspiration OR label:Management OR label:Leadership. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query label:Motivation OR label:Inspiration OR label:Management OR label:Leadership. Sort by date Show all posts

2016/09/19

PERANAN ETIKA DALAM BUDAYA PERUSAHAAN

Sebelum menjelaskan peranan etika dalam budaya perusahaan, maka perlu dipahami terlebih dahulu penjelasan atau definisi tentang istilah ‘etika’ dan ‘budaya perusahaan’.
Etika sebagai praksis berarti : nilai-nilai dan norma-norma moral sejauh dipraktekkan atau justru tidak dipraktekkan, walaupun seharusnya dipraktekkan. Sedangkan etis, merupakan sifat dari tindakan yang sesuai dengan etika.

Selama perusahaan memiliki produk yang berkualitas dan berguna untuk masyarakat disamping itu dikelola dengan manajemen yang tepat dibidang produksi, finansial, sumberdaya manusia dan lain-lain tetapi tidak mempunyai etika, maka kekurangan ini cepat atau lambat akan menjadi batu sandungan bagi perusahaan tsb. Bisnis merupakan suatu unsur mutlak perlu dalam masyarakat modern. Tetapi kalau merupakan fenomena sosial yang begitu hakiki, bisnis tidak dapat dilepaskan dari aturan-aturan main yang selalu harus diterima dalam pergaulan sosial, termasuk juga aturan-aturan moral.

Budaya perusahaan adalah nilai-nilai yang menjadi pegangan SDM dalam menjalankan kewajiban dan merupakan landasan perilaku dalam organisasi. Ia adalah kumpulan nilai-nilai yang menjadi pedoman SDM untuk menghadapi permasalahan eksternal dan usaha penyesuaian integrasi ke dalam organisasi sehingga mereka mengetahui bagaimana mereka harus bertindak atau berperilaku. (Susanto: 2000)

PERANAN ETIKA DALAM BUDAYA PERUSAHAAN
Budaya perusahaan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perilaku etis. Perusahaan akan menjadi lebih baik jika mereka membudayakan etika dalam lingkungan perusahaannya. SDM yang hanya bekerja menurut kemauannya sendiri tanda mengindahkan aturan/norma/etika akan menjadikannya sebagai pribadi yang anti kritik, ingin merasa benar sendiri dan tidak memperhatikan perasaan / emosi pekerja lain. Kondisi seperti itu akan memicu konflik internal di perusahaan tersebut. Konflik yang ada tentu akan berdampak buruk pada kemajuan perusahaan. Agar konflik itu dapat dicegah, maka setiap SDM perlu diatur cara berinteraksinya satu sama lain dengan aturan yang disebut dengan etika.

Jika etika menjadi nilai dan keyakinan yang terinternalisasi dalam budaya perusahaan maka hal tersebut berpotensi menjadi dasar kekuatan perusahaan yang pada gilirannnya berpotensi menjadi sarana peningkatan kinerja. Peningkatan kinerja yang tinggi akan menjadikan perusahaan itu unggul. Perusahaan unggul itu yang memiliki sustained competitive advantage, dan ini diperoleh dari SDM yang menjalankan dan mengartikulasikan budaya perusahaan ke dalam kehidupannya di lingkungan kerja yang dilandasi oleh nilai-nilai etika yang akan selalu membimbingnya untuk selalu bersikap etis.

Bahkan begitu pentingnya etika ini dalam bisnis, Richard De George sampai menyebutnya sebagai salah satu prasyarat menjadi perusahaan yang sukses. Berikut ini adalah adalah syarat pokok untuk menjadikan sebuah perusahaan sukses/berhasil menurut George:
1. Produk yang baik
2. Managemen yang baik
3. Memiliki Etika (yang baik)

Tanpa etika, jangan diharap perusahaannya bisa menjadi berhasil.

Dengan lebih terinci kita dapat melihat beberapa manfaat jika etika diterapkan dalam budaya perusahaan:

1.       Dapat meningkatkan kredibilitas suatu perusahaan, karena etika telah dijadikan sebagai budaya perusahaan. Dengan adanya kode etik, secara intern semua karyawan terikat dengan standar etis yang sama sehingga diharapkan akan mengambil keputusan yang sama pula.
2.       Dapat membantu dalam menghilangkan grey area atau kawasan kelabu di bidang etika. Beberapa ambiguitas moral yang sering merongrong kinerja perusahaan dapat dihindarkan.
3.       Dapat menjelaskan bagaimana perusahaan menilai tanggungjawab sosialnya. Sangat diharapkan perusahan tidak membatasi diri pada standar minimal. Melalui kode etiknya perusahaan dapat menyatakan bagaimana ia memahami tanggungjawab sosial dengan melampui syarat minimum tersebut.
4.       Kode etik menyediakan bagi perusahaan-perusahaan dan dunia bisnis pada umumnya kemungkinan untuk mengatur dirinya sendiri (self regulation). Dengan demikian, Negara tidak perlu campur tangan.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai peranan etika yang begitu penting dalam budaya perusahaan. Ia dapat menentukan apakah perusahaan itu akan bisa berhasil atau tidak.



2009/08/10

Nikmatnya Memperbanyak Sujud

Bersujud di hadapan Allah SWT termasuk ibadah yang paling mulia sekaligus sebagai sarana paling baik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena, kata Rasulullah Saw, “Saat dimana seorang hamba paling dekat kepada Tuhannya, Allah Azza Wajalla, adalah ketika dia bersujud....” (HR. Muslim dari Abu Hurairah ra)

Namun, tahukah Anda bahwa dengan banyak bersujud maka muatan-muatan listrik yang ada dalam tubuh kita akan kelaur karena diserap oleh bumi (tanah)?



Abdurrahman Al-Asymawi, seorang ulama terkemuka berkebangsaan Mesir dalam bukunya yang berjudul Basysyiru Wa La Tunffiru mengatakan, setiap hari tubuh menyerap cahaya dan tenaga listrik magnetis yang tak sedikit jumlahnya melalui perangkat-perangkat listrik yang kita gunakan. Sehingga dengan demikian tubuh ini menjadi alat untuk menyerap cahaya listrik magnetis dalam jumlah banyak. Artinya, tubuh mengangkut sejumlah tenaga listrik tanpa kita sadari.



Ketika kita mengalami influenza, badan terasa pegal, berat, sesak, malas dan lemah, hal ini menandakan bahwa tubuh sedang merasakan sesuatu dari muatan magnetis tersebut. Lalu bagaimana jalan keluarnya?



Melalui riset ilmiahnya, seorang peneliti Barat yang non-muslim mengemukakan bahwa metode paling jitu untuk “mensucikan” tubuh dari kandungan listrik positif (yang berbahaya bagi tubuh) adalah dengan mengarahkan ubun ke bumi(tanah) lebih dari sekali. Karena, tanah itu sifatnya negatif maka ia akan menarik muatan lsitrik yang positif, yang terdapat dalam tubuh. Hal yang sama juga terjadi pada aliran (kabel) listrik dari gedung-gedung yang dialirkan ke dalam tanah. Tujuannaya adalah untuk menarik muatan listrik yang ada pada petir ke arah tanah.



Lebih jaun dia menjelaskan metode paling tepat adalah menempelkan ubun-ubun ke tanah secara langsung seraya memfokuskan arah pandangan ke arah pusat bumi. Karena, dalam keadaan seperti itu, muatan lsitrik yang ada dalam tubuh akan terserap oleh bumi sacara lebih kuat dan dalam jumlah yang banyak. Dan yang lebih mengagumkan adalah seperti yang kita ketahui bersama bahwa secara ilmiah pusat bumi adalah Makkah Al-Mukarramah. Lebih tepatnya lagi adalah Ka’bah, sebagaimana yang terdapat dalam kajian-kajian geografis dan disepakati oleh mereka yang ahli di bidangnya.



Jika demikian, sujud kepada Allah SWT yang kita lakukan setiap kali melaksanakan shalat adalah merupakan sarana yang paling tepat untuk membuang muatan-muatan listrik berbahaya tersebut, sekaligus menjadi sarana yang paling utama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, Sang Maha Pancipta. “....maka, perbanyaklah oleh kalian bersujud,” perintah Rasulullah (HR. Muslim dari Abu Hurairah).



Manfaat lain dari banyak bersujud adalah ampunan dan derajat yang tinggi di Allah SWT. Rasulullah saw bersabda, “Hendaklah kamu memperbanyak sujud. Sesungguhnya jika kamu sujud satu kali saja karena Allah, maka Allah akan mengangkatmu satu derajat dan menghapuskan satu kesalahanmu.’” (HR. Muslim dari Tsauban Abu Abdullah)



Maka, dengan memperbanyak sujud, dua beban tubuh yang berbahaya, yaitu muatan listrik dan dosa, akan berkurang sehingga tubuh pun terasa ringan.

Dalam Shahih-nya, Muslim meriwayatakan bahwa Abu Firâs Rabi’ah bin Ka’ab Al-Aslamiy–khadim (pelayan) Rasulullah SAW dan termasuk ahlusshuffah- berkata, Suatu kali saya bermalam bersama Rasulullah SAW. Saya menyediakan air untuk beliau berwudhu dan untuk kepentingan beliau yang lain. Melihat hal tersebut, Rasulullah saw bersabda, “Mintalah!” Saya menjawab, “Saya mohon agar dapat menemanimu di dalam surga.” Maka beliau bertanya, ‘Apakah ada permohonan lainnya?” Saya menjawab, “Hanya itu, wahai Rasulullah.” Beliau lalu bersabda, “Bantulah aku untuk mewujudkan permintaanmu itu dengan banyak bersujud.”



Demikianlah Allah SWT mempersembahkan balasan yang terbaik bagi hamba-hamba- Nya banyak bersujud di hadapan-Nya.



cited from: M.Yusuf Shandy
(semoga yang menulis arikel ini, dan juga kita yang membacanya selalu beroleh kebaikan dari Allah SWT)

2012/10/23

13 Aturan Sukses Joe Girard

Hari ini, kita akan belajar dari seorang tokoh penjualan nomor satu di dunia, yaitu Joe Girard. Beliau adalah salesman terhebat didunia. Bagi banyak orang, menjual satu mobil sehari saja sudah cukup sulit. Tetapi Joe Girard, pada masa kejayaannya, konon mampu menjual 6 mobil sehari … Bayangkan, 6 mobil sehari …
 
Tidak berlama-lama lagi, mari kita lihat 13 Aturan Sukses dari Joe Girard, salesman terhebat di dunia …
 
1. Simpanlah masalah Anda untuk diri Anda sendiri dan buatlah orang-orang percaya bahwa Anda memiliki waktu yang indah.
 
2. Aturlah Hidup Anda, simpanlah janji-janji Anda dalam sebuah buku janji, sehingga Anda tidak perlu menggunakan kata-kata yang menyakitkan seperti: "SAYA LUPA." Pada akhir setiap hari, tuliskan apa yang Anda telah lakukan dan rencanakanlah kerja Anda untuk hari berikutnya. Jika Anda tahu kemana Anda pergi, maka Anda akan tiba di sana .

