"Mulai dengan Bismillah, Luruskan Niat. Allah Maha Melihat!"

Showing posts with label Feri. Show all posts
Showing posts with label Feri. Show all posts

2024/07/02

Cross Cultural Understanding: Blankon dan Keris dalam budaya Jawa

Pemahaman lintas budaya itu sangat penting diajarkan kepada generasi muda. Bahkan untuk orangtuanya sendiri. Apalagi dalam konteks kenegaraan kita yang sangat majemuk.

Setidaknya ada beberapa alasan utama kenapa pemahaman lintas budaya itu sangat penting, diantaranya adalah:

1. Mengurangi Kesalahpahaman
Pemahaman lintas budaya membantu mengurangi kesalahpahaman yang bisa terjadi akibat perbedaan budaya. Ketika kita memahami budaya lain, kita bisa lebih memahami konteks di balik perilaku dan komunikasi mereka.
2. Meningkatkan Kolaborasi
Di dunia global saat ini, kolaborasi antar daerah bahkan di level internasional adalah hal yang umum. Memahami budaya lain memungkinkan kita bekerja lebih efektif dengan orang dari latar belakang yang berbeda, yang pada gilirannya dapat meningkatkan produktivitas dan hasil kerja.
3. Membangun Hubungan yang Lebih Baik
Pemahaman lintas budaya membantu membangun hubungan yang lebih baik dan lebih kuat. Dengan menghormati dan memahami budaya orang lain, kita dapat menciptakan hubungan yang lebih harmonis dan saling menghargai.
4. Mengembangkan Perspektif yang Lebih Luas
Berinteraksi dengan budaya lain memperkaya perspektif kita dan membuat kita lebih terbuka terhadap cara pandang yang berbeda. Ini membantu kita menjadi lebih toleran dan empatik.
5. Meningkatkan Kemampuan Adaptasi
Dalam dunia yang terus berubah, kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap lingkungan baru sangat penting. Pemahaman lintas budaya membuat kita lebih fleksibel dan mampu menyesuaikan diri dengan situasi yang beragam.
6. Meningkatkan Kecerdasan Emosional
Memahami dan menghargai perbedaan budaya juga meningkatkan kecerdasan emosional kita. Kita menjadi lebih peka terhadap perasaan dan perspektif orang lain, yang penting dalam hubungan pribadi dan profesional.
7. Mendukung Kerjasama antar Daerah, bahkan Internasional
Dalam bisnis, politik, dan bidang lain, kerjasama internasional menjadi semakin penting. Pemahaman lintas budaya memfasilitasi negosiasi dan kerjasama yang lebih baik antar daerah, negara dan organisasi.
Dengan memahami dan menghargai perbedaan budaya, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif, produktif, dan harmonis, baik di tempat kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Pada tulisan ini kita sedikit membahas terkait blankon dan keris, sebagai bagian dari pemahaman lintas budaya (Model diperankan oleh ananda sendiri, masyaAllah tabarakallahu)


BLANKON DAN KERIS
Pria Jawa mengenakan blankon dan keris dengan berbagai alasan, termasuk tradisi, simbolisme budaya, dan fungsi praktis.

Tradisi dan Identitas Budaya
Blankon (topi tradisional Jawa) dan keris merupakan bagian penting dari pakaian tradisional Jawa yang telah ada sejak dahulu kala. Keduanya menjadi simbol identitas budaya Jawa yang kuat.

Simbolisme
Blankon melambangkan martabat dan kesopanan dalam budaya Jawa. Pemakaiannya menunjukkan penghormatan terhadap tradisi dan norma-norma sosial. Sementara Keris adalah senjata tradisional dengan nilai simbolis yang tinggi. Selain sebagai senjata, keris memiliki makna filosofis yang dalam dalam kehidupan Jawa, seperti keberanian, kehormatan, dan keadilan.

Fungsi Praktis
Selain sebagai simbol budaya, blankon juga berfungsi melindungi kepala dari sinar matahari dan hujan. Adapun Keris, walaupun jarang digunakan sebagai senjata dalam kehidupan modern, keris tetap dipertahankan sebagai bagian dari busana tradisional Jawa karena nilai historis, seni, dan kebudayaannya.
Penggunaan blankon dan keris oleh pria Jawa bukan hanya sekadar mode atau gaya, tetapi juga merupakan ekspresi dari warisan budaya dan nilai-nilai yang dihargai dalam masyarakat Jawa.

2024/06/24

Inisiatif dan Adaptabilitas: Kunci Sukses di Era Perubahan

Di tengah dinamika dunia yang terus berubah dengan cepat, dua kualitas yang sangat penting untuk mencapai kesuksesan pribadi maupun profesional adalah inisiatif dan adaptabilitas. Kedua hal ini bukan sekadar skill biasa, tetapi prinsip yang mendasari kemampuan seseorang untuk bergerak maju dan berkembang dalam menghadapi tantangan dan perubahan yang tak terduga.

Inisiatif: Mendorong Perubahan dan Inovasi

Inisiatif adalah kemampuan seseorang untuk bertindak secara proaktif tanpa perlu didorong atau dipaksa oleh orang lain. Orang yang memiliki inisiatif cenderung melihat peluang di tengah tantangan, mengambil langkah awal untuk memulai solusi, dan tidak menunggu instruksi untuk bertindak. Di tempat kerja, inisiatif sangat dihargai karena mencerminkan kemampuan seseorang untuk mengambil alih dan mengarahkan situasi menuju hasil yang positif.

Individu yang memiliki inisiatif seringkali menjadi pionir dalam mengusulkan ide baru, menemukan cara-cara baru untuk meningkatkan efisiensi, atau bahkan mengatasi masalah yang rumit dengan kreativitas dan keberanian. Mereka tidak hanya menunggu perintah, tetapi aktif menciptakan nilai tambah bagi diri mereka sendiri dan bagi organisasi tempat mereka bekerja.

Adaptabilitas: Menghadapi Perubahan dengan Fleksibilitas

Adaptabilitas adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan dengan cepat dan efektif. Di era di mana teknologi berkembang pesat dan dinamika pasar tidak stabil, adaptabilitas menjadi kunci untuk tetap relevan dan kompetitif. Kemampuan ini tidak hanya tentang fleksibilitas dalam mengubah strategi atau pendekatan kerja, tetapi juga tentang keinginan untuk terus belajar, mengembangkan keterampilan baru, dan menghadapi ketidakpastian dengan keyakinan.

Individu yang adaptif mampu mengubah arah ketika diperlukan, mengatasi hambatan dengan solusi yang kreatif, dan melihat perubahan sebagai peluang untuk tumbuh dan berkembang. Mereka tidak terpaku pada cara-cara lama yang mungkin sudah tidak relevan, melainkan siap untuk menyesuaikan diri dengan kondisi baru yang muncul.

Sinergi Inisiatif dan Adaptabilitas

Ketika inisiatif dan adaptabilitas digabungkan, mereka menciptakan sinergi yang kuat. Inisiatif memacu individu untuk memulai perubahan dan inovasi, sementara adaptabilitas memastikan mereka dapat bertahan dan berkembang melalui berbagai perubahan yang terjadi. Kombinasi kedua kualitas ini tidak hanya memungkinkan seseorang untuk sukses dalam karier, tetapi juga untuk menjadi agen perubahan yang positif dalam organisasi dan masyarakat.

Mengembangkan Inisiatif dan Adaptabilitas

Untuk mengembangkan inisiatif dan adaptabilitas, penting untuk:

  • Meningkatkan kesadaran diri: Kenali kekuatan dan kelemahan pribadi untuk dapat mengambil langkah berdasarkan kebutuhan.
  • Menumbuhkan proaktivitas: Jangan hanya menunggu arahan, tetapi ambil inisiatif dalam menyelesaikan tugas dan menciptakan peluang baru.
  • Membangun ketahanan: Hadapi rintangan sebagai pelajaran dan kesempatan untuk tumbuh lebih kuat.
  • Mempertajam keterampilan belajar: Selalu terbuka untuk mempelajari hal baru dan menyesuaikan diri dengan perkembangan terbaru dalam bidang kerja.

Dengan mengasah kualitas inisiatif dan adaptabilitas ini, seseorang tidak hanya dapat berhasil dalam karier mereka, tetapi juga menjadi teladan dalam menghadapi tantangan global yang terus berubah. Inisiatif dan adaptabilitas bukan hanya sekadar kemampuan, tetapi sikap hidup yang membedakan mereka yang mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan yang tidak terelakkan.

InsyaAllah! 
#masyaAllahtabarakallahu

---
Artikel menarik lainnya.

TTL; A Holistic Marketing Approach!

Navigating the Intersection of Human Empowerment and AI Technology

Strategi Kunci Customer Service / Contact Center

Tentang AHT (Average Handling Time)

2024/04/06

TAHUN 1700-an awal, BATAHAN JADI REBUTAN BELANDA DAN INGGRIS

Bangsa Eropa ketiga yang datang ke pantai barat Sumatera adalah orang Inggris. Seperti yang diungkapkan Dennis Lombard, terdapat armada Inggris di wilayah tersebut pada kuartal terakhir abad ke-16, dan Aceh merupakan salah satu wilayah pertama yang dikunjungi armada Inggris. Kehadiran Inggris di kawasan tersebut atas perintah langsung Ratu Inggris, Queen Elizabeth I. Sang ratu menyiapkan sebuah surat yang ditulis dengan tinta emas di atas kertas halus dan disampaikan oleh "utusan kerajaan" bernama Sir James Lancaster. Dalam suratnya, Ratu Elizabeth menyebut Raja Aceh sebagai "saudara laki-lakinya" dan menulis, "Kepada saudara ku, Raja Aceh Darussalam. Utusan Ratu Inggris juga dikabarkan membawa sederet "suvenir", berupa satu set perhiasan dari berlian rubi. Pendekatan “soft diplomacy” Inggris memungkinkan penguasa Aceh membuka perdagangan di Kutarajah.

Puncak kehadiran militer Inggris di wilayah tersebut terjadi pada tahun 1685 ketika mereka merebut Bengkulu dan membangun benteng di sana.

British East India Company (EIC) sejak 1685 mendirikan pusat perdagangan lada Bencoolen dan kemudian gudang penyimpanan di tempat yang sekarang menjadi Kota Bengkulu. Saat itu, ekspedisi EIC dipimpin oleh Ralph Ord dan William Cowley untuk mencari pengganti pusat perdagangan lada setelah Pelabuhan Banten jatuh ke tangan VOC, dan EIC dilarang berdagang di sana. Traktat dengan Kerajaan Selebar pada tanggal 12 Juli 1685 mengizinkan Inggris untuk mendirikan benteng dan berbagai gedung perdagangan. Benteng York didirikan tahun 1685 di sekitar muara Sungai Serut.

Dalam sebuah dokumen berbahasa Inggris dengan ejaan abad 19, ditemukan bahwa dari arah Bengkulu, Inggris melalui perusahaan dagangnya EIC yang ditopang dengan kekuatan militer kerajaan, sebenarnya mereka ingin meluaskan pengaruh dagangnya ke arah utara, menyusuri pantai Barat Sumatera. Bandar-bandar atau pelabuhan yang masih dikuasai Belanda melalui VOC adalah Indrapura, Padang, Pariaman, Tiku, Pasaman, Batahan, Barus dan Daya. Melihat dari paragraf-paragraf sebelumnya dan dibandingkan dengan tahun terbitnya buku ini, diperkirakan Batahan jatuh ke tangan Inggris sekira tahun 1717. Ini beberapa tahun sebelum Batahan dipimpin oleh Raja Perempuan, Puti Bulan Tasingik (yang menurut catatan almarhum papa Fahmi Husin, beliau jadi Raja Perempuan sekira tahun 1725). Dokumen ini ditemukan di buku dengan judul MODERN HISTORY or PRESENT STATE OF ALL NATIONS, volume 1, ditulis oleh Mr. Salmon. Tahun terbit 1739. Kata Batahan muncul dua kali di halaman 190.



Teks asli, dalam huruf English of 18th century.


When we were driven from Bencoulen, it seems neither Bantall or Mocho-Mocho were ever attacked, though they were much leſs able to have defended themselves; which confirms me in the opinion, that though the natives did reſent ſome ill uſage they had met with, yet the advantageous trade they carried on with the Engliſh, as well as their dread of the Dutch, foon inclined them to be reconciled to us again.