3. Bekerjalah ketika Anda bekerja, jangan mengambil jam makan siang yang lama atau bermain golf ketika Anda harus bekerja. Makan dengan orang yang dapat membantu Anda mencapai tujuanmu, bukan dengan rekan kerja.
 
4. Berpakaianlah semestinya; Apa jenis orang yang Anda hadapi. Jika Anda menjual kepada pekerja kerah biru, janganlah memakai jas seharga Rp. 5 juta, sepatu mahal, perhiasan atau jam tangan. Pakailah ketika Anda sedang sendiri, bukan ketika Anda bekerja - pakaian dapat membuat orang lain menjauh.
 
5. Amati Tidak-Tidak dari Girard; Tidak merokok atau mengunyah tembakau atau permen karet, tidak ada cologne, tidak ada lelucon senonoh atau kotor, dan para pria tidak memakai anting-anting ketika sedang bekerja. Matikan ponsel - mereka menjengkelkan. Pembunuh terbesar dari semuanya adalah TIDAK TEPAT WAKTU.
 
6. DENGARKAN! Orang bisa mengetahui jika Anda tidak mendengarkan. Semakin lama Anda mendengarkan, semakin banyak orang akan merasa terikat dengan Anda. Semakin Anda mendengarkan, semakin besar kemungkinan pelanggan akan melakukan bisnis dengan Anda. Mendengarkan menunjukkan bahwa Anda peduli. "Mulut seharusnya hanya digunakan untuk makan - tutup mulut besarmu!"

7. Tersenyumlah! Senyum meningkatkan nilai nominal Anda. Jika seseorang tersenyum lebih banyak, mereka akan merasa lebih baik dan membuat pelanggan mereka merasa ingin melakukan bisnis dengan mereka.

8. Jagalah sikap positif; bergaullah dengan orang positif. Jauhilah dari para penentang atau orang  cengeng yang suka mengeluh. Jika ada sesuatu yang tidak beres dalam hidup Anda, Simpanlah untuk diri sendiri - tidak ada yang mau mendengar masalah Anda.
 
9. Jawablah semua panggilan telepon dan email. Tidak menjawab panggilan telepon dan email adalah cara untuk kehilangan pelanggan dan teman-teman. Jawablah panggilan dan email sesegera mungkin.
 
10. Katakan kebenaran. Jika Anda tertangkap dalam kebohongan, bahkan hanya sekali, Anda selalu akan dianggap pembohong. Bahkan jika Anda mengatakan kebenaran untuk sisa hidup Anda, Anda tidak akan dipercaya.
 
11. Jangan menjual terlalu mahal. Jika Anda melakukannya, dan pelanggan membandingkan kesepakatan Anda dengan orang lain, Anda akan kehilangan dia. Ambil sedikit dan tinggalkan sedikit; Joe hanya bekerja pada keuntungan kecil, tetapi besar pada volume, rata-rata enam penjualan mobil ritel sehari. Pembicaraan beredar dari mulut ke mulut bahwa Anda tidak bisa mengalahkan harga Joe Girard.
 
12. Berdirilah di depan produk atau layanan Anda, bukan dibelakangnya. Hal paling penting yang perlu Anda lakukan untuk pelanggan Anda adalah melayani mereka, dan mereka akan melakukan bisnis dengan Anda lagi dan lagi.
 
13. Belajarlah dari penjualan setiap hari; Ketika orang memberitahu Anda mengapa mereka melakukan bisnis dengan Anda, mereka memperkuat kepercayaan mereka pada Anda. Anda belajar tentang hal-hal yang mereka sukai dan apa yang mereka tidak suka dan jika mereka menyukai Anda, mereka akan melakukan bisnis dengan Anda selamanya.

Track record Joe Girard berbicara untuk dirinya sendiri, sebagai dosen internasional, penulis buku terlaris perbaikan diri, dan Penjual Terbesar di Dunia, dan juga Joe Girard adalah sorang pembicara yang hebat.
 
From the professional and enterpreneur club.

2011/04/25

Kompetisi, Membuat Berisi

Suatu desa yang rata-rata penduduknya bekerja sebagai petani, kedatangan seorang bijak dan ahli. Orang bijak tersebut berjalan menyusuri pedesaan, ladang-ladang, hutan kecil hingga di sebuah persawahan yang luas. Beberapa petani terlibat percakapan dengan Sang Bijak.

"Pak, dalam sekali panen biasanya sawah ini menghasilkan berapa kwintal gabah?" tanya orang bijak tersebut.

"Kira-kira sekarang ini ada 4 kwintal", jawab petani dengan mantap.
"Pak, lihatlah sawah ini begitu bersih, tidak ada rumput disela-selanya. Bahkan hingga seluruh lumpur bisa terlihat di sela tanaman dengan jelas. Jangankan rumput, lumut juga tidak tampak. Berarti bapak-bapak sekalian, dengan sangat baik merawat tanaman padi ini.", kata Sang Bijak.

"Benar sekali! Saat ini kami merawat dengan sangat baik. Kalau kami tidak rawat dan bersihkan rumput tersebut dengan baik, sudah pasti hasilnya akan berkurang.", penjelasan Pak Tani.

"Baiklah, kalau diijinkan saya ada saran. Sehingga hasil gabah setiap panen bisa jauh lebih banyak.", Sang Bijak menawarkan.

"Tentu saja kami mau, bagaimana melakukannya?", tanya Pak Tani.
"Mudah saja, biarkan rumput itu hidup disekitar tanaman padi. Dan lihatlah nanti bahwa hasil padinya akan jauh lebih banyak." ucap Sang Bijak.

"Wah dasar, ide gila, bagiamana mungkin. Lagi pula Anda bukan petani seperti kami yang sangat tahu dengan kondisi sawah dan bagaimana mengerjakannya. Kami tidak percaya! Dengan dirawat baik, hasilnya pasti lebih baik.", ucap petani dan diiyakan oleh petani lainnya.

Percakapan itu bubar. Dan beberapa petani tampak kecewa. Setelah waktu itu Orang Bijak itu menyewa sepetak sawah dan mengajak petani untuk garap sawah itu, dengan syarat sesuai dengan cara dari orang bijak tersebut, pada musim tanam depan.
Tibalah saat musim tanam dan petani lain masih dengan cara biasanya, namun sawah yang disewa oleh orang bijak itu, dengan cara yang berbeda. Dibiarkan ada rerumputan di sela tanaman padinya. Dan minggu demi minggu berjalan, hingga sampailah pada musim panen.

Para petani sibuk memanen hasil mereka. Sebagian lagi dijual secara borongan di sawah masing-masing. Sawah sewaan orang bijak itu, dipanen dan hasilnya ditimbang dan disimpan di rumah yang disewanya. Petani yang membantu heran sekali, atas hasil gabah dari sawah yang disewa itu. Hasil banyak, jauh lebih banyak dari yang biasanya. Lalu dia banyak bercerita tentang hal itu ke petani lain. Dan semua menjadi tahu, bahwa saran orang bijak tersebut benar dan terbukti.

Dalam tulisan ini kita tidak bercerita tentang bagaimana kita bertanam padi, namun tentang kompetisi. Ya Kompetisi !. Mengapa padi yang diselanya banyak rerumputan justeru memiliki hasil yang lebih? wah kalau kita bahas secara ilmu pertanian, mungkin akan beda analisanya. Ini kita lihat dalam sebuah filosofi mengenai kompetisi. Tanamam padi tersebut dengan adanya rerumputan atau lumut disela-selanya, maka dia senantiasa berkompetisi dalam mendapatkan makanan. Diluar bisa jadi adanya proses penguraian lain dari rumput yang memberikan sumber makanan untuk padi tersebut. Karena jika rumput itu tidak ada, maka tanaman padi akan tumbuh sendiri, mencari makanan sendiri.

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali bisa terlihat secara langsung hasil dengan adanya kompetisi. Mari kita perhatikan dan renungkan sejenak. Saat menyetir mobil di jalan tol. Saat tol lancar dan tenang, kita mnegikuti dengan rasa santai. Apalagi saat hanya beberapa kendaraan saja. Semua kendaraan berjalan dengan teratur sesuai jalur, tidak banyak rasa terpancing untuk saling mendahului. Saat agak padat, ada banyak kendaraan, apalagi kalau ada kendaraan lain yang mendahului, kita berpacu untuk mendahului.

Saat renang kita meluncur dari ujung ke ujung kolam, jika tanpa orang lain, kita akan tetap berenang dengan kecepatan biasanya. Kalau saja ada perenang lain, disamping jalur kita dan mendahului, ceritanya jadi lain. Ada rasa termotivasi untuk mempercepat. Bahkan bisa jadi hal itu tanpa disadari. Otomatis kecepatan renang kita bertambah.

Dalam banyak hal kompetisi ini sangat dibutuhkan. Kita bisa berhasil, bukan saja karena adanya tim yang kuat, sumber daya kita, namun kompetisi dengan yang lainnya membuat kita terpacu semakin kuat. Kompetisi melahirkan sebuah motivasi dan dalam banyak hal, motivasi ini mendorong sukses dengan kontribusi yang besar.
Pada suatu organisasi manajemen, kompetisi secara positif harus senantiasa diciptakan, karena akan sangat berpengaruh pada produktivitas. Para Leader dalam organisasi mesti piwai dalam melakukan kontrol manajemen kompetisi ini. Karena akan berbatas tipis, kompetisi yang diciptakan bergeser ke arah kompetisi negatif yang justeru mematikan motivasi.

Dalam setiap pribadi, kompetisi bisa diciptakan dengan parameter tertentu, sehingga terjaga dalam motivasi dengan stamina prima. Kompetisi yang terjadi dengan pihak external, dengan parameter logis, berbanding dengan target yang memungkinkan bisa dicapai dengan cara SMART. Fleksibelitas seseorang dalam melakukan short interval follow up terhadap target tertentu saat kompetisi akan menjadi sarana dalam menjaga stabilitas motivasi diri.