To the northward of the EngliÅ¿h Å¿ettlements on the west coaft of Sumatra Å¿tand the towns of Indrapour, Padang, Priaman, Tecou, Paflaman, Batahan, Barros and Daya. Indrapour is the firÅ¿t Dutch Å¿ettlement to the northward of the EngliÅ¿h, and lyes two degrees fouth; Padang lyes in one degree thirty minutes, Priaman in fifty minutes, Tecou in thirty minutes fouth latitude, and Pafla- man almoft under the line; Å¿o that the Dutch fettlements on the west coaft extend from two degrees fouth latitude to the equator, and of theÅ¿e Padang is the principal; Batahan is one degree to the northward of the line, Barros in two degrees thirty minutes north, and Daya four degrees fifty minutes north. Here, and in the rest of the country to the northward of the equator, the King of Achen Å¿till retains his fovereignty; and I don't find that any European nation are in poffeffion of his ports; but the fouthern parts of the island are Å¿o awed and restrained of their liberty by the Dutch, that they dare not trade with any other people.


TERJEMAHAN BEBAS by GoogleTranslate:
Saat kami diusir dari Bencoulen, sepertinya Bantall maupun Muko-Muko tidak pernah diserang, meski mereka kurang mampu mempertahankan diri; Hal ini menguatkan pendapat saya, bahwa meskipun penduduk asli tidak menyukai perlakuan buruk yang pernah mereka alami (oleh penjajah sebelumnya), namun keuntungan perdagangan yang mereka lakukan dengan orang Inggris, serta rasa takut mereka terhadap Belanda, membuat mereka cenderung untuk berdamai kembali dengan kami. .

Di sebelah utara pemukiman Inggris di pantai barat Sumatra berdiri kota Indrapura, Padang, Pariaman, Tiku, ​​Pasaman, Batahan, Barus dan Daya. Indrapura adalah pemukiman Belanda pertama di utara Inggris, dan terletak dua derajat keempat; Padang terletak pada satu derajat tiga puluh menit, Pariaman lima puluh menit, Tiku tiga puluh menit lintang empat, dan Pasaman hampir berada di bawah garis; sehingga pemukiman Belanda di pantai barat terbentang dari dua derajat lintang empat sampai garis khatulistiwa, dan Padang adalah yang utama; Batahan berada satu derajat ke arah utara, Barros dua derajat tiga puluh menit ke utara, dan Daya empat derajat lima puluh menit ke utara. Di sini, dan di wilayah lain di utara khatulistiwa, Raja Achen masih mempertahankan kedaulatannya; dan saya tidak menemukan satu pun negara Eropa yang kewalahan dengan pelabuhannya; namun bagian keempat pulau ini terlalu kagum dan dibatasi kebebasannya oleh Belanda, sehingga mereka tidak berani berdagang dengan negara lain.


 



SEBELUM RAJA PEREMPUAN DINOBATKAN, TELAH ADA DUA PEMIMPIN DI BATAHAN

Berdasarkan catatan dari cerita turun temurun dan dihubungkan dengan tahun kelahiran Willem Iskandar (1840)-seorang tokoh Mandailing yang kelak jadi tokoh pendidikan tingkat nasional-, yang dalam garis keturunan di kerajaan Pidoli Lombang merupakan keturunan ketujuh dari Raja Baginda Soaloon (Raja di Pidoli Lombang). Sementara Puti Bulan Tasingik (Tersingit) yang kelak menjadi Raja Perempuan di Batahan adalah putra dari Sutan Kumala bin Baginda Soaloon. Artinya Puti Bulan Tasingik ini adalah cucu dari Raja Pidoli Lombang, Baginda Soaloon.

Rentang kekuasaan Raja Perempuan di Batahan itu diperkirakan antara 1725-1750. Sebelum itu, pemerintahan di Batahan masih belum berbentuk kerajaan. Kepemimpinan di Batahan masih didasarkan pada kepemimpinan tradisional berdasarkan kelompok pendatang yang kemudian menetap di Batahan. Dua kelompok besar yang ada masing-masing adalah rombongan dari Indrapura dan rombongan dari Aceh. Sebenarnya ada kelompok-kelompok kecil yang sudah duluan ada dan datang kemudian, namun karena jumlahnya tidak signifikan maka mereka memilih untuk membaurkan diri dengan rombongan Indrapura atau rombongan Aceh.

Dua nama pemimpin Batahan yang pernah tercatat pada masa sebelum Raja Perempuan itu adalah Orang Kaya Bungsu dan Sutan Muda. Yang disebut pertama terindikasi sebagai puak Indrapura dan yang kedua adalah kelompok Aceh. Dokumen mengenai nama mereka ini dapat dilihat di sebuah buku lama dengan judul ONZE KENNIS VAN SUMATRA'S WESTKUST , OMSTREEKS DE HELFT DER ACHTTIENDE EEUW, halaman 516. Tahun peristiwanya adalah 1693.

     BATAHAN berada di bawah kekuasaan dua penguasa: Orang Kaja Boengsoe dan Soetan Moeda.      Berdasarkan kontrak tahun 1693, hal itu terjadi wilayah ini melekat pada Perseroan. Satu atau dua hari dari pantai terdapat empat tambang emas "kaya", yang dikerjakan oleh masyarakat Rau. dari Batahan adalah Batta.



Sistem pemerintahan resmi yang pernah berkuasa di Batahan yang berkaitan dengan Belanda bermula ketika Batahan menjadi kekuriaan Batahan. Tercatat yang menjadi Kepala Kuria pertama adalah Sotu gelar Majo Dirajo (sekira 1841-1846). Dari era Raja Perempuan hingga terbentuknya kekuriaan ini, Batahan dipimpin oleh beberapa orang Raja, diantaranya yang dikenal adalah Sutan Gagar Alam.

Kepala Kuria yang pernah memimpin Batahan berturut-turut sejak era Sotu gelar Majo Dirajo adalah Abdur Rahman, kemudian M. Basir gelar Sutan Mulia Rajo, selanjutnya Abdul Muluk gelar Sutan Bandaro Rajo, diteruskan oleh M. Tahar gelar Sutan Amir, lalu digantikan oleh M. Yunus Sutan Maharajo Adat (1932) kemudian sempat digantikan oleh pelaksana tugas Onder Voorzitter dari Datuk Kubangan, setelah itu ada Hasan Rancak gelar Sutan Marah Alam Dunia. Semua kepala Kuria ini selain dari Onder Voorzitter juga berpredikat sebagai Tuongku.

Dibawah Kepala Kuria, ini beberapa Datuk-datuk Pengulu Kaum/ Kepala Kampung. Yang pernah tercatat diantaranya adalah Naratab atau Datuk Bukik di Pasar Batahan; Ibrahim atau Datuk Parhimpunan di Kampung Kapas; Buang Sati atau Datuk Ambosa di Bintungan Bejangkar; Abdul Yakin alias Datuk Bonsu di Sitodung; Datuk Malompah di Batu Sondat; Datuk Baru di Banjar Aur; Datuk Manuncang di Singiang dan Datuk Mudo di Kubangan.

Setelah itu ada masa transisi di era kemerdekaan Republik Indonesia. Sistem pemerintahannya disebut sebagai Komite Nasional. Bertindak sebagai ketua adalah Amirudin, dengan delapan orang anggota, masing-masing adalah Zainal Bahri, Marajan, Jabarudin, M. Daud Nasution, Marah Muhammad, Karnan Nazir, Basrah dan Abdul Manaf.

Setelah bentuk pemerintahan berubah menjadi Kedewanan Negeri Batahan, Komite Nasional yang berjumlah sembilan orang termasuk ketuanya, bertransormasi menjadi Dewan Negeri Batahan. Semua anggota Komite Nasional masuk menjadi anggota Dewan Negeri Batahan ini, dengan struktur tambahan seorang sekretaris. Ketua pertama Dewan Negeri Batahan ini adalah Zainal Bahri (1946-1951) dengan sekretaris Karnan Nazir (menjadi sekretaris terlama hingga 1958). Tiga orang ketua Dewan Negeri yang pernah memimpin sampai 1979 itu adalah Zainal Bahri (1946-1951), Marajan (1951-1952) dan Jabarudin (1952-1979).

 

2024/04/04

SEKOLAH MODERN SUDAH ADA DI BATAHAN DI TAHUN 1884


   
      Catatan ini cukup menarik dan memberi kabar gembira bagi masyarakat Batahan dan sekitarnya. Utamanya pada mereka yang concern, berperhatian pada pendidikan dan sejarah Batahan. Bagaimana tidak, ternyata lebih dari setengah abad sebelum Indonesia merdeka, nyatanya sudah berdiri sekolah modern di Batahan. Mungkin saja sudah ada sebelum tahun 1884 juga. 

            Saya berani membuat tulisan ini bukan sekedar klaim belaka, tapi berdasarkan dokumen otentik oleh seorang peraih Phd di University of London, tahun 1984. Dokumen ini berupa thesis untuk S3 (biasa kita sebut sebagai disertasi di sini) untuk meraih gelar Phd, oleh seorang ilmuwan Indonesia yang bernama Ahmat Adam. Judul thesisnya adalah: THE VERNACULAR PRESS AND THE EMERGENCE OF MODERN INDONESIAN CONSCIOUSNESS (1855-1913). 


            Dalam tesis tersebut, beberapa kali kata "Batahan' ditulis. Jelasnya ada di halaman 139 dan 271. Penulis, yakni Ahmat Adam, sedang menceritakan perjalan hidup, karir dan perjuangan seorang tokoh pionir Pers Indonesia, yakni Dja Endar Moeda. Profilnya awal tahun ini juga diungkap oleh beberapa media elektronik nasional seperti pada link berikut: https://sumut.idntimes.com/.../mengenal-dja-endar-moeda...

        Disebutkan bahwa Dja Endar Moeda lahir di Padangsidimpuan tahun 1861. Dia diangkat menjadi asisten guru tahun 1884 di Air Bangis. Kemudian beberapa saat setelah itu Dja Endar Moeda mendapat promosi menjadi kepala guru (kepala sekolah) di Batahan. Di masa ini ia banyak menulis untuk surat kabar di Jawa dan menjadi kontributor beberapa jurnal dan media. Disebutkan dia sebagai kepala guru di Batahan, tentu artinya di Batahan ada sekolah modern yang dipimpin oleh seorang 'cendekiawan' yg kelak menjadi tokoh pionir pers Indonesia.


            Sungguh beruntung masyarakat Batahan ketika itu. Di saat sebagian wilayah nusantara masih dihuni masyarakat berpakaian telanjang dada dan terbelakang secara pendidikan, Batahan sudah memiliki guru dan kepala sekolah dengan kualitas yang luarbiasa!


TANTANGAN UNTUK GENERASI MUDA BATAHAN

        Dari uraian singkat ini, diharapkan semangat generasi muda Batahan semakin terpantik untuk mencari tahu jejak-jejak sejarah pendahulunya. Sangat mungkin, murid-murid yang sempat diajar oleh Dja Endar Moeda itu, memiliki cucu2 dan cicit keturunannya yang masih eksis di Batahan, bisa jadi diantaranya mungkin kita. Hanya catatan-catatan sejarah otentik yang bisa jadi nanti kita temukanlah yang akan mampu menjawab hipotesis ini. Semoga!