Kompetisi ini juga sangat baik, kita berikan kepada anak-anak kita, sehingga memiliki jiwa fighter yang tangguh. Terhindar dari mudah menyerah, berkeluh kesah, dll. Banyak games simulasi untuk berkompetisi, banyak sarana di keluarga dengan cara menyenangkan kompetisi bisa dilakukan.

Karena kompetisi membuat kita berisi dan berbobot lebih, tertantang dalam kompetisi sehat merupakan sarana sehat dalam mengasah kemampuan diri, sehingga selalu bisa lebih baik. Bukan yang terbaik sebagai target, namun terus menjadi lebih baik. Bisa jadi menjadi yang terbaik, hanya sesekali waktu saja, namun selalu menjadi yang terbaik, berarti kompetisi setiap saat. Selamat berkompetisi!

by:
Yant Subiyanto, ST,CM-NLP,CH,CHT

2024/12/30

Meniti Hikmah di Ujung Tahun: Refleksi 2024, Resolusi 2025

Menjelang pergantian tahun, banyak dari kita secara alami terdorong untuk berhenti sejenak dan merenung. Tahun 2024, dengan segala pencapaian, perjuangan, kebahagiaan, dan tantangannya, kini hampir berlalu. Dalam Islam, meskipun tidak ada ajaran untuk merayakan pergantian tahun, momentum ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi. Sebagaimana pesan bijak dari Umar bin Khattab, "Hasibu anfusakum qobla antuhasabu," hisablah dirimu sebelum kamu dihisab. Refleksi bukan sekadar melihat ke belakang, tetapi sebuah upaya mengevaluasi diri agar langkah ke depan menjadi lebih bermakna.

Tahun 2024 mungkin menghadirkan banyak pelajaran, baik yang manis maupun pahit. Dari kegagalan, kita belajar untuk bangkit. Dari kesuksesan, kita diingatkan untuk bersyukur dan tetap rendah hati. Setiap momen adalah cermin dari perjalanan kita menuju kehidupan yang lebih baik, baik secara spiritual maupun duniawi. Dalam refleksi ini, kita bisa bertanya kepada diri sendiri: Apa yang telah kita lakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah? Apa amal baik yang telah menjadi kebiasaan? Dan, adakah langkah-langkah yang mungkin telah menjauhkan kita dari ridha-Nya?

Menyambut tahun 2025, alih-alih hanya sekadar membuat resolusi seperti yang umum dilakukan banyak orang, kita bisa menjadikannya momen untuk memperbarui niat. Resolusi kita tidak hanya soal target duniawi, seperti karier yang lebih baik atau hidup yang lebih sejahtera, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa lebih taat, lebih bermanfaat bagi orang lain, dan lebih menjaga amanah yang diberikan Allah kepada kita. Menjadikan hidup lebih bermakna tidak hanya dengan mencapai ambisi pribadi, tetapi dengan memaknai setiap langkah sebagai bagian dari perjalanan menuju akhirat.

Waktu adalah anugerah yang sangat berharga. Setiap detik adalah kesempatan untuk memperbaiki diri. Tahun baru masehi hanyalah simbol perubahan waktu, tetapi maknanya tergantung pada bagaimana kita mengisinya. Jika di tahun ini masih ada janji yang belum terpenuhi, masih ada amalan yang tertunda, atau ada dosa yang belum kita istighfarkan, inilah saatnya untuk memulai. Tidak ada yang terlambat bagi mereka yang ingin berubah dan memperbaiki diri.

Mari menjadikan 2025 bukan sekadar angka baru, tetapi sebuah awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Jadikan refleksi tahun ini sebagai pijakan, dan resolusi tahun depan sebagai doa dan ikhtiar. Sebab hidup adalah perjalanan menuju Allah, dan setiap langkah yang kita ambil hendaknya menjadi bagian dari ibadah kepada-Nya. Semoga Allah memberkahi waktu-waktu kita ke depan dengan keberkahan, kebaikan, dan ampunan-Nya.

2012/10/10

Nilai Berharga Seikat Bunga

Seorang pria turun dari sebuah mobil mewah yang diparkir di depan kuburan umum.

Pria itu berjalan menuju pos penjaga kuburan. Setelah memberi salam, pria yang ternyata adalah sopir itu berkata,

"Pak, maukah Anda menemui wanita yang ada di mobil itu? Tolonglah Pak,karena para dokter mengatakan sebentar lagi beliau akan meninggal!"

Penjaga kuburan itu menganggukkan kepalanya tanda setuju dan ia segera berjalan di belakang sopir itu.

Seorang wanita lemah dan berwajah sedih membuka pintu mobilnya dan berusaha tersenyum kepada penjaga kuburan
itu sambil berkata, 
" Saya Ny. Steven. Saya yang selama ini mengirim uang setiap dua minggu sekali kepada Anda. Saya mengirim uang itu agar Anda dapat membeli seikat kembang dan menaruhnya di atas makam anak saya. Saya datang untuk berterima kasih atas kesediaan dan kebaikan hati Anda. Saya ingin memanfaatkan sisa hidup saya untuk berterima kasih kepada orang-orang yang telah menolong saya."

"O, jadi Nyonya yang selalu mengirim uang itu? Nyonya, sebelumnya saya minta maaf kepada Anda. Memang uang yang Nyonya kirimkan itu selalu saya belikan kembang, tetapi saya tidak pernah menaruh kembang itu di pusara anak Anda." jawab pria itu.

"Apa, maaf?" tanya wanita itu dengan gusar.

"Ya, Nyonya. Saya tidak menaruh kembang itu di sana karena menurut saya, orang mati tidak akan pernah melihat keindahan seikat kembang.

Karena itu setiap kembang yang saya beli, saya berikan kepada mereka yang ada di rumah sakit, orang miskin yang saya jumpai, atau mereka yang sedang bersedih.
Orang-orang yang demikian masih hidup, sehingga mereka
dapat menikmati keindahan dan keharuman kembang-kembang itu, Nyonya," jawab pria itu.

Wanita itu terdiam, kemudian ia mengisyaratkan agar sopirnya segera pergi.

Tiga bulan kemudian, seorang wanita cantik turun dari mobilnya dan berjalan dengan anggun ke arah pos penjaga kuburan.

"Selamat pagi. Apakah Anda masih ingat saya? Saya Ny. Steven. 
Saya datang untuk berterima kasih atas nasihat yang Anda berikan beberapa bulan yang lalu.
Anda benar bahwa memperhatikan dan membahagiakan mereka yang masih hidup jauh lebih berguna daripada meratapi mereka yang sudah meninggal.

Ketika saya secara langsung mengantarkan kembang-kembang itu ke rumah sakit atau panti jompo, kembang-kembang itu tidak hanya membuat mereka bahagia, tetapi saya juga turut bahagia.

Sampai saat ini para dokter tidak tahu mengapa saya bisa sembuh, tetapi saya benar-benar yakin bahwa sukacita dan pengharapan adalah obat yang memulihkan saya!"

Renungan :
Jangan pernah mengasihani diri sendiri, karena
mengasihani diri sendiri akan membuat kita
terperangkap di kubangan kesedihan. Ada prinsip yang
mungkin kita tahu, tetapi sering kita lupakan, yaitu
dengan menolong orang lain sesungguhnya kita menolong
diri sendiri.


*kiriman dari sales.lifeexcellent@gmail untuk milis trainersclub.

2011/11/10

Deja Vu

Pernahkan anda mengunjungi sebuah rumah untuk pertama kalinya dan tiba-tiba anda merasa familiar dengan rumah tersebut ? Atau pernahkah anda berada dalam suatu peristiwa ketika tiba-tiba anda merasa bahwa anda sudah mengalaminya walaupun anda tidak dapat mengingat kapan terjadinya ? itulah deja vu, salah satu fenomena misterius dalam kehidupan manusia.  
Deja Vu juga terjadi dalam berbagai bentuk. Ada yang hanya bisa mengingat secara samara-samar, ada yang hanya mengingat lokasi kejadian dan ada pula yang mengingat hal-hal yang sangat mendetail. Secara garis besar, Deja Vu terdiri dari empat jenis berikut

1. Deja Vu
Deja Vu jenis ini yang paling banyak terjadi dimana kita pernah merasakan suatu kondisi yang sama sebelumnya dan yakin pernah terjadi di masa yang lampau dan berulang kali. Sering kali pada saat itu individu akan diikuti oleh perasaan takut, rasa familiar yang kuat dan merasa aneh.


2. Deja Vécu
Perasaan yang terjadi pada Deja vecu lebih kuat daripada Deja Vu. Deja vecu seseorang akan merasa pernah berada dalam suatu kondisi sebelumnya dengan ingatan yang lebih detail seperti ingat akan suara ataupun bau.


3. Deja Senti
Deja Senti adalah fenomena “pernah merasakan” sesuatu. Suatu ketika kamu pernah merasakan sesuatu dan berkata “Oh iya saya ingat!” atau “Oh iya saya tahu!” namun satu dua menit kemudian sadar bahwa sebenarnya kamu tidak pernah berbicara apa pun.


4. Jamais Vu
Jamais Vu (tidak pernah melihat/mengalami) adalah kebalikan dari Deja Vu. Kalau Deja Vu mengingat hal-hal yang sebenarnya belum pernah dilakukan sebelumnya, Jamais Vu lain lagi. Tipe Deja Vu semacam ini justru tiba-tiba kehilangan memorinya dalam mengingat sesuatu hal yang pernah terjadi dalam diri. Hal ini bisa terjadi karena kelelahan otak.


5. Deja Visité

Deja Vu tipe ini lebih menitikberatkan pada ingatan seseorang akan sebuah tempat yang belum pernah ia datangi sebelumnya tapi merasa pernah merasa berada pada lokasi yang sama. Deja Visité berkaitan dengan tempat atau geografi.


Mengapa Deja Vu bisa terjadi?

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah mengapa Deja Vu bisa terjadi? Jangan berpikiran bahwa ini adalah fenomena alam yang tidak mampu dijelaskan secara ilmiah karena para ilmuan telah menemukan jawaban akan fenomena yang ada dalam alam pikiran manusia tersebut.

Recognition Memory adalah sebuah jenis memori yang menyebabkan kita menyadari bahwa apa yang kita alami sekarang sebenarnya sudah pernah kita alami sebelumnya.