2023/06/14

14 Juni: Hari Donor Darah Sedunia


Hari Donor Darah Sedunia dirayakan setiap tanggal 14 Juni untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya donor darah dan memberikan penghargaan kepada para donor darah yang telah menyumbangkan darah mereka untuk membantu menyelamatkan nyawa orang lain. Hari ini juga bertujuan untuk meningkatkan akses dan ketersediaan darah yang aman dan terjamin bagi mereka yang membutuhkannya di seluruh dunia.
Donor darah adalah tindakan sukarela dan tidak dibayar di mana seseorang memberikan sebagian darahnya untuk digunakan oleh orang lain yang membutuhkannya. Donor darah sangat penting untuk membantu menyelamatkan nyawa orang yang mengalami kecelakaan, menjalani operasi, atau mengalami kondisi medis yang membutuhkan transfusi darah. Dalam beberapa situasi, donor darah dapat menjadi satu-satunya harapan bagi seseorang yang membutuhkan transfusi darah.
Namun, ketersediaan darah yang cukup dan aman masih menjadi tantangan di banyak negara. Beberapa faktor yang mempengaruhi ketersediaan darah meliputi kurangnya kesadaran dan edukasi tentang donor darah, kekhawatiran tentang keselamatan dan kenyamanan donor darah, dan kurangnya fasilitas dan peralatan yang memadai untuk mengumpulkan, menyimpan, dan memproses darah.
Oleh karena itu, Hari Donor Darah Sedunia menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran dan menginspirasi lebih banyak orang untuk menjadi donor darah. Setiap orang sehat, berusia di atas 17 tahun, dan memenuhi persyaratan kesehatan tertentu dapat menjadi donor darah. Dalam banyak negara, donor darah dapat memberikan darahnya secara sukarela dan anonim di berbagai tempat donor darah atau unit darah yang bergerak secara mobile.
Kita semua dapat berkontribusi dalam menyelamatkan nyawa orang lain dengan menjadi donor darah secara sukarela dan teratur. Dalam kesempatan Hari Donor Darah Sedunia ini, mari kita semua menghargai para donor darah yang telah menyumbangkan darah mereka dan menginspirasi lebih banyak orang untuk melakukan hal yang sama. Mari kita juga berkomitmen untuk mendukung upaya untuk meningkatkan ketersediaan dan akses terhadap darah yang aman dan terjamin bagi mereka yang membutuhkannya.
---
SEJARAH HARI DONOR DARAH SEDUNIA
Hari Donor Darah Sedunia diperingati setiap tanggal 14 Juni setiap tahunnya. Tanggal ini dipilih untuk memperingati kelahiran Karl Landsteiner, seorang ahli biokimia Austria yang menemukan sistem golongan darah ABO pada tahun 1901.
Hari Donor Darah Sedunia pertama kali diperingati pada tanggal 14 Juni 2004 di Johannesburg, Afrika Selatan, yang diadakan oleh Federasi Organisasi Donor Darah Dunia (WBDDF) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Tujuan dari peringatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan mempromosikan kegiatan donor darah di seluruh dunia.
Sejak saat itu, peringatan Hari Donor Darah Sedunia telah menjadi acara tahunan yang diadakan di banyak negara di seluruh dunia. Hari ini diperingati dengan berbagai kegiatan dan kampanye untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya donor darah dan untuk mempromosikan kegiatan donor darah di seluruh dunia.
Beberapa kegiatan yang dilakukan pada Hari Donor Darah Sedunia antara lain acara donor darah massal, seminar dan diskusi tentang donor darah, kampanye sosial media, dan kegiatan penggalangan dana untuk mendukung program donor darah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya donor darah dan untuk mendorong lebih banyak orang untuk menjadi donor darah secara sukarela dan teratur.
Dalam beberapa tahun terakhir, tema Hari Donor Darah Sedunia telah berfokus pada isu-isu kesehatan global seperti pandemi COVID-19, ketahanan sistem kesehatan, dan akses terhadap darah yang aman dan terjamin bagi mereka yang membutuhkannya. Dalam situasi darurat kesehatan seperti pandemi COVID-19, donor darah menjadi lebih penting dari sebelumnya untuk menyelamatkan nyawa orang yang membutuhkan.

http://www.ferisusanto.com/2023/06/14-juni-hari-donor-darah-sedunia.html

2023/06/12

MENYIBAK EMPAT MAKNA HARI RAYA QURBAN

Bismillahirrahmanirrahiim

Idul Adha atau biasa kita menyebutnya sebagai Hari Raya Qurban merupakan salah satu hari raya besar dalam agama Islam yang diperingati oleh umat Muslim di seluruh dunia. Pada hari raya ini, kaum Muslim menyembelih hewan qurban sebagai bentuk pengorbanan dan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala . Makna ketaatan dan pengorbanan dalam ibadah qurban sangatlah penting, karena melalui pengorbanan hewan qurban, umat Muslim belajar untuk mengorbankan sesuatu yang berharga demi mendapatkan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Dalam pelaksanaan ritual tahunan ini, sebenarnya ia bukanlah semata tentang taat dan pengorbanan saja, tapi setidaknya ada empat makna yang dapat kita raih. Makna yang pertama adalah bentuk Ketaatan Kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Makna kedua adalah Pengorbanan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Makna ketiga adalah tentang Kebersamaan dan Persaudaraan. Makna keempat adalah Berbagi dan Peduli kepada Sesama.

Umat Muslim dianjurkan untuk menyembelih hewan qurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala . Dalam Al-Qur'an, Allah Subhanahu wa Ta’ala  berfirman, "Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah" (QS. Al-Kautsar: 2). Perintah ini mengajarkan umat Muslim untuk selalu taat dan patuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dalam ibadah qurban, umat Muslim dianjurkan untuk memilih hewan yang sehat dan berkualitas. Hewan qurban tersebut kemudian disembelih dengan cara yang benar sesuai dengan syariat Islam. Proses penyembelihan hewan qurban ini melambangkan ketaatan sekaligus pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS ketika ia bersedia mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS, atas perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala . Namun, Allah Subhanahu wa Ta’ala  menggantikan Nabi Ismail AS dengan seekor domba yang lebih kecil.

Dalam Al-Qur'an, Allah Subhanahu wa Ta’ala  menyampaikan bahwa  Ibrahim adalah seorang yang sangat patuh kepada Allah dan sangat tunduk kepada-Nya (berserahdiri). “(Ingatlah) ketika Tuhan berfirman kepadanya (Ibrahim), “Berserahdirilah!” Dia menjawab, “Aku berserah diri kepada Tuhan seluruh alam.” (QS. Al-Baqarah: 131).

Perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala  untuk mengorbankan putranya menjadi ujian bagi Nabi Ibrahim AS, namun ia tetap bersedia mengorbankan putranya demi ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sebagai pelajaran untuk umat muslim pasca peristiwa pengorbanan nabi Ibrahim AS, kisah ini kemudian menjadi syariat agama. Ibadah ini mengajarkan umat Muslim untuk selalu bersedia berkorban demi kepentingan yang lebih besar. Seperti yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS, yang bersedia mengorbankan putranya demi mendapatkan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala . Melalui ibadah qurban, umat Muslim diajarkan untuk selalu siap mengorbankan sesuatu yang berharga demi kepentingan yang lebih besar, seperti kepentingan agama, keluarga, atau masyarakat. Semoga ibadah qurban ini dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat Muslim, serta membawa keberkahan bagi semua umat manusia.

Selanjutnya, dalam ibadah qurban, umat Muslim dianjurkan untuk berbagi daging qurban kepada keluarga, tetangga, dan orang-orang yang membutuhkan. Hal ini melambangkan makna kebersamaan dan persaudaraan, karena umat Muslim diajarkan untuk selalu membantu sesama dalam kebaikan. Dalam Al-Qur'an, Allah Subhanahu wa Ta’ala  berfirman, "Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat dan jauh, dan kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan" (QS. Al-Hajj: 28). Perintah ini mengajarkan umat Muslim untuk selalu berbagi dan membantu sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan.

Selain itu, ibadah qurban juga menjadi momen untuk mempererat hubungan antar sesama umat Muslim. Pada hari raya qurban, umat Muslim berkumpul untuk melaksanakan shalat Idul Adha dan menyembelih hewan qurban. Hal ini menjadi momen yang tepat untuk saling bertemu, berdiskusi, dan mempererat hubungan antar sesama umat Muslim. Dalam Islam, persaudaraan antar sesama umat Muslim sangatlah penting, karena dengan persaudaraan tersebut, umat Muslim dapat saling membantu dan mendukung satu sama lain. Sesungguhnya hidup dalam kebersamaan itu merupakan naluri dasar manusia. Aristoteles (384-322) menyebut manusia pada dasarnya adalah zoon politicon, artinya manusia adalah makhluk sosial.

Kebersamaan sesama manusia ini diformulasikan dalam Islam sebagai hablum minannas, dan hubungan (ubudiyah) dengan Allah disebut sebagai hablum minallah. Keseimbangan dalam dua hubungan ini akan menjadikan manusia menjadi beruntung, ia akan mendapatkan pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala  dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Allah Subhanahu wa Ta’ala  berfirman: “(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Al-Baqarah: 112).

Melalui ibadah qurban, umat Muslim juga diajarkan untuk berbagi dan peduli kepada sesama yang membutuhkan. Dalam Islam, kepedulian terhadap sesama sangatlah penting, karena dengan peduli tersebut, umat Muslim dapat membantu dan meringankan beban sesama yang membutuhkan.

“…Dan barangsiapa menolong kebutuhan saudaranya, maka Allâh senantiasa menolong kebutuhannya.” (Hadits)

Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini menganjurkan agar umat Islam saling menolong dalam kebaikan dan membantu saudara-saudaranya yang membutuhkan bantuan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya, “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksa-Nya.” (QS. al-Maidah:2).

Sebagai penutup ini tulisan singkat ini, marilah kita senantiasa berdoa agar Allah Subhanahu wa Ta’ala memampukan kita untuk berqurban di hari Raya Idul Adha ini, serta dimampukan untuk memperoleh semua hikmah yang terkandung di dalamnya. Aamiin ya Mujibassailiin.

2020/01/23

Tenang, Allah is the BEST Planner for You!

Cerita 1:
Dulu saya hampir saja masuk SMU Plus Muthohhari pimpinan Jalaluddin Rahmat. Ingin sekali bersekolah disana. Waktu itu nama kang Jalal masih harum sebagai salah seorang cendekiawan muslim di tanah air. Niat banget sekolah di Muthohhari, saya survey lokasi ke sana, tepatnya di Jl. Kampus Kiaracondong kota Bandung. Lulusan SMU ini waktu itu mudah sekali mendapatkan beasiswa S1 ke Jerman dan beberapa negara Eropa lainnya. Lingkungan sekolahnya juga kondusif untuk belajar. Tenang. Tapi, takdir bicara lain, ada sedikit masalah dengan 'keuangan', gak jadi masuk deh. Kecewa!
Bertahun-tahun kemudian, baru terbuka kedoknya kang Jalal, ternyata ybs penganut syi'ah. Lucky me, gak jadi masuk kesana! Kalau saja masuk dulu kesana bisa jadi skrg saya ikut kaum penghalal nikah mut'ah pula. Jadi kelompok pecinta Ali ra tapi pembenci dan memusuhi khulafaurrasyidin yang lain. Na'udzubillah!

Cerita 2:
Pernah ada seorang anggota dewan yang mengajak saya jadi 'staf ahlinya'. Saya sampaikan waktu itu bahwa saya belum punya ijazah S2, jadi gak lolos syarat dong!
'Gak apa-apa katanya'. Itu bisa diatur. 'Yang penting mau dulu. Nanti bisa kita daftarkan ke salah satu kampus, yang penting udah tercatat jadi mahasiswa S2, syaratnya dah ok', begitu kata 'bapak' ini menguatkan. Saya tergiur. Meski saya harus jujur untuk katakan bahwa gaji resminya lebih kecil dari yang saya dapat dari kantor tempat bekerja waktu itu. Tapi katanya akan ada banyak masukan lain dari proyek-proyek 'kecil'. Halal lah, katanya. Wow, saya jadi yakin. Halal kok. Tapi rupanya almarhum papa, punya firasat lain. Saya memang tidak dilarang, tapi maksudnya terlihat kurang setuju kalau saya ikut di staf ahli bapak tadi. Padahal saya berharap almarhum endorse pilihan itu, nyatanya tidak. Kecewa!
Beberapa bulan kemudian, si anggota dewan ini 'kena' garap, oleh aparat penegak hukum. You know lah what I mean!  Skrg ybs masih 'mondok' di LP Sukamiskin. Meski orangnya saya paham beliau ini orang baik, tapi sistem yang ada membuatnya terseret-seret. Lucky me, alhamdulillah saya gak jadi ikut bersamanya. Kalau jadi waktu itu mungkin dah bolak-balik ke persidangan pula.
Astaghfirullah.