Otak kita berfluktuasi antara dua jenis Recognition Memory, yaitu
Recollection dan Familiarity. Kita menyebut sebuah ingatan sebagai Recollection (pengumpulan kembali) jika kita bisa menyebutkan dengan tepat seketika itu juga kapan situasi yang kita alami pernah muncul sebelumnya. Contoh, jika kita bertemu dengan seseorang di toko, maka dengan segera kita menyadari bahwa kita sudah pernah melihatnya sebelumnya di bus.

Sedangkan ingatan yang disebut Familiarity muncul ketika kita tidak bisa menyebut dengan pasti kapan kita melihat pria tersebut. Deja Vu adalah contoh Familiarity.


Selama terjadi Deja Vu, kita mengenali situasi yang sedang kita hadapi, namun kita tidak tahu dimana dan kapan kita pernah menghadapinya sebelumnya.


Percaya atau tidak, 60 sampai 70 persen manusia di bumi ini paling tidak pernah mengalami deja vu minimal sekali, apakah itu berupa pandangan, suara, rasa atau bau. Jadi, jika anda sering mengalami deja vu, jelas anda tidak sendirian di dunia ini.


Teori-Teori Deja Vu
Walaupun Emile Boirac sudah meneliti fenomena ini sejak tahun 1876, namun ia tidak pernah secara tuntas menyelesaikan penelitiannya. Karena itu, banyak peneliti telah mencoba untuk memahami fenomena ini sehingga akhirnya kita mendapatkan Paling tidak 40 teori yang berbeda mengenai deja vu, mulai dari peristiwa paranormal hingga gangguan syaraf.

Pada tulisan ini, tidak mungkin saya membahas 40 teori tersebut satu persatu. Jadi saya akan memilih beberapa teori yang saya anggap perlu diketahui. Pertama, saya akan mulai dari teori psikolog legendaris, Sigmund Freud. Tapi sebelum itu, saya ingin menunjukkan kepada Anda sebuah gambar yang sangat terkenal.


masih ingat kan Anda akan foto ilustrasi "Puncak gunung es" yang terkenal. Para ahli "otak" sering menggunakan ilustrasi di atas untuk menunjukkan seperti apa pikiran kita yang sebenarnya. Permukaan air adalah batas kesadaran kita. Pikiran Sadar kita adalah bongkahan yang muncul di atas permukaan laut. Sedangkan pikiran bawah sadar adalah bongkahan raksasa yang ada di dalam laut.


Menurut mereka, sesungguhnya sebagian besar informasi yang kita terima tersimpan di pikiran bawah sadar kita dan belum muncul ke permukaan. Hanya sebagian kecil dari informasi yang kita terima benar-benar kita ingat atau sadari. Prinsip ini adalah kunci penting untuk memahami Deja Vu.


Perhatian yang terpecah - teori ponsel
Seorang peneliti bernama Dr. Alan Brown pernah mengadakan eksperimen yang diharapkan bisa menciptakan ulang proses deja vu. Dalam percobaannya, ia dan rekannya Elizabeth Marsh memberikan sugesti subliminal kepada subjek penelitiannya.

Mereka menunjukkan sekumpulan foto yang menunjukkan lokasi-lokasi yang berbeda kepada sekelompok pelajar dengan maksud bertanya kepada mereka mana yang dianggap paling familiar bagi mereka. Dalam percobaan ini, semua pelajar yang diuji belum pernah mengunjungi lokasi-lokasi yang ada di foto tersebut.


Namun sebelum mereka menunjukkan foto-foto itu, terlebih dahulu mereka menayangkan sebagian foto itu di layar dengan kecepatan subliminal sekitar 10 sampai 20 milidetik. Kecepatan itu cukup bagi otak manusia untuk menyimpan informasi itu di bawah sadar, namun tidak cukup bagi para pelajar itu untuk menyadari dan menaruh perhatian padanya.


Dalam percobaan ini terbukti bahwa lokasi-lokasi pada foto-foto yang sudah ditayangkan dengan kecepatan subliminal dianggap paling familiar bagi para pelajar itu.


Eksperimen serupa pernah diadakan oleh Larry Jacobi dan Kevin Whitehouse dari Washington University. Bedanya, mereka menggunakan sekumpulan kata-kata, bukan foto. Namun hasil yang didapat sama dengan eksperimen Dr. Alan Brown.


Berdasarkan pada hasil eksperimennya, Dr. Alan Brown kemudian mengajukan sebuah teori yang disebut sebagai teori ponsel (atau perhatian yang terpecah).


Teori ini mengatakan bahwa ketika perhatian kita terpecah, maka, secara subliminal, otak kita akan menyimpan informasi mengenai kondisi di sekeliling kita namun tidak benar-benar menyadarinya. Ketika perhatian kita mulai fokus kembali, maka segala informasi mengenai sekeliling kita yang tersimpan secara subliminal akan "terpanggil" keluar sehingga kita merasa lebih familiar. Ini sama seperti bongkahan es di bawah permukaan air yang naik ke atas permukaan.


Contoh, jika kita memasuki sebuah rumah sambil ngobrol dengan orang lain, maka perhatian kita tidak akan terpaku kepada kondisi rumah itu, namun otak kita telah menyimpan informasi itu secara subliminal di bawah sadar. Ketika kita selesai ngobrol, pikiran kita mulai fokus dan informasi yang tersimpan di bawah sadar mulai muncul. Seketika itu juga kita mulai merasa familiar dengan rumah itu.


Jadi, berdasarkan teori ini, deja vu tidak berhubungan dengan kejadian di masa lalu yang telah berlangsung lama.


Memori dari sumber lain
Ada lagi teori yang lain. Teori ini percaya bahwa otak kita menyimpan banyak memori yang datang dari berbagai aspek kehidupan kita, seperti film yang kita tonton, gambar ataupun buku yang kita baca. Informasi-informasi ini kita simpan tanpa kita sadari. Sejalan dengan lewatnya waktu, maka ketika kita mengalami peristiwa yang mirip dengan informasi yang pernah kita simpan, maka memori yang tersimpan di bawah sadar kita akan bangkit kembali.

Contoh, sewaktu kecil, mungkin kita pernah menonton sebuah film yang memiliki adegan di sebuah tugu atau monumen. Ketika dewasa, kita mengunjungi tugu ini dan tiba-tiba kita merasa familiar walaupun kita tidak ingat dengan film tersebut.


Teori ini mirip dengan teori ponsel, tapi teori ini setuju bahwa deja vu berhubungan dengan kejadian yang telah berlangsung lama di masa lampau.


Teori Pemrosesan Ganda (visi yang tertunda)
Dalam banyak hal, teori-teori mengenai penyebab Deja Vu tidak berbeda jauh dari yang diajukan oleh Sigmund Freud. Namun seorang peneliti bernama Robert Efron berusaha melihat lebih jauh kedalam mekanisme otak, bukan sekedar pikiran sadar atau tidak sadar. Walaupun sangat teknikal, teori yang diajukannya dianggap sebagai salah satu teori Deja Vu terbaik yang pernah ada.

Teori Efron ini berhubungan dengan bagaimana cara otak kita menyimpan memori jangka panjang dan jangka pendek. Ia menguji teori ini pada tahun 1963 di rumah sakit Veteran Boston. Menurutnya, respon syaraf yang terlambat dapat menyebabkan deja vu. Hal ini disebabkan karena Informasi yang masuk ke pusat pemrosesan di otak melewati lebih dari satu jalur.


Efron menemukan bahwa
Lobus Temporal dari otak bagian kiri bertanggung jawab untuk mensortir informasi yang masuk. ia juga menemukan bahwa Lobus Temporal ini menerima informasi yang masuk dua kali dengan sedikit delay antara dua transmisi tersebut.

Informasi yang masuk pertama kali langsung menuju Lobus Temporal, sedangkan yang kedua kali mengambil jalan berputar melewati otak sebelah kanan terlebih dahulu.


Jika delay yang terjadi sedikit lebih lama dari biasanya, maka otak akan memberikan catatan waktu yang salah atas informasi tersebut dengan menganggap informasi tersebut sebagai memori masa lalu.


Tapi jika Anda bertanya mengenai pendapat saya, maka saya rasa Sigmund Freud telah memecahkan misterinya.


(Dari article mas Hendry Risjawan)

2014/06/18

Satu City Car Sudah Hilang dari Jalan Raya

Alhamdulillah, sudah lebih dalam setengah tahun belakangan ini saya konsisten menggunakan kendaraan umum ketika berangkat dan pulang kerja. Awalnya bus TransJakarta yang jadi pilihan, namun sekarang saya beralih ke moda kereta (commuter line) Jabodetabek. Faktor kecepatan adalah alasannya.



Ko bisa beralih kendaraan umum? Apa tidak lebih capek? Awalnya iya. Lama-lama jadi terbiasa.

Apa tidak kesal berdesak-desakan? Awalnya iya. Lama-lama jadi terbiasa.

Apa tidak gengsi? Untuk pertanyaan ini, jawaban saya adalah tidak sama sekali. Jangankan saya yang masih manager pemula ini, beberapa kenalan saya yang sudah level VP hingga Direktur pun mulai banyak juga yang menggunakan jasa ‘commuter line’ ini. Zaman sudah berubah!



Tidak mudah memang untuk merubah kebiasaan dari ‘kenyamanan’ berkendera pribadi ke moda transportasi umum. Apalagi melihat kondisi transportasi umum di Jabodetabek yang masih jauh dari harapan. Tapi kebiasaan itu harus kita mulai. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?



Secara umum, orang bisa dan mau melakukan perubahan atau kebiasaan baru jika mengetahui dan sudah menghitung kelebihan dan kekurangan kebiasaan baru itu. Sederhananya, manfaat apa yang bisa didapat dengan kebiasaan baru itu. Jika keuntungan dan hal positifnya memang jauh lebih banyak, maka kemungkinan besar orang akan bersedia melakukannya. Bahkan mungkin akan merasa butuh untuk melakukannya.