Cerita 3:
Awal 2018, sebuah perusahaan ecommerce ternama di Thailand wanted to hire me as their regional head di salah satu departemennya. Berkantor di Bangkok. Kudu tinggalin keluarga deh di Bekasi or titipin ke Bandung. hehe. Kalau dibawa ke Bangkok gimana? Saya ngeri life style disana. Tidak kondusif buat anak-anak. Saya tinggal tandantangan NDA dan lanjut employment agreement aja, berangkat ke Bangkok deh.
Saya konsultasi dengan keluarga. Telpon orang tua. Minta doa restu. Entah kenapa, mereka berdua tidak nyaman bila saya hidup di Bangkok. Tidak melarang, seperti biasa, tapi sama sekali tak ada dukungan! Wah, kalo dah urusan sama ortu saya konservatif banget deh. Nurut aja. Nyatanya benar, setelah sholat istikhoroh dan doa, jawabannya saya harus batalkan. Tentu dengan professional manner, saya sampaikan my decision to the recruiter. Apology! Meski memberikan pilihan sendiri begitu, saya sedikit kecewa juga, apalagi dah ngebet betul, biar si anak kampung ini bisa dapat 'regional/global exposure' di kawasan ASEAN.

Cerita tak sampai disitu. Hanya beberapa hari saja setelah itu proses interview saya yang lain 'DEAL'. Engaged dengan sebuah perusahaan new disruptive Telco di Singapore. Term n Conditionnya lebih mengasyikkan, saya diperbolehkan bolak-balik per dua minggu atau sesuai kebutuhan Indo-SG. Jadi deh! Ortu setuju kalo di SG. hahai alhamdulillah 'ala kulli hal. Anak isteri juga mendukung. Tahun pertama banyak bolak-balik kesana. Masuk tahun kedua sudah stay terus di ID, insyaAllah segera launching disini.

So my friends, jangan pernah sesali jalan hidup. Sabar dan ikhlaskan saja, apapun itu. Semua sudah ada qodo dan qadarnya. Senantiasa pula terus memperbaiki diri. Tingkatkan kualitas diri. Perbanyak relasi. Sambungkan terus silaturrahmi. Perkuat jejaring. Oh ya, secara khusus untuk adik-adik angkatan, perdalam terus kemampuan bahasa asingnya ya! English is a must. InsyaAllah akan ada cahaya terang di ujung sana!
MasyaAllah. Tabarakallahu!
---
*Afwan tak bermaksud menggurui apalagi sok-sok'an. hehe. Tujuan tulisan ini hanya untuk mengafirmasi rasa syukur kami pribadi, syukur-syukur bisa menginspirasi.

Salam!

Hijrah ke Transportasi Umum


Image may contain: sky, skyscraper, bridge, car and outdoorAda jalur busway yang lancar, tapi banyak penghuni kota ini yang seolah berlomba-lomba memenuhi jalan raya dengan kendaraannya masing-masing. Tumpah ruah lah kendaraan roda 4 di jalanan. Macet!

Pengen disebut kaya? Have people? I think that's not a good way to show your wealthy.

Kota-kota di negara maju yg penduduknya lebih sejahtera dan 'have more' malah lebih sadar dengan kebermanfaatan public transportation demi kenyamanan kotanya.

Hijrah yuk!



Alhamdulillah saya sendiri sudah 5 tahunan lebih markirin mobil Senin-Jumat di garasi rumah (kecuali hujan deras dan benar2 urgent). Nyaman-nyaman aja tuh. Tinggal membiasakan aja. Plus sedikit mindset changing. Yuk!
.
Sekarang pilihan transportasi umum dah makin bervariasi. Ada KRL, MRT, ada bus TJ yg rutenya terus bertambah, ada moda transportasi feeder dari kota-kota satelit, bahkan ada mobil omprengan ala-ala nebengDOTcom yg bisa dipilih sesuai kemauan dan kemampuan. Hehe. Oh ya, bentar lagi juga bakal ada LRT JaBoDeBek.
.
Jadi teringat konsep merubah bangsa ala Aa Gym:
1. Mulai dari hal-hal yang kecil.
2. Mulai dari diri sendiri.
3. Mulai dari saat ini!
Bismillah!
.
#guratanSore #fersus #jakarta #transjakarta #jakartatraffic #jakartamajubersama
*foto istimewa, Jan 2020.

2015/12/31

Malam Tahun Baru

Malam nanti.
Demi budaya jahil yang dikampanyekan setan, manusia-manusia labil iman akan masuk dalam kondisi berikut:
Berjam-jam lamanya dalam kesia-siaan. Acara penuh hura-hura. Pesta pora dengan tak sedikit dana. Campur dengan aksi tiup terompet yg memekakkan telinga. Bakar petasan, mercon dan kembang api aneka rupa. Semua harta yg dibelanjakan utk kemeriahan pestanya akan mubazir tak bersisa. Dibawa serta bau mesiu, residu mercon yg menusuk hidung. Tak sedikit pula muda-mudi bawa bekal minuman beralkohol, ganja, tissue magic hingga kondom. Seolah malam ini malam boleh untuk perbuatan maksiat, madat, judi dan berzina.

Astaghfirullahal 'adziim...
Wahai saudaraku, para orang tua, mari kita pelihara diri dan keluarga dari ancaman api neraka. 'Quu anfusikum wa ahlikum naro.'
Mudah-mudahan kita semua terhindar dari perbuatan-perbuatan terlarang di atas. Semoga Allah menguatkan kita selalu ada dalam jalan lurus-NYA.
Ihdinash shirotol mustaqiim. Aamiin

2015/12/20

Strategi Kunci Customer Service / Contact Center

Membicarakan Customer Service (CS) atau Contact Center (CC) sebagai sebuah organisasi artinya akan membicarakan pula tiga aspek penting di dalamnya. Apa saja? People, Procedure, Technology. Maka untuk membahas tentang strategi CS/CC, tentulah terkait tiga hal tersebut. Berikut ini bahasan singkatnya.


A. People

Ini terkait pada segala sesuatu tentang Sumber Daya Manusia (SDM). Apa saja yang perlu diperhatikan dalam mendapatkan SDM yang berkualitas haruslah menjadi perhatian serius dari top Manajemen organisasi CS tersebut. Perhatian serius memang harus lebih diperhatikan karena SDM lah yang akan menggerakkan sebuah organisasi. Bagaimanapun bagusnya sistem prosedur yang dimiliki atau bagaimanapun canggihnya teknologi yang digunakan jika tidak didukung oleh SDM yang berkualitas sebagai pelaksana organisasi tersebut pasti tidak akan menjadikan organisasinya seefektif yang diharapkan.