Untuk membantu Anda semua pemilik kendaraan pribadi yang masih ragu untuk beralih ke kendaraan umum, berikut ini saya tuliskan beberapa keuntungan (berdasarkan pengalaman) yang dapat diperoleh dengan beralih ke moda transportasi umum ini:

Lebih hemat. Ketika membawa mobil pribadi dulu (jenis city car), setidaknya saya menghabiskan seratus ribuan rupiah setiap harinya untuk biaya bensin, bayar tol, dan parkir yang tiga ribu sejam itu. Sekarang tidak sampai lima belas ribu rupiah, saya sudah bisa PP rumah-kantor-rumah dengan kereta include biaya parkir motor di stasiun kereta.
Mobil menjadi lebih awet. Praktis, kendaraan pribadi saya hanya digunakan pada hari Sabtu, Ahad, atau waktu libur saja. Ini jelas menguntungkan.
Banyak kenalan. Berangkat dan pulang kerja dengan commuter line, ada saja kenalan baru yang saya dapatkan. Tidak jarang berujung pada pertemanan. Jika hoki, bisa berlanjut pada kerjasama (bisnis, komunitas, hingga hobby).
Lebih leluasa dalam berkomunikasi. Untuk Anda yang mengendarai kendaraan sendiri tentu paham maksud saya ini. Anda pasti akan kerepotan bahkan membahayakan diri sendiri dan orang lain jika menggunakan alat komunikasi texting ketika mengendarai. Ini berbeda jauh ketika Anda naik kendaraan umum. Anda bebas mengeksplore alat komunikasi dan atau gadget Anda lainnya.
Membantu pemerintah mengurangi kemacetan. Setiap hari ada begitu banyak mobil-mobil pribadi yang ‘parkir’ di garasi rumah masing-masing. Bayangkan jika mereka semua tidak mau naik kendaraan umum, pasti ada ribuan mobil ‘tambahan’ yang ikut memacetkan kota ini.
Membantu pemerintah mengurangi polusi udara dan polusi suara (kebisingan). Pemerintah terbantu, warga pun senang.
Hemat enerji dan ramah lingkungan. Ada ratusan liter BBM yang dapat Anda selamatkan setiap bulannya.
Dan lain-lain…

Tentu beberapa poin keuntungan yang saya sebutkan di atas akan menjadi lebih terasa ‘kebenarannya’ ketika semakin banyak pemilik kendaraan pribadi yang beralih ke kendaraan umum. The more, better…

Bagaimana? Tertarik? Yuk mulai dari besok pagi. Saya sudah memulainya. Apakah Anda juga?

*picture is powered by google

2024/05/14

KUPAS TUNTAS HUKUM MUSIK

MEMAHAMI HADITS IMAM BUKHORI TENTANG ALAT MUSIK

(Sehingga sesuai dengan perbuatan Nabi dan para Sahabat)


Sebagian orang menghukumi haram bermain musik secara mutlak berdasar hadits riwayat Imam Bukhari. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:


ليكونن من أمتى أقوام يستحلون الحر والحرير والخمر والمعازف

"Akan ada pada umatku kaum-kaum yang menghalalkan KEMALUAN, KHAMR, kain SUTRA, dan alat-alat MUSIK".



BENARKAH DEMIKIAN? MARI KITA BAHAS


SANAD HADITS

Inilah satu satunya hadits yang dianggap paling shahih mengharamkan musik. Meski diriwayatkan oleh Imam Bukhari, bukan berarti sanad hadits ini bersih dari pembicaraan. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari secara Muallaq artinya terputus sanadnya. Oleh karena itu Ibnu Hazm dalam Al Muhalla menolak hadis ini. 


Keraguan pada sanad hadis Bukhari ini tidak hanya terbatas pada periwayatan yang muallaq. Semua sanad dari hadis ini bersumber dari perawi tunggal, Hisyam bin Ammar. Perowi inilah yang jadi pembicaraan, ia diperselisihkan oleh para ahli hadits.


MATAN HADITS

Kita anggap saja hadits tsb shahih. Mari kita kupas bagaimana matan hadits tersebut.


Setelah diteliti apa apa yang disebutkan dihadist tersebut tidak semuanya HARAM MUTLAK .


1. SUTERA hanya diharamkan buat laki-laki, sedangkan perempuan dibolehkan memakainya.


2. Dalam redaksi HADIST BUKHORI TERSEBUT adalah ALHIRA ( ﺍﻟﺤِﺮَ ). ARTI aslinya adalah KEMALUAN atau FARJI. 

Tapi dibelokkan artinya menjadi ZINA.


Padahal kalau kita gunakan makna aslinya, yaitu MENGHALALKAN KEMALUAN, maka hukumnya tidak mutlak haram. Sebab menghalalkan kemaluan bisa dengan cara yang benar, seperti lewat pernikahan atau budak. KEMALUAN bisa HARAM kalau digunakan untuk berzina.


Seharusnya memahami alat musik juga tidak mutlak haram seperti halnya kemaluan dan sutera, tapi harus difahami, jika  alat-alat musik itu digunakan untuk kemaksiatan maka hukumnya haram TAPI jika tidak ada kemaksiatan atau melanggar SYARIAT maka hukumnya BOLEH.


SEMUA YANG disebutkan hadist BUKHORI diatas yang HARAM MUTLAK hanya KHAMR karena ada dalil nash yang salah satunya menyebutkan yaitu:


Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


لَعَنَ اللَّهُ الْخَمْرَ وَشَارِبَهَا وَسَاقِيَهَا وَبَائِعَهَا وَمُبْتَاعَهَا وَعَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا وَحَامِلَهَا وَالْمَحْمُولَةَ إِلَيْهِ


“Allah melaknat khamar, orang yang meminumnya, orang yang menuangkannya,penjualnya, pembelinya, orang yang memerasnya, orang yang mengambil hasil perasannya, orang yang mengantarnya dan orang yang meminta diantarkan.” (HR. Abu Daud, no. 3674; Ibnu Majah no. 3380).


Haramnya memakai SUTRA bagi laki laki juga ada dalil nash yang menyebutkannya, silakan dicari sendiri. 


Nah bagi yang mengharamkan MUTLAK ALAT MUSIK adakah DALIL NASH yg menjelaskannya??


BEGITU JUGA JANGAN belokkan arti KEMALUAN MENJADI ZINA, ini TIDAK SESUAI ARTI yang sesungguhnya dari redaksi BUKHORI diatas. 


Kalau Anda bersikeras memaksakan mengharamkan MUTLAK alat musik, maka ANDA HARUS juga BERANI mengharamkan MUTLAK KEMALUAN, kalau berani silakan potong kemaluan.


=====


Maka yang benar adalah musik terlarang tersebut adalah musik yang terangkai dengan kelalaian dan maksiat, sebagaimana contoh dalam hadits Imam Bukhari tsb. Dalam pengertian lain yakni lagu lagu syetan.


Sebagaimana hal senada tergambar dalam hadits berikut:


إني لم أنه عن البكاء ولكني نهيت عن صوتين أحمقين فاجرين : صوت عند نغمة لهو ولعب ومزامير الشيطان وصوت عند مصيبة لطم وجوه وشق جيوب ورنة شيطان


“Aku tidak melarang kalian menangis. Namun, yang aku larang adalah dua suara yang bodoh dan maksiat:

1. Suara di saat nyanyian hiburan/kesenangan, permainan dan lagu-lagu setan

2. Suara ketika terjadi musibah, menampar wajah, merobek baju, dan jeritan setan.” (HR HAKIM DAN BAIHAQI)


Inilah illat pengharaman musik, sebagaimana kaidah:

الحكم يدور مع العلة وجودا وعدما

"Hukum itu berputar pada illatnya. Ada illat ada hukum, tak ada illat tak ada hukum"


Sehingga singkatnya asal hukum musik adalah mubah, bisa menjadi haram bila terdapat illat atau sebab haram didalamnya, yakni kelalaian dan kemaksiataan atau pelanggaran syariat.


==========

Sebagai tambahan kami bawakan Bukti NABI dan ISTRINYA AISYAH TIDAK mengharamkan musik dan nyanyian selama tidak membawa lalai dan maksiat


Nabi dan istrinya MENDENGARKAN MUSIK DAN NYANYIAN. 


حَدَّثَنَا أَبُو يَحْيَى بْنُ أَبِي مَسَرَّةَ قَالَ ثنا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ ثنا عَبْدُ الْجَبَّارِ بْنُ الْوَرْدِ  قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ أَبِي مُلَيْكَةَ  يَقُولُ  قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا بَيْنَا أَنَا وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَالِسَانِ فِي الْبَيْتِ اسْتَأْذَنَتْ عَلَيْنَا امْرَأَةٌ كَانَتْ تُغَنِّي فَلَمْ تَزَلْ بِهَا عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا حَتَّى غَنَّتْ فَلَمَّا غَنَّتِ اسْتَأْذَنَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، فَلَمَّا اسْتَأْذَنَ عُمَرُ ، أَلْقَتِ الْمُغَنِّيَةُ مَا كَانَ فِي يَدِهَا  وَخَرَجَتْ وَاسْتَأْخَرَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا عَنْ مَجْلِسِهَا ، فَأَذِنَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَضَحِكَ ، فَقَالَ  بِأَبِي وَأُمِّي مِمَّ تَضْحَكُ ؟ فَأَخْبَرَهُ مَا صَنَعَتِ الْقَيْنَةُ , وَعَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا ، فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ  وَأَمَّا وَاللَّهِ لا ، اللَّهُ وَرَسُولُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَقُّ أَنْ يُخْشَى يَا عَائِشَةُ


Telah menceritakan kepada kami Abu Yahya bin Abi Masarrah yang berkata telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Muhammad yang berkata telah menceritakan kepada kami ‘Abdul Jabbaar bin Wardi yang berkata aku mendengar Ibnu Abi Mulaikah mengatakan Aisyah radiallahu ‘anha berkata “suatu ketika aku dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam duduk berdua di rumah, maka seorang wanita yang sering bernyanyi meminta izin kepada kami, tidak henti-hentinya Aisyah bersama dengannya sampai akhirnya ia menyanyi. Ketika ia bernyanyi Umar bin Khaththab radiallahu ‘anhu datang meminta izin. Ketika Umar meminta izin maka penyanyi itu melemparkan apa yang ada di tangannya(alat musik) dan keluar, Aisyah radiallahu ‘anha pun ikut keluar dari sana. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan izin kepadanya (Umar) dan tertawa. (Umar)berkata “demi Ayah dan Ibuku, mengapa anda tertawa?”. Maka Beliau memberitahunya apa yang dilakukan penyanyi itu dan Aisyah radiallahu ‘anha. Umar radiallahu ‘anhu berkata “Demi Allah tidak (begitu), hanya Allah dan Rasul-nya shallallahu ‘alaihi wasallam yang lebih berhak untuk ditakuti wahai Aisyah” 

(Akhbaaru Makkah Al Fakihiy 3/32 no 1740)

Hadis Aisyah di atas sanadnya jayyid para perawinya tsiqat dan shaduq.


عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِبَعْضِ الْمَدِينَةِ فَإِذَا هُوَ بِجَوَارٍ يَضْرِبْنَ بِدُفِّهِنَّ وَيَتَغَنَّيْنَ وَيَقُلْنَ نَحْنُ جَوَارٍ مِنْ بَنِي النَّجَّارِ يَا حَبَّذَا مُحَمَّدٌ مِنْ جَارِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْلَمُ اللَّهُ إِنِّي لَأُحِبُّكُنَّ


Dari Anas bin Malik berkata; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melewati sebagian kota Madinah dan menemukan gadis-gadis yang sedang menabuh rebana sambil bernyanyi dan bersenandung, ‘Kami gadis-gadis Bani Najjar, alangkah indahnya punya tetangga Muhammad’.” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah mengetahui, sungguh aku mencintai mereka.” (Hadits Ibnu Majah No.1889)


عَنِ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ أَنَّ امْرَأَةً جَاءَتْ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ  يَا عَائِشَةُ تَعْرِفِينَ هَذِهِ؟ قَالَتْ لا  يَا نَبِيَّ اللَّهِ قَالَ هَذِهِ قَيْنَةُ بَنِي فُلانٍ تُحِبِّينَ أَنْ تُغَنِّيَكِ؟ فَغَنَّتْهَا


Dari As-Saa’ib bin Yaziid bahwa seorang wanita datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau berkata “Wahai Aisyah apakah engkau mengenal wanita ini?”. (Aisyah) berkata, “Tidak wahai Nabi Allah”. Beliau berkata “Wanita ini adalah penyanyi dari Bani Fulan, sukakah engkau jika ia menyanyi untukmu” maka ia menyanyi (Sunan Al Kubra An-Nasa’iy 8/184 No. 8911). 


Hadis riwayat An Nasa’iy di atas memiliki sanad yang shahih, para perawinya tsiqat.


-----

SAHABAT NABI juga mendengarkan musik dan nyanyian dan punya alat musik. 


Imam Asy Syaukani Rahimahullah berkata:


عن ابْنِ سِيرِينَ قَالَ: إنَّ رَجُلًا قَدِمَ الْمَدِينَةَ بِجَوَارٍ فَنَزَلَ عَلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ وَفِيهِنَّ جَارِيَةٌ تَضْرِبُ، فَجَاءَ رَجُلٌ فَسَاوَمَهُ فَلَمْ يَهْوَ مِنْهُنَّ شَيْئًا، قَالَ: انْطَلِقْ إلَى رَجُلٍ هُوَ أَمْثَلُ لَكَ بَيْعًا مِنْ هَذَا؟ قَالَ مَنْ هُوَ؟ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ، فَعَرَضَهُنَّ عَلَيْهِ،فَأَمَرَ جَارِيَةً مِنْهُنَّ فَقَالَ لَهَا: خُذِي الْعُودَ، فَأَخَذَتْهُ فَغَنَّتْ فَبَايَعَهُ، ثُمَّ جَاءَ إلَى ابْنِ عُمَرَ إلَى آخِرِ الْقِصَّةِ وَرَوَى صَاحِبُ الْعِقْدِ الْعَلَّامَةُ الْأَدِيبُ أَبُو عُمَرَ الْأَنْدَلُسِيُّ: أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ دَخَلَ عَلَى ابْنِ جَعْفَرٍ فَوَجَدَ عِنْدَهُ جَارِيَةً فِي حِجْرِهَا عُودٌ ثُمَّ قَالَ لِابْنِ عُمَرَ: هَلْ تَرَى بِذَلِكَ بَأْسًا؟ قَالَ: لَا بَأْسَ بِهَذَا


Dari Ibnu Sirin, katanya: Ada seorang laki-laki datang ke Madinah bersama tetangganya, mereka berhenti di tempatnya Abdullah bin Umar, pada mereka terdapat jariyah yang sedang main rebana, lalu datang laki-laki yang menawarkannya dan dia sedikitpun tidak tertarik kepadanya. Beliau (Ibnu Umar) berkata: “Pergilah ke laki-laki yang bisa membeli dengan harga lebih dibanding seperti kepunyaanmu dan jual-lah.” Laki-laki itu bertanya: “Siapa dia?” Beliau menjawab: “Abdullah bin Ja’far. Lalu mereka membawanya kepadanya (Abdullah bin Ja’far), lalu salah satu jariyah itu diperintahkan: “Ambil-lah ‘Uud (kecapi).” Lalu dia mengambilnya lalu bernyanyi. Maka laki-laki itu menjualnya. Kemudian dia datang lagi ke Ibnu Umar sampai akhir kisah ini.

Pengarang kitab Al ‘Iqdu, Al ‘Allamah Abu Umar Al Andalusi, meriwayatkan: “Bahwa Abdullah bin Umar masuk ke rumah Abdullah bin Ja’far Radhiallahu ‘Anhuma. Dia dapati di rumahnya itu ada seorang jariyah yang dikamarnya terdapat ‘Uud (kecapi). Lalu Beliau bertanya kepada Ibnu Umar: “Apakah pendapatmu ini boleh-boleh saja?” Beliau menjawab: “Tidak apa-apa.” (Nailul Authar, 8/179.) 


Khadimus Sunnah, Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah menceritakan bahwa banyak para sahabat nabi dan tabiin pernah mendengarkan nyanyian dan memainkan musik. Berikut ini keterangannya:


ما صح عن جماعة كثيرين من الصحابة والتابعين أنهم كانوا يسمعون الغناء والضرب على المعازف. فمن الصحابة عبد الله بن الزبير، وعبد الله بن جعفر وغيرهما. ومن التابعين: عمر بن عبد العزيز، وشريح القاضي، وعبد العزيز بن مسلمة، مفتي المدينة وغيرهم


Telah shahih dari segolongan banyak dari sahabat nabi dan tabi’in, bahwa mereka mendengarkan nyanyian dan memainkan musik. Di antara sahabat contohnya Abdulah bin Az-Zubeir, Abdullah bin Ja’far, dan selain mereka berdua. Dari generasi tabi’in contohnya: Umar bin Abdul ‘Aziz, Syuraih Al-Qadhi, Abdul ‘Aziz bin Maslamah mufti Madinah, dan selain mereka. (Fiqhus Sunnah, 3/57-58)


----

Maka Imam Al Fakihani

Rahimahullah mengatakan –sebagaimana dikutip

oleh Imam Asy Syaukani:

ﻟَﻢْ ﺃَﻋْﻠَﻢْ ﻓِﻲ ﻛِﺘَﺎﺏِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻟَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴُّﻨَّﺔِ ﺣَﺪِﻳﺜًﺎ ﺻَﺤِﻴﺤًﺎ ﺻَﺮِﻳﺤًﺎ ﻓِﻲ

ﺗَﺤْﺮِﻳﻢِ ﺍﻟْﻤَﻠَﺎﻫِﻲ

Tidak aku ketahui dalam Kitabullah dan Sunnah hadits yang shahih dan lugas tentang pengharaman musik. ( Nailul Authar , 8/117)


Imam Abu Hanifah. Dalam madzhab Hanafi pengharaman musik dikenal sangat keras. Tapi faktanya, IMAM Abu Hanifah sendiri tidak seperti itu. Sebagaimana terlihat keterangan Imam Al Kasani Al Hanafiy:


وَيَجُوزُ بَيْعُ آلَاتِ الْمَلَاهِي مِنْ الْبَرْبَطِ، وَالطَّبْلِ، وَالْمِزْمَارِ، وَالدُّفِّ، وَنَحْوِ ذَلِكَ عِنْدَ أَبِي حَنِيفَةَ


Dibolehkan menjual alat-alat musik seperti Al Barbath, gendang, seruling, rebana, dan lainnya, menurut Imam Abu Hanifah. (Bada’i Ash Shana’i, 5/144)


Hal ini dipertegas lagi dalam keterangan dalam Al Mausu’ah berikut ini:


وذهب بعض الفقهاء إلى إباحتها إذا لم يلابسها محرم، فيكون بيعها عند هؤلاء مباحا . والتفصيل في مصطلح (معازف) .ومذهب أبي حنيفة – خلافا لصاحبيه – أنه يصح بيع آلات اللهو كله


Sebagian ahli fiqih berpendapat, bolehnya menjual alat-alat musik bila tidak dicampuri dengan hal-hal yang haram, maka menjual hal tersebut bagi mereka mubah. Rinciannya terdapat dalam pembahasan Al Ma’azif. Imam Abu Hanifah berpendapat –berbeda dengan dua sahabatnya- bahwa sah memperjualbelikan alat-alat musik seluruhnya. (Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 9/157)


ULAMA  madzhab Imam Malik Rahimahullah, Beliau membolehkan mendengarkan nyanyian walau dengan iringan musik. Bahkan juga segolongan sahabat Nabi ﷺ.

Imam Asy Syaukani Rahimahullah mengatakan:


وَحَكَى الرُّويَانِيُّ عَنْ الْقَفَّالِ أَنَّ مَذْهَبَ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ إبَاحَةُ الْغِنَاءِ بِالْمَعَازِفِ. وَحَكَى الْأُسْتَاذُ أَبُو مَنْصُورٍ وَالْفُورَانِيُّ عَنْ مَالِكٍ جَوَازَ الْعُودِ


Ar Ruyani meriwayatkan dari Al Qaffal, bahwa madzhab-nya Imam Malik bin Anas membolehkan bernyanyi dengan menggunakan alat musik (Al Ma’azif). Al Ustadz Abu Manshur Al Furani menceritakan bahwa Imam Malik membolehkan kecapi (Al ‘Uud). (Nailul Authar, 8/113)


Imam Ibnu ‘Abidin Rahimahullah menjelaskan:

ﺁﻟﺔ ﺍﻟﻠﻬﻮ ﻟﻴﺴﺖ ﻣﺤﺮﻣﺔ ﻟﻌﻴﻨﻬﺎ ﺑﻞ ﻟﻘﺼﺪ ﺍﻟﻠﻬﻮ ﻣﻨﻬﺎ، ﺇﻣﺎ ﻣﻦ ﺳﺎﻣﻌﻬﺎ

ﺃﻭ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺸﺘﻐﻞ ﺑﻬﺎ، ﺃﻻ ﺗﺮﻯ ﺃﻥ ﺿﺮﺏ ﺗﻠﻚ ﺍﻵﻟﺔ ﺣﻞ ﺗﺎﺭﺓ ﻭﺣﺮﻡ

ﺃﺧﺮﻯ ﺑﺎﺧﺘﻼﻑ ﺍﻟﻨﻴﺔ؟ ﻭﺍﻷﻣﻮﺭ ﺑﻤﻘﺎﺻﺪﻫﺎ .