Untuk mendapatkan SDM seperti kualitas yang diharapkan maka perlu dimulai sejak proses penerimaan karyawan (rekrutmen). Penyaringan dengan pengukuran yang terstandar perlu dilakukan sejak awal. Selanjutnya diikuti dengan proses pengajaran/pelatihan (training) yang terstandar pula. Masa training awal ini termasuk masa yang sangat krusial dalam proses mendapatkan SDM yang baik, meski setelah masuk nanti, mereka juga akan mendapatkan kelas training regular lainnya. Selanjutnya, SDM tetap perlu mendapatkan pembinaan yang terstruktur dan terarah ketika mereka sudah resmi bergabung menjadi karyawan di organisasi CS.

Pembinaan karyawan dapat dilakukan bersamaan dalam pemberian coaching, counselling dan mentoring (CCM) terhadap SDM dengan porsi yang cukup dan terencana. Selanjutnya, penilaian kinerja (Performance Appraisal) merupakan bagian penting lainnya.

B. Procedure / System Operating Procedure (SOP)

Pada bagian ini, top manajemen perlu merancang sebuah kerangka berfikir dengan sudut pandang perusahaan dan pelanggan sekaligus. Sudut pandang perusahaan tentu perlu diperhatikan, karena akan sangat berdampak pada beberapa bagian penting dari perusahaan itu seperti anggaran belanja, citra perusahaan, dan hirarki antar level manajemen. Sementara sudut pandang pelanggan tentu merupakan hal yang sangat mutlak. Maka untuk mendapatkan SOP yang baik, kepentingan kedua pihak; company and customer, perlu bertemu di satu titik yang seimbang.

Keseimbangan kepentingan itu terletak pada seberapa mudah dan sederhananya pelanggan mengakses informasi, meminta bantuan, bertanya dan mengeluhkan masalahnya kepada organisasi CS. Semakin sederhana, semakin menyenangkan bagi pelanggan. Sementara di sisi lain, bagi perusahaan, pemenuhan semua kebutuhan pelanggan bisa dilakukan dengan cara yang sederhana pula. Tidak birokratis. Tidak berlama-lama dalam review masalah hingga sampai berlapis-lapis hirarki manajemen. Juga tidak berbiaya tinggi untuk pembelanjaan yang tidak urgent.

C. Technology

Bagian ini merupakan 'senjata-nya' organisasi CS. Pilihannya, dapat mengembangkan teknologi sendiri oleh team IT internal atau menyewa/membeli dari perusahaan mitra (vendor). Dalam banyak hal, secara umum top manajemen memandang penggunaan teknologi sewa/beli dari vendor jauh lebih murah dan efisien. Selain karena faktor biaya sewa/beli, efektifitas sebuah teknologi tersebut juga menjadi pertimbangan.

Adapun teknologi yang digunakan umumnya terkait pada kebutuhan hal-hal berikut: aplikasi Customer Relationship Management (CRM), aplikasi Workforce Management (WFM), aplikasi Contact Management System (CMS), Quality Assurance (QA) Tool, dan Learning Management System (LMS). Untuk organisasi Contact Center diperlukan pula sistem Interactive Voice Response (IVR) dan Automatic Call Distribution (ACD) berikut perangkat Telephony lainnya. Selain itu, akan lebih bermanfaat jika memiliki Human Resource Information System (HRIS) yang terintegrasi untuk sistem informasi kekaryawanannya. Adapun untuk sistem penyimpanan data, akhir-akhir ini organisasi CS mulai banyak organisasi CS yang memilih cloud computing. Teknologi cloud computing memang sangat efektif. Sepanjang perangkat terhubung dengan internet maka semua data dapat diakses tanpa batas.

Demikianlah pembahasan ringkas tentang poin-poin strategi yang perlu diperhatikan dalam mengelola sebuah organisasi CS/CC. Semoga bermanfaat.
***

Untuk diskusi lebih lanjut terkait materi-materi CS / CC lainnya, pembaca dapat kontak FerSus di 0811-1112-187 

2015/10/09

Hari pelanggan, manajemen Zalora jadi kurir

JAKARTA. Dalam menyambut Hari Pelanggan Nasional 2015 yang jatuh pada 4 September 2015, Zalora Indonesia membuat program bertajuk “special delivery”.
Di program ini, manajemen Zalora “bertugas” menjadi kurir dan mengirimkan produk yang dipesan konsumen. Pengiriman langsung oleh manajemen ini dilakukan selama dua hari, yakni  Kamis (3/9) dan Jumat (4/9). 
Untuk hari Kamis (3/9) yang mengirimkan pesanan pelanggan adalah Feri Susanto, Head of Customer Service Zalora Indonesia. Sedangkan, “Untuk hari Jumat (4/9) pengiriman dilakukan oleh Head of Marketing Zalora dan CEO Zalora yang baru,” kata Wafi Dirayati, Public Relation Officer Zalora, Kamis (3/9).
Anthony Fung, Managing Director Zalora Indonesia menambahkan, program ini digelar sebagai rasa terima kasih Zalora atas dukungan setia para pelanggan. Untuk itu Zalora berupaya untuk terus menjalin hubungan baik dengan konsumen.
Menurut Antony, Zalora terus meningkatkan layanan dan kemudahan dalam berbelanja online. Misalnya, kemudahan pelanggan dalam proses pengembalian dan penukaran barang yang dapat dilakukan dalam waktu 30 hari setelah order diproses.

Selain dari sisi layanan, Zalora juga terus menambah variasi produknya. Saat ini, koleksi produk Zalora sudah mencapai lebih dari 70.000 produk pakaian, sepatu, tas, aksesoris, busana muslim, hingga kosmetik.
Saat ini, kata Anthony, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 82 juta orang atau sekitar 30% dari total penduduk. Dengan pasar sebesar itu, Zalora melihat potensi pasar belanja online yang sangat besar.
Editor: Hendra Gunawan.