“Alat-alat permainan itu bukanlah haram semata-mata permainannya, tetapi jika karenanya terjadi kelalaian baik bagi pendengar atau orang yang memainkannya, bukankah anda sendiri menyaksikan bahwa memukul alat-alat tersebut kadang dihalalkan dan kadang diharamkan pada keadaan lain karena perbedaan niatnya? Sesungguhnya menilai perkara-perkara itu tergantung maksud-maksudnya.” ( Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 38/169)


KESIMPULAN:

Dengan mengumpulkan semua hadits hadits shahih terkait tema musik ini dapat difahami bahwa musik yang haram adalah yang mengandung pelanggaran syariat berupa kelalaian atau kemaksiatan. Inilah diantara illat pengharaman musik tersebut, bila illat pengharaman ini tiada maka hukumnya kembali ke asal yakni mubah. Sebagaimana dipraktekkan oleh Nabi dan sahabatnya dalam banyak riwayat. Demikian pula dalam redaksi hadits bukhari tersebut (bila shahih) maka terkandung makna terlarangnya musik itu bila dirangkaikan atau hingga menimbulkan kelalaian dan maksiat seperti minum khamr, zina dan lain sebagainya.


Semoga bermanfaat!
Disalin dari laman fb:  Ahmad Badali

2012/02/21

Just Another Story of 'Silaturrahiim'

Sebelum saya memulai cerita ini, izinkan dulu saya mengajukan pertanyaan berikut ini: Sudah berapa lama terakhir kalinya Anda melakukan kontak (bisa menemui atau menelpon, sms, chat, dll) dengan sahabat-sahabat Anda? Berapa lama? Semoga tidak seperti kisah kawan di bawah ini:

Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan seorang sahabat lama. Tidak terlalu lama juga. Hanya sekira dua tahun lebih kami tidak saling bertemu. Komunikasi lewat hp atau email pun sangat langka. Bukannya saya gak mau, tapi kontak saya sering diabaikannya.

Terakhir bertemu dulu ketika dia meminta informasi lowongan kerja kepada saya. Karena memang waktu dia sedang ‘unemployed’ alias sedang tidak bekerja. Tidak punya usaha atau bisnis juga, sementara usianya sudah terus menanjak naik, melewati angka 28 tahun.  Tentu saja baginya kondisi (belum punya penghasilan tetap) tersebut sangat tidak baik, lebih pula bagi seorang pemuda yang mempunyai 2 adik perempuan yang harus diperjuangkannya kelak.

Flash-back sebentar ke masa dua tahun yang lalu.
Alhamdulillahnya pada waktu itu, sangat kebetulan ada seorang kawan lain yang sedang mencari karyawan untuk perusahaan bosnya, perusahaan penjualan otomotif ternama. Dan ia pun menginformasikan juga kepada saya. Tentu saja, gayung bersambut. Lowongan ini tidak disia-siakan oleh kawan yang sedang mencari pekerjaan tadi.

Saya minta dia segera menyiapkan berkas lamaran dan bisa langsung menghadap HRD dari perusahaan yang sedang mencari karyawan tadi.  Fortunately, dia lulus di tahap rekrutmen, kemudian ikut training dan terus diterima sebagai tenaga baru di perusahaan tersebut, meski dikontrak, tapi langsung kontrak 2 tahun sekaligus. Alhamdulillah.

Semenjak itu, saya hanya mendengar kabar tentangnya dari kawan lain, atau sesekali saya lihat di laman facebook-nya. Praktis tidak ada lagi kontak dengan saya. Saya hanya berfikir positif saja, mungkin karena kesibukannya sehingga email saya juga dilewat begitu saja.

Kalau dilihat dari statusnya di facebook, terlihat dia betah di perusahaan tersebut dan tampak lebih gemuk hanya setelah 3 bulan semenjak bekerja. Sebagai teman tentu saja saya bersyukur melihat keadaannya yang tampak lebih ‘makmur’ itu.

Kembali ke masa kini.
Beberapa hari yang lalu itu (setelah berselang dua tahun), tahukah pembaca sekalian, berita apa yang dia bawa? Kenapa tiba-tiba setelah tepat dua tahun baru sempat mampir ke rumah kami? Ternyata, ini terkait dengan statusnya yang kembali menjadi ‘un-emplyed’, alias nganggur. Kontrak dua tahunnya tidak diperpanjang. Entah karena performansi kerjanya tidak bagus, atau ada alasan lain dari perusahaannya. Saya tidak tahu. Dan tidak ingin tahu juga.

Dia membuka percapakannya,’Tolong aku fren, tolong dibantu rekomendasikan ke temanmu yang di HRD kami itu’. ‘Wah wah ada apa ini’ Tanya saya. Dia pun menceritakan tentang kontrak kerjanya yang tidak diperpanjang itu.

‘Waduh, maaf banget sob, bukannya saya gak mau bantu. Tapi tiap HRD itu pasti dah punya mekanisme tentang diperpanjang atau tidaknya seorang karyawan. Dan itu baku. Tentu saja pihak lain tak bisa mempengaruhi’ Jawab saya beralasan. ‘Kalau gak, minta tolong kasih relasi lain la yang mungkin sedang butuh karyawan juga’ katanya memelas.

Sebenarnya saya sangat ingin membantu, sejauh yang saya bisa. Tapi memang saat ini saya belum dapat info lagi tentang lowongan di perusahaan-perusahaan yang kebetulan banyak staff HR-nya teman mengaji saya waktu kuliah dulu.

Seandainya aja situ menghubungi saya bulan kemarin, mungkin situ bisa ikut seleksi di tempat kerja kakak saya sob’ kata saya. ‘Iya siy, tapi bulan kemarin aku sangat yakin pasti bakalan diperpanjang.’ Katanya. ‘Nah itu lah perlunya kita menjaga sillaturrahiim, sambut saya setengah menceramahi. Udah butuh baru maksain datang silaturrahim. Waktu lagi enak terima gaji gede kemarin-kemarin, lupa ke saya’. kata saya sambil bercanda agar dia tidak tersinggung.

Tapi memang benar, pembaca sekalian, bulan kemarin dibuka lowongan untuk posisi pengawas di tempat kerja kakak saya, dan statusnya setelah satu tahun kontrak bisa berpeluang jadi ‘permanent employee’. Test masuknya pun tidak susah-susah amat. Saya yakin dengan kualifikasi yang dimiliki kawan tadi, dia bisa lulus. Namun itu lah, karena saya tidak tahu bahwa dia akan butuh maka info ‘penting’ ini saya kasih tahu ke anak tetangga, dan sekarang dia lagi persiapan proses training di situ.
---

Sementara, kawan yang sedang butuh kerja tadi, sekarang adalah hari kedelapannya mulai hunting job-vacation lagi di kompas sabtu minggu, karir.com, jobsdb.com dan situs lowongan kerja lainnya. Saya doakan segera dapat yang terbaik, sob!
---
Cerita seperti ini bisa jadi sangat sederhana, dan banyak pembaca sekalian yang pernah mendengar atau mungkin mengalaminya sendiri. Namun, bagi kita yang sedang belajar menjadi pribadi yang baik tentu bisa menarik hikmah darinya. Bahwa silaturrahiim itu sangat perlu dilakukan, baik dalam keadaan lapang atau pun sempit, sedang sibuk ataupun senggang. Terlebih dari itu, salah satu rahasia dari silaturrahiim, yakni bisa memudahkan rezeki memang terlihat dari cerita di atas. Seperti sabda Nabi Muhammad SAW: ‘Barangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali silaturahmi" (HR. Bukhari Muslim).

Semoga kita termasuk dalam kategori pribadi yang baik, mudah terinspirasi dan rajin menjaga silaturrahiim. Amiin

Bandung, 21 Februari 2012

2024/08/11

Go ASEAN, Go!


In the 2024 Olympics, there were four ASEAN countries managed to secure medals, highlighting both the competitive nature of the games and the growing athletic prowess within the region. These nations showcased their talent and determination on the global stage, bringing pride to Southeast Asia. Their achievements serve as an inspiration to other ASEAN countries to invest further in sports development and international competition, fostering a spirit of excellence and camaraderie among the member states.

2013/06/27

Belajar Menjadi Ramah

Tulisan singkat ini saya salin-rekat dari akun twitter saya @feri_s pada tanggal 27 Juni 2013.
Semoga menginspirasi.

1. Senang kalo bertemu dg orang yg ? Yuk, kita pelajari sifat2nya agar kita menyenangkan juga bg siapapun yg ketemu kita.
2. Diantara definisinya: Ramah itu baik hati dan menarik budi bahasanya. Manis tutur kata dan sikapnya.
3. Jika berjumpa dg yg belum dikenal, ia mengenalkan diri duluan. Tp bukan sksd: sok kenal sok dekat :)  
4. Jika berjumpa dg yg sudah dikenal, ia menyapa terlebih dahulu. Tidak pura2 tak melihat, apalagi buang muka.  
5. Jika berpapasan dengannya, ia tersenyum terlebih dahulu. Senyum sudah menjadi kebutuhan baginya:)  
6. Kalau bicara dengannya, ia menyimak. Banyak mendengar baru bicara. Banyak bertanya daripada menasihati.  
7. Memandangnya membawa kesejukan. Tatapannya memuliakan. Tidak mimik artifisial, apalagi lebay.  
8. Tamu yg di rumahnya akan merasa betah. Menyenangkan bersama keluarganya. Dan jika dia yg bertamu, dia pandai membawa diri.  
9. Dalam bertetangga, ia peduli dengan sesama. Yg lagi beruntung disambanginya, yg lagi malang dijenguknya.
10. Kalau bertanya padanya, ia menjelaskan tanpa menggurui. Giliran dia yg bertanya, ia bisa menghargai bukan menghakimi.  
11. Jika memuji terasa tulus. Jika terpaksa menasihati, terasa mengajak bersamanya, bukan menyuruh.  
12. Lama2 terlihat, ciri orang ramah ini sama dgn ciri orang yang menyenangkan. Ya, sifat ini mmg membawa kesenangan bagi siapapun.
13. Semoga menginspirasi, dan kita bisa menyelami ciri2 ini serta mengejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari. Selamat sore. Salam

2013/03/18

Kisah 500 Santri dan 1 Payung

Alkisah, di satu desa, sudah sangat lama tidak turun hujan, sumber air mulai mengering dan penduduk mulai mengeluh. Rapat desa memutuskan untuk meminta seorang kyai bersama para santrinya untuk memimpin shalat istisqa' (shalat minta hujan) dan doa-doa.

Terkumpullah 500 orang santri bersiap shalat istisqa' dan memanjatkan doa dipimpin oleh sang kyai. Dari 500 orang santri tersebut semuanya memegang kitab suci Al Quran, tetapi uniknya dari 500 orang santri tersebut hanya ada 1 orang yang membawa kitab suci dan ... payung !!

Tentunya sang kyai juga membawa payung. Melihat fenomena tersebut, sang kyai hanya tersenyum. Sesuai shalat istisqa' dan doa bersama, sang kyai menguji sang santri yang membawa payung tersebut, "saya perhatikan dari 500 santri ini hanya kamu yang bawa payung, kenapa?"

Sang santri menjawab, "karena saya yakin hujan akan turun".

---

Apa hikmah yang bisa kita petik dari kisah diatas?

Sederhana ...

Selama ini kita begitu gigihnya berjuang, "fight", ber-jibaku demi mengejar kesuksesan. Siang hari kita bekerja penuh semangat dan antusiasme, di malam hari kita berdoa kepada Tuhan.

Tetapi ...

Perlu juga sekali-kali kita menguji diri kita sendiri, dengan mengajukan pertanyaan "apakah kita yakin kita akan sukses?" Lalu persiapan "payung" apa yang sudah kita bawa sejak saat ini?

Teman saya sibuk membangun garasi dan carport di rumahnya, padahal kemana-mana dia masih pakai motor. Ramai tetangga membicarakan gelagatnya, namun teman saya ini hanya menjawab, "Kan saya yakin bakalan punya mobil dalam waktu dekat". Yaak ... dia memang ada bisnis yang dikerjakan dan dia pun berdoa dengan khusyuk dan memang dia berencana akan membeli mobil (maklum anaknya 3, nggak muat diangkut semua pakai motor kan?).

Lalu,

Pertanyaannya ....

Sejauh mana tingkat keyakinan kita terhadap usaha-usaha mengejar sukses yang kita lakukan selama ini?

"Payung" apa saja yang sudah kita persiapkan sejak saat ini?

Yuuk, Silahkan dipersiapkan "payung" masing-masing. Semoga Tuhan berkenan mengabulkan doa-doa kesuksesan kita.

Sebab suksesnya kita adalah bukan untuk diri kita sendiri, melainkan suksesnya kita adalah sebuah amanat untuk berbagi dan membantu orang-orang lain untuk bisa sukses juga.

---

*Diemailkan oleh john.arianto@intiartamadani.com
untuk milist The Profec

2024/11/07

Peluang Industri BPO di Indonesia: Layanan Pelanggan Sebagai Pilar Utama

foto: istimewa
Industri Business Process Outsourcing (BPO) di Indonesia berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan akan solusi yang efisien dan terjangkau dalam mengelola layanan pelanggan. Layanan pelanggan, khususnya, menjadi fokus utama di mana banyak perusahaan global berkompetisi untuk memberikan pengalaman terbaik bagi konsumen. Dengan populasi yang besar, biaya tenaga kerja yang kompetitif, serta dukungan infrastruktur digital yang terus berkembang, Indonesia telah menjadi pasar yang menarik bagi penyedia layanan BPO dan customer service global.

1. Potensi Pasar BPO di Indonesia

Indonesia, sebagai negara dengan lebih dari 270 juta penduduk, menyediakan sumber daya manusia yang melimpah. Dengan bonus demografi yang dinikmati saat ini, tenaga kerja muda Indonesia dianggap memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi, fleksibilitas, serta kecakapan digital. Hal ini menjadi daya tarik bagi perusahaan-perusahaan yang membutuhkan layanan pelanggan 24/7, baik melalui telepon, email, maupun media sosial. Kualitas dan aksesibilitas sumber daya manusia yang kompetitif memungkinkan perusahaan BPO menawarkan layanan berkualitas tinggi dengan biaya yang efisien.

Selain itu, tingkat penetrasi internet yang meningkat pesat turut mendukung industri ini. Berdasarkan data Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII), pada 2023, jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai lebih dari 200 juta orang, menciptakan pasar digital yang sangat besar untuk diakses. Ini mendorong BPO untuk menghadirkan layanan pelanggan berbasis digital yang fleksibel dan dapat diakses dengan mudah oleh konsumen dari berbagai latar belakang.

2. Peran Teknologi dalam Evolusi Layanan Pelanggan

Industri BPO di Indonesia telah mengalami transformasi signifikan, dari layanan tradisional berbasis telepon ke layanan omni-channel yang mencakup berbagai platform digital seperti chat, email, media sosial, hingga aplikasi mobile. Penggunaan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan chatbots dalam melayani pelanggan juga semakin umum, membantu perusahaan merespons pelanggan secara lebih cepat dan tepat. AI memungkinkan analisis data dalam jumlah besar untuk memahami kebutuhan pelanggan dan memberikan solusi yang lebih personal.

Automation juga memainkan peran penting dalam industri ini. Beberapa BPO telah mulai menerapkan RPA (Robotic Process Automation) untuk menyelesaikan tugas-tugas repetitif, sehingga agen dapat lebih fokus pada interaksi yang memerlukan empati dan penanganan khusus. Dengan kombinasi antara agen manusia dan teknologi otomatisasi, penyedia layanan BPO di Indonesia mampu memberikan pengalaman pelanggan yang semakin unggul dan efisien.

3. Kehadiran Pemain Global dan Kompetisi yang Ketat

Seiring dengan meningkatnya permintaan untuk layanan BPO, banyak pemain global yang memasuki pasar Indonesia. Beberapa perusahaan multinasional seperti Concentrix Limited Company, TDCX , Transcosmos Indonesia (Official) , Teleperformance , Alorica , PT VADS Indonesia , IGT Solutions dll telah berinvestasi dan mendirikan pusat operasional di Indonesia. Kehadiran pemain global ini memberikan dampak positif terhadap standar layanan pelanggan, di mana persaingan ketat mendorong peningkatan kualitas, pelatihan, serta pengembangan karyawan. BPO global ini datang untuk membersamai pemain lokal yang sudah sangat mapan di pasar Indonesia seperti PT. INFOMEDIA NUSANTARA by Telkom Indonesia, Mitracomm Ekasarana by Phintraco Group , RADIKARI , W Group, Convergnce dan lain-lain.

Persaingan ini tidak hanya terbatas pada penyedia layanan customer service tetapi juga termasuk penyedia layanan customer experience (CX), yang kini dianggap sebagai salah satu keunggulan kompetitif perusahaan. CX meliputi seluruh pengalaman pelanggan dengan suatu brand, yang mencakup tidak hanya interaksi langsung, namun juga perasaan dan kesan yang terbentuk dalam setiap titik kontak. Untuk memenangkan pasar, penyedia layanan BPO kini menawarkan CX yang terpadu, memadukan teknologi dan sentuhan personal dari agen.

4. Tantangan dan Peluang dalam Industri BPO di Indonesia

Meskipun industri BPO di Indonesia berkembang, terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah turnover karyawan yang cukup tinggi di industri ini. Tingkat stres yang tinggi dan jam kerja yang panjang sering kali menyebabkan agen customer service pindah pekerjaan dalam waktu singkat. Untuk mengatasi hal ini, perusahaan BPO kini berfokus pada peningkatan kesejahteraan karyawan dan menawarkan peluang pengembangan karier yang lebih baik.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia juga turut mendukung perkembangan industri ini dengan kebijakan dan regulasi yang semakin ramah bisnis. Program Making Indonesia 4.0 yang diinisiasi pemerintah, misalnya, mendorong penggunaan teknologi digital dalam berbagai sektor termasuk BPO. Hal ini tidak hanya membuka peluang untuk peningkatan kualitas layanan tetapi juga memberi kesempatan bagi industri BPO lokal untuk bersaing dengan pemain internasional.

5. Tren Masa Depan Industri BPO di Indonesia

Ke depannya, BPO di Indonesia diprediksi akan semakin berfokus pada pendekatan omnichannel untuk memberikan pengalaman pelanggan yang terintegrasi. Omnichannel memungkinkan pelanggan untuk berinteraksi melalui berbagai platform dengan pengalaman yang konsisten, yang semakin relevan di era digital saat ini.

Selain itu, pengalaman pelanggan berbasis data (data-driven customer experience) akan menjadi fokus utama. Dengan semakin banyaknya data pelanggan yang dapat diakses, BPO di Indonesia dapat memberikan layanan yang lebih personal dan proaktif. Tren ini juga selaras dengan preferensi pelanggan yang semakin menginginkan pengalaman yang mudah, cepat, dan disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

Kesimpulan

Industri BPO di Indonesia, khususnya layanan pelanggan, terus berkembang pesat dan menawarkan banyak peluang. Faktor-faktor seperti pertumbuhan populasi digital, kehadiran pemain global, dukungan teknologi, dan kebijakan pemerintah memberikan dasar yang kuat bagi Indonesia untuk menjadi salah satu pusat layanan pelanggan terdepan di kawasan Asia Tenggara. Bagi perusahaan BPO yang mampu berinovasi dan memberikan nilai tambah melalui teknologi dan layanan yang personal, masa depan industri ini di Indonesia sangat cerah.***

Foto: Bersama guru kami, babeh Reza Erlangga, dan rekan-rekan dari Infomedia Nusantara, Jakarta, 31 Oktober 2024 (ngobrol-ngobrol ringan tentang BPO dan hal-hal kekinian lainnya) 
--

Artikel Menarik lainnya: 
Waktu Terbaik Menilai Konsistensi Agen Contact Center? Hari Pertama Setelah Cuti.
KSA: Fondasi Utama untuk Meraih Masa Depan di Dunia Kerja
Skip Level Meeting: Mendengar Suara Garis Depan
Masa Depan Contact Center: Mengutamakan Keamanan dan Privasi Data Pelanggan
Kedisiplinan Tinggi: Kunci Sukses di Dunia Contact Center
Peluang Industri BPO di Indonesia: Layanan Pelanggan Sebagai Pilar Utama
Meningkatkan Skor CSAT yang Disebabkan oleh Masalah Produk
Understanding and Addressing CSAT and AHT Issues in Contact Centers
Lima Komponen Utama Customer Care yang Efektif